Dokter Tifa Memilih Hijrah dari Politik Kembali ke 'Khittah' Terbitkan Buku Kontroversi Vaksin

Dokter Tifa Memilih Hijrah dari Politik Kembali ke 'Khittah' Terbitkan Buku Kontroversi Vaksin

Redaksi
Kamis, 06 Agustus 2026 | Kamis, Agustus 06, 2026 WIB Last Updated 2026-08-05T17:57:34Z
Jakarta,detiksatu.com || Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa merasa tugasnya sebagai ilmuwan dan peneliti terkait polemik ijazah Presiden RI ke-7 Joko Widodo telah selesai. Tifa pun memutuskan untuk ‘hijrah’ dan memerdekakan diri dari polemik tersebut.

Hal itu disampaikan melalui video yang diunggah di kanal YouTube pribadinya, @TifafauziaTyassumaOfficial, baru-baru ini.

Tifa mengawali penjelasannya dengan mengingat kembali proses analisis yang pernah ia lakukan bersama Roy Suryo dan Rismon Sianipar menggunakan pendekatan anatomi, morfologi, perilaku, hingga kajian neuropolitik. Hasil kajian tersebut kemudian dibukukan dalam Jokowi's White Paper.

Sejak buku itu diterbitkan, Tifa mengatakan banyak peristiwa yang terjadi, termasuk proses hukum yang menyeret dirinya bersama rekan-rekannya.

"Dan satu tahun ini, saya berpikir bahwa untuk saya tuh enough ya, cukup. Karena tugas saya sebagai ilmuwan, sebagai peneliti sudah saya tunaikan. Ihwal tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan ijazah tersebut, terutama dari sisi domain pengetahuan maupun kompetensi yang saya miliki, ya," kata Tifa dikutip di Jakarta, pada (6/8/2026).

Sejalan dengan itu, Tifa juga mengungkapkan selama sekitar 450 hari, ia terlibat dalam proses hukum sebagai saksi, terlapor, tersangka, hingga terdakwa. Namun beruntung, pada 23 Juli 2026, ia dinyatakan telah bebas dari seluruh dakwaan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

"Itu adalah sebuah momentum di mana saya harus berpikir, ya saya harus memberikan keputusan kepada diri sendiri bahwa sekali lagi, terkait dengan persoalan ijazah, bagian saya sudah saya tunaikan," kata dia.

Alhasil, Dokter Tifa kini memilih hijrah dari polemik ijazah tersebut. Ia akan kembali ke domain keilmuan kesehatan yang selama ini ditekuninya.

Langkah itu ditandai dengan peluncuran buku ketujuh berjudul Kontroversi Vaksin yang dijadwalkan terbit pada 17 Agustus 2026, bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.

"Kembali sebagai hadiah bagi saya untuk Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, ya. Umur negara kita sudah cukup panjang usianya, ya. Kalau manusia itu sudah masuk lansia, ya, late lansia, ya, lansia lanjut. Nah, ini kembali lagi menjadi momentum bagi saya untuk memerdekakan diri saya sendiri dari persoalan polemik ijazah," jelasnya.

Meski meninggalkan polemik ijazah Jokowi, Tifa menegaskan tetap bersedia apabila diminta menjadi ahli maupun saksi fakta dalam persidangan yang berkaitan dengan perkara tersebut.

"Tetapi untuk saya sendiri, saya harus berjalan, saya harus melangkah kepada domain-domain yang selama ini juga sudah saya tekuni," ucapnya melanjutkan.

Tifa menegaskan keputusan tersebut bukan berarti menghentikan perjuangannya. Ia hanya memilih kembali menjalankan peran sesuai bidang keilmuan yang selama ini menjadi fokusnya.

"Ya, buku 'Kontroversi Vaksin' ini menjadi sebuah momentum bagi saya untuk hijrah, ya, and quit, ya, kembali kepada domain keilmuan saya yaitu ilmu kesehatan," katanya.

"Mudah-mudahan semua pihak memahami keputusan saya, dan sekali lagi bahwa perjuangan untuk menegakkan kebenaran, terutama bagi kebaikan dan kepentingan umat manusia, terus saya jalankan," ujarnya menutup. 


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Dokter Tifa Memilih Hijrah dari Politik Kembali ke 'Khittah' Terbitkan Buku Kontroversi Vaksin

Trending Now