Layanan Hemodialisa RSUD Sultan Iskandar Muda Permudah Akses Cuci Darah bagi Masyarakat Nagan Raya

Layanan Hemodialisa RSUD Sultan Iskandar Muda Permudah Akses Cuci Darah bagi Masyarakat Nagan Raya

Jumat, 10 Juli 2026 | Jumat, Juli 10, 2026 WIB Last Updated 2026-07-09T17:58:49Z


Nagan Raya,Detiksatu.com || Kehadiran layanan hemodialisa di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Iskandar Muda Kabupaten Nagan Raya menjadi solusi bagi masyarakat, khususnya pasien gagal ginjal kronik yang memerlukan terapi cuci darah secara rutin. 

Sejak fasilitas tersebut beroperasi pada April 2026, masyarakat kini dapat memperoleh layanan hemodialisa di daerah sendiri tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke rumah sakit di luar Kabupaten Nagan Raya. 

Hingga Juli 2026, Unit Hemodialisa RSUD Sultan Iskandar Muda telah melaksanakan sekitar 210 tindakan hemodialisa dan saat ini melayani 10 pasien reguler yang menjalani terapi dua kali setiap minggu. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus meningkat seiring bertambahnya kebutuhan pelayanan.

Pelayanan hemodialisa di RSUD Sultan Iskandar Muda berada di bawah pembinaan dan tanggung jawab dr. Edi Hidayat, Sp.PD, FINASIM, AIFO-K, FISQua, selaku dokter spesialis penyakit dalam. 

Dalam pelayanan tersebut didukung oleh dr. Suhardan sebagai dokter pelaksana yang telah mengikuti pelatihan hemodialisa, serta enam perawat yang bertugas di unit hemodialisa. 

Dari jumlah tersebut, tiga perawat telah mengantongi sertifikat pelatihan hemodialisa, sedangkan tiga lainnya bertugas sebagai perawat pendamping pelayanan.

Dokter Pelaksana Unit Hemodialisa RSUD SIM, dr. Suhardan mengungkapkan bahwa saat ini Unit Hemodialisa memiliki 10 unit mesin, terdiri atas 8 mesin operasional, 1 mesin cadangan (backup) untuk menjamin kontinuitas pelayanan apabila terjadi gangguan teknis.

“Serta 1 mesin khusus di ruang isolasi yang disiapkan bagi pasien dengan penyakit infeksi tertentu, seperti Hepatitis B (HBsAg positif) maupun HIV, sesuai standar pelayanan hemodialisis,” ungkap dr. Suhardan di Ujong Fatihah, Kamis (9/7/2026). 

Ia menjelaskan bahwa keberadaan mesin cadangan dan ruang isolasi merupakan bagian dari komitmen rumah sakit dalam memberikan pelayanan yang aman, bermutu, dan berkesinambungan kepada seluruh pasien.

“Sebagian besar pasien yang saat ini menjalani terapi di RSUD Sultan Iskandar Muda merupakan warga Kabupaten Nagan Raya yang sebelumnya harus melakukan cuci darah di rumah sakit luar daerah, seperti RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh, RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh, maupun RSUD Meuraxa Banda Aceh,” kata Suhardan. 

Ia menambahkan dengan beroperasinya layanan hemodialisa di RSUD Sultan Iskandar Muda, pasien-pasien tersebut secara bertahap dapat melanjutkan terapi di daerah sendiri.

“Sehingga mengurangi beban biaya, waktu perjalanan, serta meningkatkan kenyamanan pasien dan keluarga,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Ruangan Unit Hemodialisa RSUD Sultan Iskandar Muda, Dina Hermiyana, A.Md.Kep., menjelaskan bahwa pelayanan hemodialisa tersedia enam hari dalam seminggu, yaitu Senin hingga Sabtu. 

“Namun demikian, apabila terdapat pasien rawat inap yang memerlukan tindakan hemodialisa darurat pada hari Minggu maupun hari libur nasional, rumah sakit tetap siap memberikan pelayanan sesuai indikasi medis,” jelasnya.(Pian)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Layanan Hemodialisa RSUD Sultan Iskandar Muda Permudah Akses Cuci Darah bagi Masyarakat Nagan Raya

Trending Now

Iklan