Berawal dari Obrolan Santai, SBSI Hadir sebagai Wadah Persatuan dan Pelestarian Budaya Sunda

Berawal dari Obrolan Santai, SBSI Hadir sebagai Wadah Persatuan dan Pelestarian Budaya Sunda

Redaksi
Agustus 08, 2026 | Agustus 08, 2026 WIB Last Updated 2026-08-07T19:34:47Z
Garut, detiksatu.com || Sebuah obrolan santai yang membahas budaya Sunda serta keprihatinan terhadap konflik yang belakangan kerap terjadi di kalangan generasi muda menjadi awal lahirnya gagasan mendirikan SBSI (Paguyuban Sunda). Dari diskusi tersebut muncul tekad untuk membentuk sebuah wadah yang mampu mempererat tali silaturahmi, memperkuat persaudaraan, sekaligus menjaga nilai-nilai budaya Sunda agar tetap lestari.”07-08-2026”

Gagasan tersebut diprakarsai oleh salah seorang tokoh pemuda, Kang Elgi, yang saat ini dipercaya menjabat sebagai Ketua SBSI. Menurutnya, paguyuban ini dibentuk sebagai ruang kebersamaan bagi masyarakat Sunda untuk saling mengenal, saling membantu, serta berkontribusi dalam pemberdayaan sosial, ekonomi, dan pelestarian budaya.

“Kami ingin membuktikan bahwa orang Sunda, di mana pun berada, tetap satu. Jauh di mata, dekat di hati. SBSI hadir untuk saling menguatkan dan menjaga nilai-nilai luhur warisan leluhur Sunda. Kami masih memegang teguh prinsip silih asah, silih asih, silih asuh sebagai landasan dalam membangun kebersamaan,” ujar Kang Elgi.

Dalam perjalanannya ke depan, SBSI telah menyiapkan sejumlah program unggulan yang berorientasi pada kemanfaatan masyarakat, di antaranya:

1. Bidang Sosial, meliputi santunan bagi anak yatim, bantuan sosial bagi warga yang membutuhkan, serta kegiatan kemanusiaan lainnya.
2. Bidang Ekonomi, dengan mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui penguatan usaha dan kerja sama antaranggota.
3. Bidang Budaya, yaitu menjaga, melestarikan, dan mengembangkan seni, bahasa Sunda, serta adat istiadat sebagai identitas budaya yang harus diwariskan kepada generasi penerus.

Kang Elgi berharap SBSI dapat menjadi rumah kedua bagi seluruh masyarakat Sunda, baik yang berada di tanah kelahiran maupun yang sedang merantau. Melalui semangat persaudaraan, paguyuban ini diharapkan mampu mempererat hubungan antaranggota, saling menyapa, saling membantu, dan bersama-sama ngamumule budaya Sunda di tengah perkembangan zaman.

Dengan semangat kekeluargaan, kebersamaan, dan pelestarian budaya, SBSI berkomitmen menjadi paguyuban yang menghimpun masyarakat Sunda tanpa membedakan latar belakang, serta menjadi wadah yang mampu menjaga nilai-nilai kearifan lokal sebagai bagian dari jati diri bangsa.

Semboyan SBSI:
“Ngahiji dina Duduluran, Ngamumule Budaya Sunda.”(Sarah)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Berawal dari Obrolan Santai, SBSI Hadir sebagai Wadah Persatuan dan Pelestarian Budaya Sunda

Trending Now