Festival Film Bandung menjadi ruang apresiasi bagi insan perfilman sekaligus mendorong lahirnya karya kreatif dari Kota Bandung.
Tema tersebut disampaikan dalam Pengumuman Nominasi Film dan Narafilm Terpuji Festival Film Bandung ke-39 di Gulapadi Bandung.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung Adi Junjunan Mustafa mengatakan, Bandung memiliki sejarah panjang dalam perkembangan perfilman nasional.
Adi menyebut, Bandung menjadi tempat lahirnya film panjang pertama Indonesia, Lutung Kasarung, serta tergabung dalam UNESCO Creative Cities Network.
"Film menjadi muara berbagai cabang seni, mulai dari teater, sastra, musik hingga tari. Berbagai pesan kemanusiaan dan budaya dapat disampaikan melalui film karena film merupakan bahasa yang universal," ujar Adi.
Adi berharap kreativitas insan perfilman terus tumbuh sehingga Festival Film Bandung tetap berkontribusi bagi perkembangan perfilman Indonesia.
"Bandung harus terus mempertahankan kreativitasnya, termasuk dalam bidang perfilman. Forum Film Bandung melalui Festival Film Bandung ke-39 ini menjadi salah satu kontributor yang luar biasa bagi perkembangan perfilman nasional," katanya.
Ketua Regu Pengamatan Film Indonesia Forum Film Bandung Rosyid E. Abby mengatakan, tema Sinema Rona Keluarga dipilih berdasarkan pengamatan terhadap karya yang tayang selama September 2025 hingga Juni 2026.
Rosyid menjelaskan, tema keluarga menjadi benang merah yang paling kuat dalam berbagai genre film Indonesia, mulai dari drama, komedi, laga, hingga horor.
"Film-film Indonesia banyak berbicara tentang hubungan ayah, ibu, dan anak, tentang kehilangan, harapan, konflik, hingga kehangatan keluarga. Sinema memberi warna bagi keluarga, dan keluarga juga memberi warna bagi sinema Indonesia. Itulah makna Sinema Rona Keluarga," ujar Rosyid.
Panitia Festival Film Bandung Iwan Kusmawan mengatakan, Regu Pengamat Forum Film Bandung menilai 344 karya selama periode pengamatan.
Jumlah tersebut terdiri atas 144 film Indonesia, 151 film impor, 26 serial televisi, dan 23 serial web.
Iwan menyebut, pengumuman nominasi menjadi awal rangkaian Festival Film Bandung ke-39 sebelum malam puncak penghargaan 22 Agustus 2026.
"Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung. Mudah-mudahan ke depan dukungan Pemerintah Kota Bandung semakin besar sehingga Festival Film Bandung dapat berlangsung lebih meriah," tuturnya.
Malam puncak Festival Film Bandung ke-39 dijadwalkan berlangsung 22 Agustus 2026 sebagai ajang pemberian penghargaan kepada karya dan insan perfilman terpuji.(Red)

