Jember Dapat Tiga Kampung Nelayan Merah Putih, Gus Fawait: Bukti Atensi Pemerintah Pusat

PIMPINAN DAN ANGGOTA BESERTA SEKRETARIAT DPRD KABUPATEN TANGERANG Mengucapkan: DIRGAHAYU REPUBLIK I

Jember Dapat Tiga Kampung Nelayan Merah Putih, Gus Fawait: Bukti Atensi Pemerintah Pusat

Agustus 16, 2026 | Agustus 16, 2026 WIB Last Updated 2026-08-16T14:41:00Z
JEMBER , detiksatu.com || Pemerintah pusat mengalokasikan pembangunan tiga Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) untuk Kabupaten Jember pada 2026. 

Jumlah tersebut dinilai menjadi angin segar bagi pengembangan kawasan pesisir sekaligus penguatan ekonomi masyarakat nelayan.

Bupati Jember Gus Muhammad Fawait mengungkapkan hal itu dalam agenda Pro Guse Update di Pantai Cemoro Sewu, Kecamatan Puger, Minggu (16/8/2026).

Tiga KNMP tersebut direncanakan berada di Desa Puger Kulon, Desa Sumberrejo, dan Desa Paseban. Puger Kulon menjadi kawasan utama, sementara dua desa lainnya diposisikan sebagai kawasan penyangga.

Gus Fawait mengatakan, program KNMP merupakan program Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan. Konsepnya bukan sekadar membangun kawasan baru, tetapi mendorong transformasi desa pesisir dan kampung perikanan agar lebih modern, produktif, dan terintegrasi.

“Jember mendapatkan tiga sekaligus pada tahun 2026. Ini menunjukkan Jember betul-betul menjadi atensi nasional,” ujar Gus Fawait.

Menurutnya, program tersebut menjadi semakin strategis karena Jember memiliki garis pantai terpanjang kedua di Jawa Timur. Potensi tersebut harus diikuti dengan pembangunan kawasan pesisir yang mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Anggaran Besar, Harus Berdampak


Gus Fawait menegaskan, pemerintah tidak seharusnya alergi terhadap besarnya anggaran sepanjang manfaatnya benar-benar kembali kepada masyarakat.

Ia menyebut pembangunan KNMP di Jember akan membutuhkan anggaran miliaran rupiah.

“Jangankan miliaran, puluhan miliar tidak apa-apa kalau itu untuk dinikmati rakyat Indonesia,” tegasnya.

Ia meminta jajaran organisasi perangkat daerah, pemerintah kecamatan hingga desa ikut mengawal proses pembangunan agar program tersebut berjalan lancar dan tidak berhenti sebatas pembangunan fisik.

Sektor Pangan Ikut Digenjot


Tak hanya kawasan pesisir, Pemkab Jember juga menyoroti penguatan sektor pangan. Gus Fawait menyebut sepanjang 2025-2026, dukungan untuk sektor pertanian dan perkebunan Jember mencapai sekitar Rp300 miliar hingga Rp350 miliar dari berbagai sumber anggaran, termasuk APBN, APBD Provinsi Jawa Timur, dan APBD Kabupaten Jember.

Dukungan tersebut antara lain berupa optimalisasi lahan, alat dan mesin pertanian, bantuan benih, bibit tanaman perkebunan, serta sarana produksi pertanian.

Pemerintah juga mengalokasikan anggaran untuk pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi, pemeliharaan jalan, serta revitalisasi sarana pendidikan.

Gus Fawait menilai rangkaian kebijakan tersebut menunjukkan fokus pemerintah pada tiga kebutuhan dasar pembangunan, yakni pangan, infrastruktur, dan pendidikan.

“Ini adalah bentuk konkret keberpihakan kita untuk mempertahankan sektor pangan, infrastruktur pengairan dan jalan, termasuk sektor pendidikan,” katanya.

Buka Ruang untuk Kritik


Di bagian lain, Gus Fawait menyampaikan bahwa Pro Guse Update merupakan ruang bagi Pemkab Jember untuk melaporkan perkembangan program kepada masyarakat.

Ia mengaku tidak mempermasalahkan kritik maupun komentar negatif terhadap pemerintah.

“Jangan gentar, jangan takut dengan cacian, makian, atau omongan-omongan yang tidak enak,” ujarnya.

Menurut dia, sejumlah indikator ekonomi Jember mulai menunjukkan perbaikan. Mulai dari pertumbuhan ekonomi hingga penurunan kemiskinan.

Ia pun mengeklaim Jember mulai kembali menjadi salah satu pusat pemerintahan dan pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Pulau Jawa.

Gus Fawait sekaligus membuka ruang dialog bagi pihak yang masih mempertanyakan kebijakan Pemkab Jember, termasuk rencana dana talangan atau pembiayaan daerah.

Ia meminta perdebatan soal kebijakan tidak berhenti pada asumsi, tetapi dibawa ke ruang penjelasan berbasis data.

“Kalau awalnya salah paham, itu bisa diluruskan. Tapi kalau pahamnya salah, itu yang susah untuk diluruskan,” pungkasnya.

(Wiwik)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Jember Dapat Tiga Kampung Nelayan Merah Putih, Gus Fawait: Bukti Atensi Pemerintah Pusat

Trending Now