4.800 Pencari Kerja Berebut 2.873 Lowongan

4.800 Pencari Kerja Berebut 2.873 Lowongan

Agustus 27, 2026 | Agustus 27, 2026 WIB Last Updated 2026-08-27T14:56:30Z
JEMBER , detiksatu.com || Persaingan berburu pekerjaan di Jember makin terasa. Sebanyak 4.800 lebih pencari kerja menyerbu Jember Job Fair 2026 di Balai Serba Guna, Kamis (27/8). Mereka harus berebut dengan ribuan pelamar lain untuk mendapatkan 2.873 lowongan yang disediakan 59 perusahaan.

Rasio sederhananya menunjukkan satu hal: jumlah pencari kerja jauh lebih banyak dibanding kursi pekerjaan yang tersedia. Karena itu, datang ke Job Fair belum menjadi jaminan mendapatkan pekerjaan. Pelamar tetap harus bersaing melalui tahapan seleksi yang ditentukan perusahaan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Jember Drs. Hadi Mulyono menyebut lonjakan peserta tahun ini cukup signifikan. Jumlah pencari kerja yang hadir bahkan lebih dari dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya.

“Yang patut kita syukuri, jumlah peserta atau pencari kerja cukup banyak. Lebih dari dua kali lipat dari tahun kemarin, ada sekitar 4.800 sekian yang ikut mencari kerja,” ujar Hadi.

Puluhan perusahaan yang membuka rekrutmen datang dari berbagai sektor. Tidak hanya perusahaan yang beroperasi di Jember, tetapi juga perusahaan dari luar daerah serta perusahaan penempatan pekerja migran Indonesia (PMI).

Ragam lowongan tersebut memberi pilihan bagi pelamar. 

Namun, di balik banyaknya posisi yang tersedia, persaingan tetap menjadi tantangan. 

Kompetensi, latar belakang pendidikan, hingga kesesuaian kualifikasi menjadi penentu apakah seorang pelamar bisa melangkah ke tahap berikutnya.

Kondisi ini sekaligus memperlihatkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap pekerjaan masih tinggi. Padahal, secara statistik, tingkat pengangguran Jember menunjukkan tren positif.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Jember sebesar 3,06 persen. 

Angka tersebut lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya dan berada di bawah angka Jawa Timur serta nasional.

Tetapi pemerintah menyadari, angka statistik tidak selalu menggambarkan seluruh persoalan di lapangan. Masih ada masyarakat yang membutuhkan pekerjaan, terutama mereka yang baru lulus pendidikan dan belum memiliki pengalaman kerja.

Salah satunya Rasti Camelia, warga Tanggul Kulon. 

Lulusan manajemen perkantoran yang baru menyelesaikan pendidikan pada Mei lalu itu datang dengan target mendapatkan pekerjaan di bidang administrasi.

“Adanya Job Fair ini bisa menjadi upaya bagi orang-orang yang masih belum bekerja untuk segera mendapatkan pekerjaan,” ujar Rasti.

Tingginya jumlah pencari kerja menjadi pekerjaan rumah sekaligus tantangan bagi pemerintah daerah. Sebab, membuka akses lowongan saja tidak cukup. Penyerapan tenaga kerja hingga benar-benar bekerja menjadi ukuran yang lebih penting.

Mewakili Bupati Jember Gus Muhammad Fawait, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Jember Indra Tri Purnomo mengatakan, Job Fair merupakan bagian dari ikhtiar pemerintah mempertemukan tenaga kerja dengan kebutuhan dunia usaha.

“Jember Job Fair merupakan kegiatan untuk mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan atau penyedia jasa pekerjaan. Kegiatan ini merupakan wujud ikhtiar bersama untuk membuka harapan, memperluas kesempatan kerja, serta mempertemukan potensi sumber daya manusia Jember dengan kebutuhan nyata dunia usaha dan industri,” katanya.

Pemkab Jember juga mengapresiasi perusahaan yang membuka kesempatan kerja. 

Dunia usaha diharapkan tidak hanya menjadi pengguna tenaga kerja, tetapi ikut menjadi mitra pemerintah dalam memperluas lapangan pekerjaan bagi masyarakat lokal.

Pendaftaran Job Fair dilakukan melalui dua jalur, yakni daring dan langsung di lokasi. 

Setelah mendaftar, pencari kerja mengikuti mekanisme seleksi masing-masing perusahaan.

Indra meminta para pelamar memanfaatkan kesempatan tersebut dengan serius. 

Terlebih, tidak setiap hari puluhan perusahaan membuka rekrutmen dalam satu lokasi.

“Manfaatkanlah kesempatan ini dengan sebaik-baiknya, secara profesional dan berkualitas,” tegasnya.

Jember Job Fair 2026 akhirnya menyisakan tantangan yang lebih besar daripada sekadar angka 4.800 pencari kerja. Dari 2.873 lowongan yang diperebutkan, berapa banyak yang nantinya benar-benar berubah menjadi pekerjaan? Jawaban itulah yang akan menentukan seberapa efektif bursa kerja tersebut membantu masyarakat keluar dari persoalan pengangguran.

(Wiwik)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • 4.800 Pencari Kerja Berebut 2.873 Lowongan

Trending Now