Tanjab Barat, detiksatu.com || Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kuala Tungkal menggelar panen raya hasil program Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) sebagai bentuk nyata pembinaan kemandirian warga binaan sekaligus dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional. Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Tanjung Jabung Barat Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag bersama Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jambi Dr.Tr.Irwan Rahmat Gumilar A md. IP, S. H. M.H pada Selasa (14/7/2026)
Panen raya yang berlangsung di area pertanian Lapas Kelas IIB Kuala Tungkal itu menjadi bukti bahwa program asimilasi tidak hanya berorientasi pada pembinaan karakter, tetapi juga mampu menghasilkan karya produktif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan daerah.
Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Jambi Dr.Tr Irwan Rahmat Gumilar A md. IP, S. H. M.H menyampaikan "Kegiatan ini berlangsung di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Kelas IIB Kuala Tungkal, yang dijalankan untuk mendukung program ketahanan pangan dari Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.Area ini mengelola budidaya ikan, bebek, tebu, hingga pisang. Baru-baru ini, mereka berhasil memanen ikan patin berkualitas baik setelah masa pemeliharaan selama 8 bulan.
Kami berharap adanya dukungan dari pemerintah daerah untuk membantu pemasaran hasil panen agar dapat memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat sekaligus menggerakkan roda ekonomi.kemungkinan Lapas akan ada penambahan kuota pekerja hingga minimal 50 orang warga binaan. Tujuannya agar mereka mendapatkan bekal keterampilan (peternakan, pertanian, perikanan) dan premi (upah) sebagai modal mandiri saat bebas nanti.
Dalam hal ini bupati tanjab barat Drs.Anwar Sadat.M.Ag juga turut menyampaikan dan memberi dukungan serta apresiasi terhadap program Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE)"Pertama Pemerintah daerah menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Kalapas Kelas IIB Kuala Tungkal, Kakanwil, dan seluruh jajaran atas dedikasinya dalam membina warga binaan yang merupakan masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Barat.Program ini diharapkan dapat membekali warga binaan agar setelah bebas nanti, mereka bisa kembali hidup layak dan berdampingan dengan baik bersama keluarga dan masyarakat.
Pemda berkomitmen penuh mendukung program lapas dengan menyalurkan berbagai bantuan, mulai dari sektor peternakan, bibit ikan, hingga sarana produksi pertanian (saprodi).Dan Pemda sendiri berencana mengolaborasikan hasil produksi pangan dari warga binaan dengan SPPK (Satuan Pemenuhan Kebutuhan/lembaga terkait) di Tanjung Jabung Barat. Tujuannya agar pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat (seperti sayur, telur, dan ikan) bisa langsung dipasok dari Lapas.Langkah kolaborasi ini juga menjadi komitmen Pemda dalam menjalankan instruksi Mendagri untuk menjaga ketahanan pangan dan menekan inflasi daerah guna mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah.(Hen)