Bawa DENTIDOLL ke Panggung Dunia, Mahasiswa FKG USK Raih Silver Medal di Malaysia

Bawa DENTIDOLL ke Panggung Dunia, Mahasiswa FKG USK Raih Silver Medal di Malaysia

Agustus 17, 2026 | Agustus 17, 2026 WIB Last Updated 2026-08-17T15:30:46Z

Banda Aceh,detiksatu.com || Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Syiah Kuala (USK) di kancah internasional. Melalui inovasi DENTIDOLL: Bridging Acehnese Culture and Children's Oral Health Through Interactive Dental Education Dolls, tim mahasiswa USK berhasil meraih Silver Medal pada ajang 2nd Youth Preneur Summit (YPS) 2026 Malaysia Chapter yang berlangsung di Malaysia pada 15–16 Agustus 2026.

Tidak hanya membawa pulang medali perak, DENTIDOLL juga berhasil meraih penghargaan Favorite Poster dan Favorite Paper. Tiga capaian tersebut menjadi bukti bahwa inovasi mahasiswa USK yang mengangkat isu kesehatan gigi anak sekaligus kekayaan budaya Aceh mampu mendapat apresiasi di tingkat internasional.

Tim DENTIDOLL dipimpin oleh Talita Talbiyah dari FKG USK, dengan anggota Azka Faris Hidayat dari FKG USK, Muhammad Naufal dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) USK, serta Khalisha Maisura dari FEB USK. Tim tersebut mendapat bimbingan dari Dr. drg. Diana Setya Ningsih.

Salah satu sosok yang turut menjadi bagian penting dalam keberhasilan tersebut adalah Azka Faris Hidayat, putra terbaik Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, yang merupakan alumni SMA Negeri Bunga Bangsa. Prestasi Azka di panggung internasional menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Darul Makmur dan Nagan Raya.

Azka Faris Hidayat merupakan putra dari Sertu Iskandar, Babinsa Koramil 05 Darul Makmur/Kodim 0116 Nagan Raya. Keberhasilan Azka meraih prestasi internasional bersama tim DENTIDOLL menjadi bukti bahwa putra-putri daerah mampu bersaing dan mengukir prestasi hingga ke tingkat dunia.

DENTIDOLL berawal dari gagasan untuk menghadirkan metode baru dalam menyampaikan edukasi kesehatan gigi kepada anak-anak. Selama ini, edukasi kesehatan gigi umumnya disampaikan melalui penyuluhan, poster, maupun media pembelajaran konvensional. DENTIDOLL hadir dengan pendekatan berbeda melalui boneka edukatif interaktif yang dirancang agar lebih menarik dan dekat dengan dunia anak.

Keunikan DENTIDOLL terletak pada perpaduan antara edukasi kesehatan gigi dan budaya Aceh. Karakter boneka dirancang dengan sentuhan budaya lokal sehingga anak-anak tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai cara menjaga kesehatan gigi dan mulut, tetapi juga diperkenalkan pada identitas serta kekayaan budaya Aceh sejak usia dini.

Konsep tersebut menjadikan DENTIDOLL bukan sekadar produk permainan, melainkan media edukasi yang memadukan aspek kesehatan, pendidikan, budaya, dan kewirausahaan. Melalui pendekatan interaktif dan menyenangkan, anak-anak diharapkan lebih mudah memahami pentingnya menyikat gigi, menjaga kebersihan rongga mulut, serta membangun kebiasaan hidup sehat sejak dini.

Keberhasilan DENTIDOLL di Malaysia juga tidak terlepas dari kolaborasi lintas disiplin dalam tim. Latar belakang kedokteran gigi memberikan dasar ilmiah dalam pengembangan materi kesehatan gigi, sementara perspektif ekonomi mendukung pengembangan model bisnis, peluang pasar, hingga potensi komersialisasi produk.

Pada ajang 2nd Youth Preneur Summit 2026 Malaysia Chapter, kemampuan tim dalam mengembangkan gagasan, mempresentasikan inovasi, serta menjelaskan nilai sosial dan peluang bisnis DENTIDOLL mendapat apresiasi dari para juri. Silver Medal menjadi pencapaian utama yang kemudian dilengkapi dengan penghargaan Favorite Poster dan Favorite Paper.

Bagi Azka Faris Hidayat dan seluruh tim DENTIDOLL, keberhasilan tersebut bukan sekadar tentang membawa pulang penghargaan. Prestasi ini menjadi momentum untuk membuktikan bahwa gagasan yang lahir dari generasi muda Aceh mampu berkembang menjadi karya yang memiliki nilai dan daya saing di tingkat internasional.

Prestasi Azka juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda di Kecamatan Darul Makmur, khususnya para pelajar dan mahasiswa, agar terus berani bermimpi, belajar, berinovasi, dan mengharumkan nama daerah di berbagai bidang.

DENTIDOLL membawa pesan bahwa budaya Aceh dapat menjadi sumber inspirasi bagi lahirnya inovasi modern. Perpaduan antara identitas lokal dengan isu kesehatan global membuat inovasi ini memiliki nilai yang lebih luas, khususnya dalam mendukung peningkatan kesadaran kesehatan gigi anak.

Ke depan, DENTIDOLL diharapkan tidak berhenti sebagai karya dalam ajang kompetisi, tetapi dapat terus dikembangkan menjadi produk edukasi kesehatan gigi yang dapat dimanfaatkan di sekolah, klinik gigi, fasilitas pelayanan kesehatan, maupun berbagai program promosi kesehatan masyarakat.

Prestasi Azka Faris Hidayat bersama tim DENTIDOLL menjadi kebanggaan bagi keluarga, almamater, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, serta Aceh. Dari Darul Makmur menuju Malaysia, dari gagasan sederhana menuju panggung internasional—semangat generasi muda Aceh terus membawa nama daerah semakin dikenal dunia.(Pian)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Bawa DENTIDOLL ke Panggung Dunia, Mahasiswa FKG USK Raih Silver Medal di Malaysia

Trending Now