Jakarta,detiksatu.com || Direktur PT Ayatama Energi, Benyamin Patondok, menjadi narasumber dalam kegiatan Youth Economic Fellowship yang diselenggarakan oleh DPP GAMKI. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi generasi muda untuk memperluas wawasan mengenai ekonomi, kewirausahaan, serta berbagai tantangan yang dihadapi dalam dunia bisnis.
Dalam kesempatan tersebut, Benyamin mendorong generasi muda agar tidak hanya berorientasi sebagai pencari kerja, tetapi juga berani mengambil peran sebagai pelaku usaha sekaligus pencipta lapangan pekerjaan.
Menurutnya, generasi muda memiliki potensi besar untuk membangun usaha apabila mampu mengembangkan keberanian, kreativitas, kemampuan membaca peluang, serta konsistensi dalam menjalankan bisnis.
“Anak muda harus berani masuk ke dunia bisnis. Jangan takut memulai dari kecil, karena bisnis yang besar juga lahir dari keberanian untuk memulai,” ujar Benyamin.
Namun, ia menegaskan bahwa keberanian mengambil peluang harus diikuti dengan pemahaman terhadap manajemen risiko. Menurutnya, dunia usaha tidak selalu berjalan sesuai dengan perencanaan sehingga setiap pelaku usaha perlu mampu mengidentifikasi potensi risiko, memperhitungkan dampaknya, serta menyiapkan strategi untuk menghadapinya.
“Berani mengambil peluang bukan berarti mengabaikan risiko. Justru seorang pengusaha harus mampu memahami risiko sebelum mengambil keputusan. Manajemen risiko menjadi bagian penting agar bisnis dapat bertahan dan berkembang,” jelasnya.
Benyamin juga mengingatkan bahwa kesuksesan tidak dapat dicapai secara instan. Menurutnya, keberhasilan membutuhkan proses panjang, pengalaman, kerja keras, ketekunan, serta kemauan untuk terus belajar.
Ia mengajak generasi muda untuk tidak hanya melihat hasil akhir dari kesuksesan seseorang, tetapi juga memahami berbagai proses dan perjuangan yang telah dilalui.
“Kalau kita melihat orang-orang yang hari ini sukses, jangan hanya melihat hasil akhirnya. Ada proses panjang, perjuangan, kegagalan, dan pengalaman yang mereka lewati. Anak muda juga harus siap menjalani proses tersebut dan terus belajar,” katanya.
Selain keberanian dan ketekunan, Benyamin menekankan pentingnya perencanaan dalam membangun usaha. Generasi muda, katanya, perlu memahami kondisi pasar, mengelola keuangan secara disiplin, serta meningkatkan kapasitas dan kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan ekonomi dan teknologi.
Ia berharap kegiatan Youth Economic Fellowship DPP GAMKI dapat menjadi wadah yang mendorong lahirnya generasi muda dengan wawasan ekonomi dan jiwa kewirausahaan yang kuat, sekaligus memiliki keberanian untuk mengambil peran dalam pembangunan ekonomi nasional.
Menurut Benyamin, keterlibatan generasi muda dalam dunia bisnis tidak semata-mata mengenai keuntungan pribadi. Lebih dari itu, dunia usaha dapat menjadi sarana untuk menciptakan nilai, membuka lapangan pekerjaan, serta memberikan kontribusi bagi masyarakat.
“Anak muda jangan hanya menjadi penonton dalam pertumbuhan ekonomi. Jadilah bagian dari mereka yang menciptakan peluang, membangun usaha, dan membuka kesempatan bagi orang lain,” pungkas Benyamin.
(Red)