TAPANULI TENGAH,DETIKSATU.COM || Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, SH., MH., bersama Anggota Komisi IX DPR RI, Dr. Sihar P. Sitorus, BSBS., M.B.A., menghadiri kegiatan Sosialisasi Budaya Mutu dan Keselamatan Pasien di Fasilitas Pelayanan Kesehatan. Acara ini diselenggarakan pada Kamis, 6 Agustus 2026, bertempat di Gedung Serbaguna Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah.
Kegiatan yang dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat dan tenaga kesehatan ini diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan dengan doa yang dipimpin oleh Ustaz Liberni dari Kantor Urusan Agama (KUA) Pandan.
Dalam kesempatan itu, Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Anggota Komisi IX DPR RI, Sihar P. Sitorus, yang terus memberikan perhatian berkelanjutan terhadap pembangunan sektor kesehatan di Kabupaten Tapanuli Tengah.
Bupati mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, terutama pascabencana yang melanda wilayah Tapanuli Tengah sejak 25 November 2025. Dampak bencana dan cuaca ekstrem hingga kini masih mempengaruhi berbagai fasilitas kesehatan serta akses pelayanan masyarakat, sehingga dukungan dari pemerintah pusat sangat dibutuhkan.
Bupati juga memaparkan sejumlah usulan prioritas pembangunan bidang kesehatan di Tapanuli Tengah, di antaranya :
* Pembangunan RSUD Sorkam Barat : Melanjutkan proses pengajuan hingga memperoleh persetujuan dan alokasi anggaran dari pemerintah pusat guna memperpendek waktu tempuh rujukan pasien di wilayah barat Tapanuli Tengah.
* Peningkatan Kapasitas Puskesmas : Mendorong peningkatan sejumlah Puskesmas menjadi fasilitas rawat inap melalui penambahan tempat tidur, peningkatan jaringan listrik, perbaikan sanitasi, serta pemenuhan tenaga kesehatan sesuai standar.
* Rehabilitasi RSUD Pandan : Terus mengupayakan rehabilitasi dan peningkatan sarana serta prasarana RSUD Pandan demi mutu pelayanan yang lebih optimal.
Bupati juga menjelaskan bahwa kondisi geografis Tapanuli Tengah yang membentang dari perbatasan Aceh Singkil hingga Tapanuli Selatan mengharuskan sebagian masyarakat menempuh perjalanan 3 hingga 4 jam, bahkan 5 hingga 6 jam dari wilayah terjauh untuk mencapai RSUD Pandan, membuat penguatan fasilitas kesehatan di daerah menjadi kebutuhan yang sangat mendesak.
Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR RI, P. Sitorus, menekankan pentingnya fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan program Kementerian Kesehatan, termasuk menggalakkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).
Menurutnya, upaya promotif dan preventif merupakan langkah paling efektif dan murah untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dibandingkan biaya pengobatan kuratif. Ia mengajak masyarakat untuk rutin berolahraga, menjaga pola makan sehat, serta melakukan pemeriksaan kesehatan berkala (tekanan darah, gula darah, kolesterol, asam urat, dan fungsi ginjal) guna memetakan risiko penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung.
Ketua Tim Kerja Pembinaan, Pengawasan dan Pengelolaan Pengaduan Direktorat Mutu Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan RI, Riana Indrasan, SKM, menegaskan bahwa sosialisasi ini merupakan bagian penting dalam membangun budaya mutu dan keselamatan pasien secara konsisten di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan agar masyarakat memperoleh layanan yang aman dan bermutu.
Sebagai rangkaian kegiatan penutup, diselenggarakan pula pemeriksaan kesehatan gratis bagi para peserta sebagai wujud nyata implementasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) di Kabupaten Tapanuli Tengah.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Tengah, Lisnawati Panjaitan, S.Kep., Ns., M.Kes., AKK, mewakili Direktur RSUD Pandan, para Kepala Puskesmas, Pimpinan Klinik, Narasumber, serta seluruh peserta sosialisasi."(Rinaldi)