JAKARTA,DETIKSATU.COM | Menjelang pelaksanaan Muktamar V Wahdah Islamiyah, sejumlah tokoh lintas profesi dan latar belakang berkumpul dalam Dialog Kebangsaan yang digelar di Aula Gedung Nyi Ageng Serang, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (12/8/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian agenda menuju Muktamar V Wahdah Islamiyah yang akan berlangsung pada momentum peringatan 81 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.
Ketua Panitia Dialog Kebangsaan, Ilham Jaya, mengatakan kegiatan tersebut dirancang sebagai ruang pertemuan antara ulama, umara, akademisi, tokoh politik, jurnalis, pengamat, dan generasi muda untuk membicarakan berbagai gagasan strategis mengenai masa depan Indonesia.
"Dialog kebangsaan ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan menuju Muktamar V Wahdah Islamiyah. Momentum ini juga bertepatan dengan bulan perayaan Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81," ujar Ilham Jaya.
Menurutnya, Dialog Kebangsaan bukan kegiatan yang berdiri sendiri. Sebelumnya, forum serupa telah digelar di sejumlah daerah sebagai bagian dari rangkaian menuju Muktamar V Wahdah Islamiyah 2026.
"Dialog ini sudah berlangsung di 10 kota di Indonesia. Ini sebenarnya hanya salah satu dari sekian banyak kegiatan yang dirangkaikan dalam kerangka menuju Muktamar Wahdah Islamiyah tahun 2026," katanya.
Ilham menjelaskan, forum tersebut diharapkan dapat mempertemukan berbagai elemen bangsa secara langsung untuk mendiskusikan gagasan-gagasan kreatif dan narasi strategis bagi masa depan Indonesia.
"Harapannya tentu bahwa Dialog Kebangsaan ini sesuai dengan judulnya, pertama mempertemukan tokoh ulama dan umara, para pemikir dan generasi muda untuk bertemu secara langsung, bersama-sama mendiskusikan gagasan-gagasan kreatif dan narasi strategis untuk masa depan bangsa," jelasnya.
Pembahasan dalam forum tersebut juga diarahkan untuk melihat relevansi dan kontribusi umat Islam serta organisasi kemasyarakatan Islam dalam kehidupan kebangsaan.
Hadirkan Perspektif Lintas Disiplin
Untuk menghasilkan pembahasan yang lebih komprehensif, panitia menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang. Mereka terdiri dari politisi senior, pejabat publik, akademisi, pengamat politik, jurnalis, ulama, hingga pimpinan organisasi Islam.
Para narasumber yang hadir antara lain Fuad Bawazier, politisi senior; Jumhur Hidayat, Menteri KLH; Tamsil Linrung, Wakil Ketua DPD RI; Ubedillah Badrun, akademisi; Ahmad Fathoni, akademisi; KH Kholil Nafis, Pengurus Pusat MUI; Rocky Gerung, pengamat politik; Harsubeno Arif, jurnalis senior; serta KH Muhammad Zaitun Rasmin, Pemimpin Umum Wahdah Islamiyah.
Ilham mengatakan keberagaman narasumber tersebut merupakan pilihan yang sengaja dilakukan panitia agar dialog tidak hanya melihat persoalan bangsa dari satu sudut pandang.
"Kita mengundang dari akademisi, pengamat politik, jurnalis, pejabat publik, tentu menteri juga. Tujuannya agar betul-betul forum ini berkualitas karena melahirkan perspektif dari berbagai segi dan tokoh," ungkapnya.
Ia berharap pertemuan lintas perspektif tersebut dapat melahirkan gagasan yang konstruktif sekaligus membangun semangat bersama dalam melihat masa depan Indonesia.
"Harapannya, berbagai pilihan tokoh tersebut membawa satu semangat bersama tentang masa depan yang cerah bagi bangsa dan umat," pungkas Ilham.
Dialog Kebangsaan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Wahdah Islamiyah menghadirkan ruang dialog yang mempertemukan berbagai pemikiran dalam suasana kebangsaan, khususnya menjelang Muktamar V Wahdah Islamiyah 2026.

