JEMBER , detiksatu.com || Kesempatan emas tidak datang dua kali. Sebanyak 32 anggota Pramuka Jember bakal membawa nama daerah ke panggung nasional dalam Jambore Nasional (Jamnas) XII 2026 di Cibubur, Jakarta.
Pemkab Jember memastikan para peserta tidak perlu merogoh kocek pribadi. Seluruh kebutuhan keberangkatan kontingen mendapat dukungan pemerintah daerah.
Penegasan itu disampaikan Bupati Jember Gus Fawait saat melepas Kontingen Cabang Jember di Pendopo Wahyawibawagraha, Senin (10/8/2026).
Bukan hanya biaya perjalanan, dukungan juga mencakup pendaftaran, fasilitas, hingga kebutuhan lain selama mengikuti Jamnas.
“Jember support full,” tegas Gus Fawait.
Bagi bupati, dukungan tersebut bukan sekadar persoalan membiayai keberangkatan. Ada investasi karakter yang jauh lebih besar di baliknya.
Para peserta yang terpilih dinilai mendapat kesempatan langka untuk belajar langsung di tengah ribuan pramuka dari berbagai daerah. Mereka akan berinteraksi, membangun kemandirian, mengasah keterampilan, sekaligus mengenal lebih jauh keberagaman Indonesia.
“Tidak semua bisa terpilih menjadi kontingen. Dari ribuan hingga puluhan ribu siswa-siswi di Kabupaten Jember, anak-anak panjenengan yang hari ini terpilih,” ujar Gus Fawait.
Karena itu, Gus Fawait meminta peserta tidak sekadar mengejar penghargaan. Ada target yang lebih penting: pulang dengan karakter yang lebih kuat.
“Juara adalah bonus, prestasi adalah bonus. Yang paling utama adalah akhlak dan karakter,” tandasnya.
Pesan itu sekaligus menjadi alarm bagi para peserta. Selama berada di Jakarta, mereka bukan hanya membawa nama pribadi. Di pundak mereka melekat nama Jember, Gerakan Pramuka, sekolah, guru, hingga keluarga.
“Jaga nama baik Kabupaten Jember, jaga nama baik Gerakan Pramuka Jember, jaga nama baik orang tua, sekolah, dan guru,” pesan Gus Fawait.
Kontingen Jember terdiri atas 32 peserta didik, empat pembina pendamping serta dua pimpinan kontingen. Mereka akan menjalani Jamnas XII pada 13–20 Agustus 2026.
Wakil Sekretaris II Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Jember Riyono mengatakan, Jamnas bukan arena perlombaan.
Orientasinya adalah pengalaman, keterampilan, rekreasi sekaligus pembentukan karakter.
“Kontingen harus solid, beretika, dan berakhlak,” kata Riyono.
Beragam agenda telah menanti. Mulai upacara pembukaan, permainan persahabatan, permainan tradisional, kegiatan kepramukaan hingga peringatan HUT Kemerdekaan RI pada 17 Agustus.
Riyono menekankan pentingnya kekompakan. Sebab, selama sepekan, puluhan peserta tersebut akan menjadi satu kesatuan yang membawa identitas Jember.
Pengalaman selama Jamnas juga tidak boleh berhenti di Cibubur. Setelah kembali ke Jember, para peserta diharapkan menjadi penyambung pengalaman dengan membagikan pengetahuan dan keterampilan yang didapat kepada teman-temannya di sekolah.
Dengan dukungan penuh Pemkab Jember, kontingen kini tinggal menjalankan satu tugas: berangkat dengan nama Jember, pulang membawa pengalaman, dan menjaga nama baik daerah.
(Wiwik)