3.800 Hektare Lahan PDP Kahyangan Jangan Jadi Aset Tidur

3.800 Hektare Lahan PDP Kahyangan Jangan Jadi Aset Tidur

Agustus 27, 2026 | Agustus 27, 2026 WIB Last Updated 2026-08-27T15:25:48Z
JEMBER , detiksatu.com || Ribuan hektare lahan Perusahaan Daerah Perkebunan (PDP) Kahyangan Jember kini dipacu agar tidak sekadar menjadi aset di atas kertas. 

Perusahaan daerah itu menggandeng PTPN I Regional 5 untuk menggeber produktivitas lahan sekaligus membenahi bisnis perkebunan.

Total lahan yang menjadi perhatian mencapai sekitar 3.800 hektare. Salah satu bidikan terdekat adalah komoditas tebu. Saat ini, area tebu PDP Kahyangan baru sekitar 80 hektare. Luasan tersebut dinilai masih sangat kecil dibandingkan potensi lahan yang dikelola.

Direktur Utama PDP Kahyangan Jember Gogot Cahyo Baskoro mengatakan, pengalaman PTPN menjadi modal penting untuk mengembangkan bisnis tersebut. 

Kolaborasi tidak hanya diarahkan pada perluasan tanaman, tetapi juga transfer pengetahuan mengenai manajemen perkebunan.

“PDP Kahyangan berencana memperluas area tanam tebu yang saat ini baru berkisar 80 hektare. Kami akan memanfaatkan keahlian PTPN yang sudah berpengalaman di bidang tersebut,” ujarnya.

Yang diburu bukan sekadar luas tanam. 

PDP Kahyangan juga ingin memutus ketergantungan pada pasar lokal. Melalui jejaring PTPN I Regional 5, perusahaan daerah tersebut akan membuka akses kepada buyer internasional.

Jika terealisasi, jalur ekspor itu bisa menjadi pengungkit nilai jual produk perkebunan Kahyangan. 

Komoditas unggulan tidak lagi hanya mengandalkan pasar domestik, tetapi bisa ditawarkan ke pasar dengan harga yang lebih kompetitif.

Bukan cuma bisnis, keamanan aset ikut dibenahi. PDP Kahyangan bersama PTPN I Regional 5 menyepakati sistem pengamanan terpadu di kawasan perkebunan yang berbatasan langsung.

Dua titik yang menjadi perhatian berada di Kebun Sumber Pandan, Kecamatan Sumberbaru, dan Kebun Sumber Tenggulun, Kecamatan Tanggul. 

Pengamanan terpadu diperlukan agar aktivitas perkebunan berjalan lebih aman sekaligus menjaga aset perusahaan.

Sementara itu, karet dan kopi tetap menjadi komoditas utama. Apalagi harga kedua komoditas tersebut sedang berada dalam kondisi positif. Namun, PDP Kahyangan mulai menyiapkan sumber pendapatan alternatif.

Budidaya kayu gaharu mulai dijajaki. 

Peremajaan tanaman kopi juga disiapkan untuk menjaga produktivitas kebun dalam jangka panjang.

Langkah tersebut menunjukkan arah baru pengelolaan PDP Kahyangan. 

Perusahaan tidak cukup hanya mempertahankan kebun yang sudah ada. Setiap lahan dituntut memberikan kontribusi terhadap pendapatan perusahaan.

Namun, target akhirnya bukan hanya neraca perusahaan yang sehat. PDP Kahyangan juga membawa misi sosial di kawasan perkebunan. 

Optimalisasi lahan diharapkan ikut membuka ruang peningkatan kesejahteraan pekerja serta membantu pengentasan kemiskinan masyarakat di sekitar kebun.

Dengan menggandeng PTPN I Regional 5, PDP Kahyangan kini menghadapi pekerjaan besar: mengubah 3.800 hektare lahan menjadi sumber kekuatan ekonomi Jember. 

Bukan sekadar aset, tetapi lahan produktif yang menghasilkan dan memberi manfaat bagi masyarakat.

(Wiwik)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • 3.800 Hektare Lahan PDP Kahyangan Jangan Jadi Aset Tidur

Trending Now