Lebak,detiksatu.com || Usai menggelar aksi unjuk rasa di lokasi proyek PT Waskita Karya di Kampung Pasir Peteuy, Desa Padasuka, perwakilan warga diundang untuk berdialog dengan manajemen perusahaan di kantor proyek yang berlokasi di Desa Bungur Mekar, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, Jumat (24/7/2026).
Pertemuan tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas berbagai aspirasi yang disampaikan warga terkait dampak aktivitas proyek. Dalam dialog itu, pihak PT Waskita Karya menyatakan bahwa perusahaan tidak mengabaikan keluhan masyarakat dan berkomitmen melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
"Kami bukan tidak ada tanggapan. Dari segi implementasi mungkin masih ada kekurangan, dan itu akan kami evaluasi serta kami perbaiki. Harapan terbesar kami, proyek ini bisa berjalan lancar dengan dukungan dari masyarakat," ujar perwakilan manajemen PT Waskita Karya.
Pihak perusahaan juga menjelaskan bahwa sejak awal proyek berjalan telah dilakukan sosialisasi kepada masyarakat. Namun, mereka mengakui sosialisasi tersebut kemungkinan masih belum menjangkau seluruh warga sehingga komunikasi akan terus ditingkatkan.
Menanggapi keluhan mengenai debu akibat aktivitas kendaraan proyek, PT Waskita Karya meminta masyarakat memberikan informasi mengenai titik-titik yang paling terdampak agar penyiraman jalan dapat dilakukan secara lebih maksimal.
"Kami membutuhkan masukan dari masyarakat terkait lokasi-lokasi yang terdampak. Kami mohon diinformasikan titik mana saja yang perlu dilakukan penyiraman secara rutin," katanya.
Sementara itu, terkait keluhan kebisingan, pihak perusahaan menyampaikan bahwa pekerjaan pada malam hari telah dihentikan sebagai bentuk tindak lanjut atas aspirasi warga.
"Untuk masalah kebisingan, kami sudah menghentikan pekerjaan hingga malam hari," jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, manajemen PT Waskita Karya juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat karena belum sepenuhnya memenuhi harapan warga yang terdampak aktivitas proyek.
"Kami meminta maaf karena belum bisa memenuhi harapan masyarakat. Masukan dari warga akan menjadi bahan evaluasi agar pelaksanaan proyek ke depan lebih baik," ujarnya.
Selain itu, PT Waskita Karya menegaskan bahwa perusahaan membuka kesempatan kerja bagi masyarakat sekitar proyek sesuai dengan kebutuhan dan kompetensi yang dimiliki.
"Kalau ada warga setempat yang ingin bekerja, kami persilakan. Namun tentu harus memiliki keterampilan dan kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan pekerjaan. Untuk pekerjaan yang bersifat umum atau pekerjaan berat yang tidak memerlukan keahlian khusus, kami juga membuka kesempatan selama yang bersangkutan bersedia bekerja," terang perwakilan PT Waskita Karya.
Dialog berlangsung dalam suasana kondusif. Baik pihak perusahaan maupun perwakilan warga berharap komunikasi dapat terus terjalin sehingga setiap persoalan yang muncul dapat diselesaikan melalui musyawarah, sekaligus meminimalkan dampak proyek terhadap masyarakat sekitar.(Jul)