FPL Pasaman Barat Gelar Final Selasih Writing Camp 2026 dan Luncurkan Buku Cerita Rakyat

FPL Pasaman Barat Gelar Final Selasih Writing Camp 2026 dan Luncurkan Buku Cerita Rakyat

Redaksi
Minggu, 02 Agustus 2026 | Minggu, Agustus 02, 2026 WIB Last Updated 2026-08-02T14:09:40Z
PASAMAN BARAT, DETIKSATU.COM || Forum Pegiat Literasi (FPL) Pasaman Barat menggelar Final Lomba Selasih Writing Camp (SWC) 2026 sekaligus meluncurkan Buku “Cerita Rakyat Pasaman Barat” karya Tim Penulis FPL Pasaman Barat. Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Pasaman Barat, Minggu (2/8/2026), menjadi momentum untuk memperkuat budaya literasi sekaligus memperkenalkan kekayaan sastra dan budaya daerah kepada masyarakat.


Peringatan Hari Sastra Nasional tersebut merupakan inisiatif Forum Pegiat Literasi (FPL) Pasaman Barat dan juga sebagai penghormatan kepada sastrawan sekaligus Pahlawan Nasional, Abdoel Moeis, asal Sumatera Barat. Melalui kegiatan ini, FPL Pasaman Barat berupaya menumbuhkan semangat berliterasi serta meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap sastra dan budaya daerah.

Dalam peringatan tersebut, FPL Pasaman Barat menyelenggarakan berbagai perlombaan yang melibatkan guru dan pelajar, yakni Lomba Baca Puisi, Lomba Cipta Puisi, Lomba Bertutur Cerita Rakyat, Lomba Fiksi Mini, Lomba Esai dan Finalnya hari ini. Seluruh rangkaian kegiatan menjadi wadah bagi peserta untuk mengembangkan kemampuan literasi, kreativitas, serta apresiasi terhadap karya sastra.

Perayaan Hari Sastra Nasional 2026 mendapat sambutan hangat dari Bunda Literasi Pasaman Barat, Ny. Sifrowati Yulianto, yang hadir membuka kegiatan. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi inisiatif FPL Pasaman Barat untuk pertama kalinya menyelenggarakan peringatan Hari Sastra Nasional di Kabupaten Pasaman Barat.

Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi ruang yang sangat baik untuk menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap sastra, budaya, dan literasi.

"Saya berharap peringatan Hari Sastra Nasional tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata, tetapi dapat terus dilaksanakan setiap tahun. Semoga semakin banyak kegiatan literasi yang lahir di Pasaman Barat sehingga budaya membaca, menulis, dan berkarya semakin tumbuh di tengah masyarakat," ujarnya.

Mewakili Ketua FPL Pasaman Barat, Sekretaris FPL Pasaman Barat, Imawan Azhari, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh sponsor, mitra, panitia, serta Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat yang telah memberikan dukungan sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat terselenggara dengan baik.

Menurutnya, Selasih Writing Camp diharapkan mampu terus melahirkan karya-karya berkualitas dari para penulis Pasaman Barat. Selain itu, FPL Pasaman Barat juga berkomitmen menghadirkan berbagai pelatihan kepenulisan secara berkelanjutan guna meningkatkan kualitas dan kapasitas para pegiat literasi di daerah.

"Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan Hari Sastra Nasional 2026. Berkat kerja sama semua pihak, Final Selasih Writing Camp dan peluncuran Buku Cerita Rakyat Pasaman Barat dapat berlangsung sukses, tertib, dan kondusif," katanya.

Imawan juga memberikan motivasi kepada seluruh finalis agar menjadikan kompetisi sebagai sarana belajar dan mengembangkan diri.

"Jangan mudah berpuas diri. Jika menang, jadikan kemenangan itu sebagai penyemangat untuk meraih prestasi yang lebih tinggi. Namun jika belum berhasil, jadikan pengalaman ini sebagai lecutan untuk terus belajar dan memperbaiki diri," pesannya.

Sambutan turut disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasaman Barat, Imter Nasution. Ia mengapresiasi lahirnya Buku Cerita Rakyat Pasaman Barat yang dinilai sebagai salah satu upaya penting dalam mendokumentasikan sekaligus melestarikan kekayaan budaya daerah.

Pada kesempatan itu, Imter juga menyampaikan kebanggaannya atas prestasi pelajar Pasaman Barat yang berhasil menembus ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N). Salah satunya adalah Aisyah Farhan Hanif, siswi SD Negeri 05 Pasaman, yang berhasil lolos hingga tingkat nasional pada cabang lomba Menulis Cerita Pendek.

Sementara itu, salah seorang peserta Lomba Fiksi Mini, dr. Elfizon Amir, mengaku puas dengan penyelenggaraan Perayaan Hari Sastra Nasional yang dimotori FPL Pasaman Barat. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang positif bagi masyarakat untuk berkarya sekaligus memperkuat budaya literasi di daerah.

Secara terpisah, Ketua FPL Pasaman Barat, Denni Meilizon, menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras menyukseskan penyelenggaraan Selasih Writing Camp (SWC) 2026.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi agenda tahunan yang terus berkembang serta mampu melahirkan lebih banyak penulis dan karya sastra dari Pasaman Barat. Menurutnya, kolaborasi antara komunitas literasi, pemerintah, dunia pendidikan, sponsor, dan masyarakat menjadi kunci dalam membangun ekosistem literasi yang kuat di daerah.

Peluncuran Buku Cerita Rakyat Pasaman Barat menjadi salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut. Buku yang disusun oleh Tim Penulis FPL Pasaman Barat itu diharapkan dapat menjadi referensi dalam melestarikan cerita rakyat daerah sekaligus memperkenalkan nilai-nilai budaya lokal kepada generasi muda.

Melalui kegiatan ini, FPL Pasaman Barat berharap semangat literasi tidak hanya tumbuh di kalangan pelajar, tetapi juga menjadi gerakan bersama yang melibatkan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga, melestarikan, dan mengembangkan warisan sastra daerah di Pasaman Barat. (Riski Habibi)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • FPL Pasaman Barat Gelar Final Selasih Writing Camp 2026 dan Luncurkan Buku Cerita Rakyat

Trending Now