Jember – detiksatu.com // Pemerintah Kabupaten Jember bersiap mengubah pola pelayanan kesehatan dengan menghadirkan program Homecare, layanan jemput bola yang memungkinkan tenaga kesehatan mendatangi langsung rumah warga.
Program ini diprioritaskan bagi masyarakat kurang mampu agar memperoleh akses layanan kesehatan tanpa harus terbebani kendala jarak maupun biaya transportasi.
Bupati Jember, Gus Fawait, mengatakan peluncuran program Homecare dijadwalkan berlangsung pada 24 Juli 2026. Sebelum diterapkan secara penuh, layanan tersebut telah diuji coba di sejumlah wilayah sebagai bagian dari penyempurnaan sistem pelayanan.
Menurut Gus Fawait, Homecare bukan sekadar program kunjungan tenaga kesehatan, melainkan upaya menghadirkan konsep dokter keluarga bagi masyarakat yang selama ini sulit mendapatkan pelayanan medis secara optimal.
"Kami ingin memastikan masyarakat kecil juga merasakan pelayanan kesehatan yang layak. Mereka berhak memperoleh pendampingan kesehatan sebagaimana keluarga yang memiliki kemampuan ekonomi lebih," ujarnya, Rabu (22/7/2026) malam.
Untuk memastikan kesiapan di lapangan, Pemkab Jember mengerahkan sekitar 1.200 tenaga kesehatan yang akan diperkenalkan melalui apel siaga armada pada Kamis (23/7/2026). Seluruh personel tersebut akan bertugas melalui jaringan 50 puskesmas yang tersebar di Kabupaten Jember.
Pada tahap awal, layanan Homecare akan menyasar antara 50 ribu hingga 100 ribu kepala keluarga yang telah masuk dalam sasaran program.
Keunggulan lain dari layanan ini adalah pemanfaatan teknologi telemedicine. Apabila tenaga kesehatan menemukan pasien yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, konsultasi dapat langsung dilakukan melalui sambungan video dengan dokter umum, dokter spesialis hingga subspesialis.
Jika diperlukan, pasien juga akan didampingi hingga proses rujukan ke fasilitas kesehatan lanjutan.
Gus Fawait menegaskan Homecare akan terus dievaluasi agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat. Ia juga mengajak masyarakat dan media turut memberikan masukan sehingga pelayanan yang diberikan benar-benar sesuai kebutuhan warga.
"Program ini adalah bentuk komitmen kami untuk mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat. Pemerintah harus hadir ketika warga membutuhkan pertolongan, bukan hanya menunggu mereka datang ke fasilitas kesehatan," pungkasnya.
(Wiwik)