P3GAI Desa Awar-Awar Disorot, Diduga Tanpa Pondasi dan Abaikan Juknis, Anggaran Rp195 Juta Dipertanyakan

Follow

P3GAI Desa Awar-Awar Disorot, Diduga Tanpa Pondasi dan Abaikan Juknis, Anggaran Rp195 Juta Dipertanyakan

Jumat, 24 Juli 2026 | Jumat, Juli 24, 2026 WIB Last Updated 2026-07-24T11:54:05Z


Situbondo,detiksatu.com || Pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3GAI) di Desa Awar-Awar, Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo, menuai sorotan. Proyek senilai sekitar Rp195 juta yang dikerjakan oleh Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Desa Awar-Awar diduga tidak dilaksanakan sesuai petunjuk teknis (juknis).

Pekerjaan yang berada di Daerah Irigasi Banyuputih dengan panjang saluran sekitar 250 meter itu menjadi perhatian setelah ditemukan dugaan adanya ketidaksesuaian pada metode pelaksanaan konstruksi di lapangan.

Berdasarkan hasil pantauan, pasangan batu pada plengsengan irigasi diduga dipasang tanpa diawali pekerjaan pondasi. Di sejumlah titik, batu terlihat menempel langsung di atas permukaan tanah tanpa galian pondasi yang semestinya menjadi dasar bangunan.

Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai kualitas konstruksi dan daya tahan bangunan dalam menghadapi tekanan air, terutama saat debit irigasi meningkat pada musim penghujan.

Selain dugaan tidak adanya pondasi, kualitas adukan semen juga menjadi sorotan. Campuran material diduga tidak memenuhi standar teknis sebagaimana diatur dalam pelaksanaan Program P3GAI.

Apabila dugaan tersebut terbukti, bangunan dikhawatirkan tidak memiliki kekuatan yang memadai sehingga berpotensi mengalami kerusakan lebih cepat dan mengurangi manfaat bagi para petani penerima program.

Seorang pekerja yang ditemui di lokasi mengaku hanya menjalankan pekerjaan sesuai arahan dari ketua kelompok pelaksana. Ia menyebut para pekerja tidak mengetahui secara rinci spesifikasi teknis proyek yang sedang dikerjakan.

Pekerja itu juga mengungkapkan bahwa sebagian besar tenaga kerja yang terlibat bukan berasal dari Desa Awar-Awar, melainkan didatangkan dari luar daerah. Keterangan tersebut disampaikan saat ditemui di lokasi pada Jumat (24/7/2026).

Padahal, salah satu tujuan Program P3GAI adalah memberdayakan masyarakat sekitar melalui pelibatan tenaga kerja lokal agar manfaat pembangunan juga dirasakan secara langsung oleh warga setempat.

Sementara itu, Ketua P3A Desa Awar-Awar selaku pelaksana proyek, Imam, belum berhasil dimintai konfirmasi terkait berbagai dugaan tersebut. Saat didatangi ke lokasi maupun dicari untuk dimintai keterangan, yang bersangkutan tidak berada di tempat.

Sorotan terhadap proyek tersebut juga datang dari LSM Penjara Kabupaten Situbondo. Wakil Ketua Umum LSM Penjara, Gafur, menilai pelaksanaan pekerjaan patut diaudit karena diduga tidak mengacu pada ketentuan teknis yang berlaku.

"Kalau melihat kondisi di lapangan, pekerjaan ini diduga tidak sesuai juknis. Mulai dari pondasi yang diduga tidak ada hingga kualitas pasangan batu yang patut dipertanyakan. Ini harus menjadi perhatian instansi terkait," tegas Gafur.

Menurutnya, setiap proyek yang menggunakan anggaran negara wajib dikerjakan sesuai spesifikasi agar kualitas bangunan terjamin dan tidak menimbulkan kerugian bagi masyarakat maupun negara.

Ia juga meminta instansi terkait serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) melakukan pengawasan dan pemeriksaan menyeluruh terhadap pekerjaan tersebut.

Pemeriksaan, menurut Gafur, perlu mencakup kualitas material, metode pelaksanaan, volume pekerjaan, hingga kesesuaian hasil pembangunan dengan dokumen perencanaan.

Apabila ditemukan adanya pelanggaran terhadap ketentuan teknis maupun administrasi, ia meminta agar pihak yang bertanggung jawab dikenai sanksi sesuai peraturan yang berlaku.

Proyek P3GAI sendiri merupakan program yang bertujuan meningkatkan fungsi jaringan irigasi sekaligus memperkuat peran masyarakat dalam pengelolaan sumber daya air melalui pelaksanaan yang transparan dan sesuai standar.

Karena itu, setiap tahapan pekerjaan dituntut memenuhi spesifikasi teknis agar manfaat pembangunan dapat dirasakan dalam jangka panjang oleh para petani.

Hingga berita ini diterbitkan, Ketua P3A Desa Awar-Awar, Imam, belum memberikan tanggapan karena belum berhasil dikonfirmasi.

Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan akan memuat klarifikasi dari pihak pelaksana maupun instansi terkait apabila telah memberikan penjelasan resmi atas berbagai dugaan yang disampaikan dalam pemberitaan ini. (Agus)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • P3GAI Desa Awar-Awar Disorot, Diduga Tanpa Pondasi dan Abaikan Juknis, Anggaran Rp195 Juta Dipertanyakan

Trending Now

Iklan