Jokowi Main Raja Rajaan Modus Kampanye Politik Untk PSI

Jokowi Main Raja Rajaan Modus Kampanye Politik Untk PSI

Redaksi
Jumat, 07 Agustus 2026 | Jumat, Agustus 07, 2026 WIB Last Updated 2026-08-07T06:28:17Z
Jakarta,detiksatu.com || Jokowi tak punya kemampuan akademik. Bahkan, status sarjana UGM-nya dipersoalkan. Sehingga, tak mungkin Jokowi keliling daerah meminjam mimbar akademik. Kata Ahmad khozinudin pada (7/8/26)

Jokowi, tak bisa bernarasi tentang teori akademik. Tak bisa pula bercerita tentang diskursus akademik. Jadi, modus keliling dengan diskusi publik, mimbar akademik, kuliah umum, dll, tak bisa diadopsi Jokowi sebagai media kampanye untuk PSI.

Jokowi juga bukan ulama, bukan kiyai. Tak punya pemahaman agama. Tak mungkin, Jokowi mengambil modus Tablig Akbar, Pengajian dan istighosah massal untuk diadopsi Jokowi sebagai media kampanye untuk PSI.

Satu-satunya modus yang pas dan sesuai, untuk membungkus kampanye politik Jokowi adalah main raja-rajaan. Karena modus ini, tak perlu pintar akademik, tak perlu paham agama, cukup siap dibungkus pakaian tertentu, mirip arak-arakan 17 an. Persis, seperti saat Jokowi diarak, saat menikahkan putrinya Kahiyang Ayu.

Raja-Rajaan, tak perlu pintar akademik. Tak perlu fasih ilmu agama. Cukup kumpulkan orang dengan pakaian tertentu, seperti yang dilakukan di Lampung dan NTT.

Padahal, tujuan utamanya bukan melestarikan tradisi dan budaya bangsa. Bukan pula, untuk meningkatkan eksistensi para raja adat. Tujuannya, hanya mengeksploitasi budaya dan tradisi untuk tujuan politik. Yakni, meningkatkan elektabilitas PSI.

Target Jokowi ambisius. Bukan sekedar PSI ngantor di Senayan. Bisa diduga, tujuannya ingin berkuasa lagi, melalui dinasti politiknya.

Apalagi, setelah syarat pencapresan disederhanakan. Tak ada lagi Presidential Threshold, setiap parpol bisa mencalonkan Capres. Itu artinya, PSI bisa mencalonkan Capres sendiri.

Aneh, jika Gerindra dan Prabowo tak sadar hal ini. Terlalu naif, Gerindra sesumbar menang Pemilu 2029, tapi membiarkan Jokowi ekspansi mengambil alih kekuasaan.

Kembali ke soal raja rajaan.

Hanya itu yang bisa dimanfaatkan Jokowi untuk keliling daerah. Modus ini, akan selalu diadopsi.

Jokowi tak mungkin mengadopsi metode kampanye blusukan, apalagi masuk gorong gorong. Jokowi khawatir, begitu masuk gorong gorong tidak akan bisa keluar lagi, karena ditutup oleh warga. [].
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Jokowi Main Raja Rajaan Modus Kampanye Politik Untk PSI

Trending Now