Pasaman Barat,detiksatu.com || Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) Serentak 2026 akan segera digelar di 87 nagari di Kabupaten Pasaman Barat. Salah satu peserta yang maju dalam pesta demokrasi tingkat nagari tersebut adalah Pangudutan, calon Wali Nagari Parit, Kecamatan Koto Balingka.
Dalam pencalonannya, Pangudutan membawa sejumlah gagasan, salah satunya penyediaan satu unit ambulans yang dapat dimanfaatkan secara gratis oleh masyarakat Nagari Parit.
Gagasan tersebut dilatarbelakangi kebutuhan masyarakat terhadap sarana transportasi, terutama ketika ada warga yang membutuhkan rujukan kesehatan maupun dalam kondisi sosial tertentu.
Selain untuk membawa warga yang sakit menuju fasilitas kesehatan, ambulans tersebut nantinya diharapkan juga dapat dimanfaatkan untuk membawa jenazah ke pandam pekuburan apabila dibutuhkan masyarakat.
Saat dihubungi, Pangudutan menyebut rencana pengadaan ambulans tersebut akan diupayakan melalui kemampuan dan anggaran pribadi, bukan menggunakan APB Nagari maupun Dana Desa.
“Saya melihat ambulans ini sebagai kebutuhan sosial masyarakat. Ketika ada warga yang sakit dan membutuhkan rujukan, nagari bisa membantu. Begitu juga ketika ada keluarga yang berduka dan membutuhkan kendaraan untuk membawa jenazah ke pandam pekuburan. Kalau kita punya kemampuan untuk membantu, insyaallah kita upayakan,” ujarnya.
Selain gagasan di bidang sosial, ia membawa visi : Mewujudkan Nagari Parit yang maju, aman, sejahtera dan berkeadilan, berlandaskan nilai agama dan budaya.
Dalam visi tersebut, ia menekankan pemerintahan nagari yang transparan, adil dan berpihak kepada masyarakat, peningkatan pelayanan publik, pembangunan yang merata serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Perhatian juga diberikan terhadap kepemudaan, olahraga, seni dan budaya, kegiatan keagamaan serta bantuan sosial yang tepat sasaran. Keterlibatan ninik mamak, alim ulama, cadiak pandai, bundo kanduang dan seluruh unsur masyarakat juga menjadi bagian dari gagasan pembangunan yang dibawanya.
Dari sisi pengalaman, calon Wali Nagari Parit tersebut pernah dipercaya sebagai Ketua Pemuda dan Ketua PHBN, serta aktif dalam kegiatan keagamaan dan sosial. Ia juga menjalankan usaha Mitra Arsitek yang bergerak di bidang penyediaan bahan bangunan dan transportasi.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu bekal yang dibawanya dalam pencalonan dan upayanya untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan Nagari Parit.
“Saya tidak ingin menjanjikan sesuatu yang terlalu muluk. Yang saya bawa adalah niat, pengalaman dan gagasan yang menurut saya bisa memberikan manfaat. Kalau masyarakat memberikan amanah, tentu semuanya harus kita perjuangkan bersama,” katanya.
Ia juga mengajak masyarakat tetap menjaga persaudaraan selama proses Pilwana berlangsung.
“Pilwana adalah proses demokrasi. Pilihan boleh berbeda, tetapi silaturahmi dan persaudaraan jangan sampai terputus,” pungkasnya.
Sebanyak 87 nagari di Kabupaten Pasaman Barat mengikuti Pilwana Serentak 2026. Pelaksanaan Pilwana tersebut menjadi bagian dari proses demokrasi di tingkat nagari, dengan masyarakat sebagai pihak yang menentukan pemimpin nagari untuk periode mendatang. (RH)