LEBAK, DETIKSATU.COM – Kondisi Jalan Kabupaten yang melintasi Kampung Rajab, Desa Pasir Kembang, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, Banten, mengalami kerusakan parah dan dikeluhkan warga. Jalan yang menjadi akses utama masyarakat itu kini berubah menjadi kubangan lumpur sehingga menghambat aktivitas sehari-hari.
Warga menduga kerusakan jalan disebabkan oleh tingginya intensitas kendaraan berat pengangkut tanah dari proyek Waduk Karian yang beroperasi menuju lokasi pengurugan milik PT BRP. Truk-truk tersebut disebut menggunakan jalan kabupaten sebagai jalur operasional.
Berdasarkan pantauan di lapangan, badan jalan dipenuhi lumpur tebal dengan bekas lintasan kendaraan berat yang membentuk alur-alur dalam. Kondisi tersebut membuat jalan licin dan membahayakan pengguna, terutama pengendara sepeda motor saat hujan turun. Kamis,(30/7/2026).
"Jalan sudah seperti sawah. Sangat mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat dan anak-anak yang berangkat sekolah. Sampai sekarang belum ada tindakan nyata dari pihak terkait," ujar salah seorang perwakilan warga Kampung Rajab.
Warga meminta pihak perusahaan segera bertanggung jawab memperbaiki jalan yang rusak akibat aktivitas proyek. Mereka khawatir jika truk bermuatan tanah terus melintas tanpa adanya perbaikan, kerusakan jalan akan semakin parah dan meningkatkan risiko kecelakaan.
Selain mendesak PT BRP dan PT PP untuk segera melakukan perbaikan, warga juga meminta Pemerintah Kabupaten Lebak serta instansi terkait turun tangan melakukan mediasi dan mengambil langkah tegas agar akses jalan masyarakat dapat kembali berfungsi dengan baik.
Warga juga menyoroti belum adanya upaya perbaikan maupun normalisasi jalan dari pihak perusahaan. Mereka berharap pemerintah segera melakukan pengawasan terhadap aktivitas proyek agar tidak menimbulkan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.
Menurut warga, kondisi jalan yang rusak diduga bertentangan dengan kewajiban pelaku usaha untuk mencegah dampak lingkungan sebagaimana diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Selain perbaikan jalan, masyarakat meminta adanya jaminan keselamatan bagi para pengguna jalan, terutama pada malam hari mengingat kondisi jalan yang licin dan minim penerangan.
Warga menegaskan, apabila dalam waktu dekat tidak ada respons maupun tindakan nyata dari pihak perusahaan dan pemerintah, mereka akan mempertimbangkan langkah lanjutan, termasuk menggelar aksi sebagai bentuk tuntutan atas hak masyarakat memperoleh akses jalan yang layak.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT BRP maupun PT PP belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan warga dan dugaan dampak aktivitas kendaraan proyek terhadap kerusakan jalan tersebut.(Jul)

