Kegiatan tersebut merupakan bagian dari langkah preventif Polsek Manggala dalam mengedukasi masyarakat agar bersama-sama menolak segala bentuk aksi geng motor, premanisme, kekerasan jalanan, balap liar, maupun tindak kriminal lainnya yang berpotensi mengganggu keamanan dan kenyamanan warga.
Banner yang dipasang di ruang-ruang publik itu juga memuat informasi Layanan Kepolisian 110, sehingga masyarakat dapat dengan mudah melaporkan apabila menemukan gangguan kamtibmas, tindak kriminal, maupun aktivitas yang mencurigakan di lingkungan sekitar.
Kapolsek Manggala, Kompol Semuel To'longan, S.H., M.H., M.Si, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut arahan pimpinan sebagai bentuk penguatan pencegahan dini terhadap berbagai potensi gangguan keamanan melalui peran aktif Bhabinkamtibmas bersama masyarakat.
Menurutnya, kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat tidak hanya sebagai pembina keamanan, tetapi juga menjadi penggerak kolaborasi antara kepolisian dan warga dalam menjaga lingkungan agar tetap aman, tertib, dan kondusif.
"Melalui Bhabinkamtibmas, kami terus mendorong kolaborasi dengan warga binaan agar bersama-sama melakukan deteksi dan pencegahan dini terhadap potensi gangguan kamtibmas. Keamanan lingkungan bukan hanya menjadi tugas kepolisian, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama," ujar Kapolsek.
Ia menegaskan bahwa keterlibatan seluruh lapisan masyarakat sangat dibutuhkan untuk mencegah munculnya kelompok-kelompok yang berpotensi melakukan aksi kriminal maupun meresahkan masyarakat.
Kapolsek juga mengimbau kepada seluruh tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, ketua RT/RW, serta seluruh elemen masyarakat agar terus memperkuat komunikasi, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, dan tidak ragu memberikan informasi kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya aktivitas yang mengarah pada aksi geng motor ataupun tindak pidana lainnya.
Selain itu, Kapolsek Manggala memberikan perhatian khusus kepada para orang tua agar senantiasa meningkatkan pengawasan terhadap putra-putrinya, terutama saat berada di luar rumah pada malam hari maupun ketika bergaul dengan lingkungan sebayanya.
"Peran keluarga merupakan benteng utama dalam mencegah anak-anak terlibat dalam pergaulan negatif. Kami mengajak seluruh orang tua untuk lebih memperhatikan aktivitas anak, mengetahui dengan siapa mereka bergaul, mengawasi penggunaan media sosial, serta memberikan pendidikan karakter dan nilai-nilai agama sejak dini. Jangan biarkan anak-anak kita terjerumus dalam kelompok geng motor ataupun perilaku yang melanggar hukum," pesannya.
Ia juga mengingatkan para remaja agar tidak mudah terpengaruh oleh ajakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain. Masa muda, menurutnya, seharusnya dimanfaatkan untuk belajar, berprestasi, mengembangkan bakat, serta melakukan kegiatan positif yang membanggakan keluarga dan masyarakat.
Melalui gerakan "STOP GENG MOTOR!", Polsek Manggala berharap dapat menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan, menolak segala bentuk kekerasan jalanan, serta menciptakan Kecamatan Manggala yang aman, damai, nyaman, dan bebas dari aksi premanisme maupun kriminalitas.
Polsek Manggala juga mengajak masyarakat untuk terus menjalin sinergi dengan kepolisian. Apabila menemukan potensi gangguan kamtibmas, aksi geng motor, balap liar, atau tindak kejahatan lainnya, masyarakat diimbau segera menghubungi Layanan Kepolisian 110 atau melaporkannya kepada Bhabinkamtibmas maupun kantor kepolisian terdekat agar dapat segera ditindaklanjuti.
Dengan sinergi antara kepolisian, pemerintah, tokoh masyarakat, dan seluruh warga, diharapkan situasi keamanan dan ketertiban di wilayah Kecamatan Manggala dapat terus terjaga sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman, nyaman, dan kondusif.


