ILF dan IGT Expo 2026 Resmi Dibuka, Perkuat Daya Saing Industri Kulit, Tekstil, dan Garmen Indonesia

ILF dan IGT Expo 2026 Resmi Dibuka, Perkuat Daya Saing Industri Kulit, Tekstil, dan Garmen Indonesia

Redaksi
Kamis, 06 Agustus 2026 | Kamis, Agustus 06, 2026 WIB Last Updated 2026-08-06T06:39:11Z
Jakarta, detiksatu.com || Krista Exhibitions Group resmi membuka Indo Leather & Footwear (ILF) Expo dan Indo Garment & Textile (IGT) Expo 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Memasuki penyelenggaraan ke-19, pameran internasional ini dibuka langsung oleh Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Agus Gumiwang Kartasasmita, sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap penguatan industri manufaktur nasional.

ILF Expo dan IGT Expo 2026 menjadi wadah strategis bagi pelaku industri kulit, alas kaki, tekstil, dan garmen untuk menampilkan inovasi terbaru, memperluas jaringan bisnis, sekaligus meningkatkan daya saing industri Indonesia di pasar global.

Tahun ini, pameran diikuti oleh 210 peserta, termasuk 50 pelaku UMKM, serta perusahaan dari 14 negara, yakni Indonesia, China, Italia, Uni Emirat Arab, Pakistan, Spanyol, India, Bangladesh, Jerman, Taiwan, Hong Kong, Vietnam, Singapura, dan Korea Selatan. Tingginya partisipasi internasional dinilai mencerminkan kepercayaan dunia terhadap potensi industri manufaktur Indonesia sebagai salah satu pusat pertumbuhan industri di kawasan Asia.

Berbagai produk dan teknologi unggulan dipamerkan, mulai dari produk kulit, alas kaki, tekstil, garmen, bahan baku, aksesori, hingga mesin produksi modern, teknologi otomasi, dan solusi manufaktur terkini. Inovasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, efisiensi, kualitas produk, sekaligus mendorong penerapan industri yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Selain menghadirkan pameran produk, ILF Expo dan IGT Expo 2026 juga menjadi ruang diskusi berbagai isu strategis industri. Transformasi digital, modernisasi proses produksi, penggunaan material berkelanjutan, hingga penguatan rantai pasok menjadi fokus utama untuk meningkatkan daya saing industri nasional.

Dalam rangkaian acara, Seminar Nasional Asosiasi Garment dan Textile Indonesia (AGTI) mengangkat tema "Membangun Industri TPT yang Kompetitif, Berkelanjutan, dan Menjadi Pemain Utama dalam Rantai Pasok Nasional dan Internasional." Seminar tersebut mempertemukan pemerintah, akademisi, asosiasi, dan pelaku usaha untuk membahas strategi penguatan industri tekstil dan produk tekstil melalui inovasi, peningkatan daya saing, serta pengembangan rantai pasok nasional.

Sementara itu, ILF–IGT Manufacturing Forum 2026 mengusung tema "Jaya di Pasar Domestik, Unggul di Pasar Global." Forum yang digelar bersama APRISINDO ini mendapat dukungan dari Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, serta Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM. Sejumlah isu penting dibahas, mulai dari revitalisasi industri padat karya, peningkatan investasi manufaktur, pemberdayaan UMKM dan IKM, hingga pemanfaatan peluang perdagangan melalui Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) untuk memperluas pasar ekspor Indonesia.

Pameran juga dimeriahkan dengan The Fashion Show yang menampilkan inovasi terbaru dari industri kulit, alas kaki, tekstil, dan fesyen nasional. Selain itu, Networking Cocktail Dinner menjadi bagian dari program Business Matching yang mempertemukan peserta pameran dengan buyer, investor, asosiasi, dan mitra industri untuk membuka peluang kerja sama dan transaksi bisnis.

Kegiatan Business Matching turut dihadiri berbagai asosiasi industri, seperti APRISINDO, APRINDO, APPMI, APKI, dan APGAI, dengan dukungan Kementerian Perindustrian serta Kementerian Perdagangan. Kehadiran buyer potensial dari dalam dan luar negeri diharapkan dapat memperluas akses pasar bagi produk-produk manufaktur Indonesia.

Melalui penyelenggaraan ILF Expo dan IGT Expo 2026, Krista Exhibitions Group berharap sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, asosiasi, investor, dan mitra internasional dapat mempercepat adopsi teknologi, meningkatkan investasi, memperluas pasar ekspor, serta memperkuat posisi industri kulit, alas kaki, tekstil, dan garmen Indonesia di pasar global.

Pameran ILF Expo dan IGT Expo 2026 terbuka bagi pelaku industri, produsen, distributor, importir, eksportir, akademisi, investor, hingga profesional di sektor kulit, alas kaki, tekstil, dan garmen. Ajang ini diharapkan menjadi momentum penting dalam mempercepat transformasi industri manufaktur nasional menuju industri yang lebih modern, inovatif, dan berdaya saing tinggi.
(Nina)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • ILF dan IGT Expo 2026 Resmi Dibuka, Perkuat Daya Saing Industri Kulit, Tekstil, dan Garmen Indonesia

Trending Now