Kebakaran Kawah Wadon Gunung Gede Dipantau Drone Thermal, Tujuh Titik Asap Terdeteksi

PIMPINAN DAN ANGGOTA BESERTA SEKRETARIAT DPRD KABUPATEN TANGERANG Mengucapkan: DIRGAHAYU REPUBLIK I

Kebakaran Kawah Wadon Gunung Gede Dipantau Drone Thermal, Tujuh Titik Asap Terdeteksi

Agustus 16, 2026 | Agustus 16, 2026 WIB Last Updated 2026-08-15T17:20:11Z
CIANJUR,DETIKSATU.COM || Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) terus melakukan pemantauan dan penanganan kebakaran di sekitar Kawah Wadon, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Pemantauan dilakukan melalui pengamatan langsung di lapangan serta penggunaan drone thermal untuk mendeteksi kemungkinan titik panas di kawasan terdampak.

Dalam siaran pers BBTNGGP Nomor PG.27.2/T.2/TU/HS.01.03/B/08/2026 yang diterbitkan pada 15 Agustus 2026, disebutkan pemantauan menggunakan drone thermal dilakukan secara kolaboratif oleh WANDRI dan Asosiasi Pilot Drone Indonesia (APDI) pada 14 Agustus 2026.

Pemantauan menggunakan drone dilakukan sebanyak tiga kali, yakni pada siang, sore, dan malam hari.

Hasil pemantauan menunjukkan kamera drone thermal menangkap sejumlah titik panas di sekitar lokasi terdampak pada pemantauan siang dan sore. Namun, pada pemantauan malam hari tidak terdeteksi titik panas.

BBTNGGP menyebut kondisi tersebut dapat dipengaruhi oleh lokasi yang tertutup awan atau kabut maupun kondisi titik panas yang mulai mengalami penurunan suhu.

Sementara dari laporan tim di lapangan, sekitar pukul 10.36 WIB ditemukan tujuh titik kepulan asap di sekitar Kawah Wadon. Pada salah satu titik, kepulan asap terpantau disertai api kecil yang kemudian dipadamkan oleh tim gabungan.

Berdasarkan pemantauan hingga pukul 12.11 WIB, kepulan asap tidak kembali terlihat di lokasi kebakaran.

Untuk memperkuat penanganan, BBTNGGP pada 15 Agustus 2026 memberangkatkan tim gabungan sebanyak 24 personel yang terdiri atas petugas BBTNGGP dan relawan.

Tim tersebut melakukan pemantauan, penyisiran, serta penanganan sesuai dengan perkembangan kondisi di lapangan.

Selain pengerahan personel, dukungan masyarakat, relawan, komunitas, dan organisasi turut diberikan untuk membantu penanganan kebakaran. Pada pagi hari, BBTNGGP menerima bantuan logistik dari Indonesia Green Ranger untuk mendukung kegiatan pengendalian kebakaran hutan dan lahan (Dalkarhutla) di TNGGP.

Logistik tersebut selanjutnya didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan tim yang diberangkatkan ke lokasi.

BBTNGGP juga belum menetapkan luasan final area yang terdampak kebakaran.

Penghitungan masih dilakukan berdasarkan data dan metode yang digunakan. Perbedaan angka luasan, apabila muncul, dapat terjadi karena perbedaan metode dalam pengumpulan dan pengolahan data.

BBTNGGP menyatakan luasan akhir area terdampak akan disampaikan setelah penanganan kejadian selesai dan proses penghitungan dapat dilakukan secara menyeluruh.

Faktor cuaca turut menjadi pertimbangan dalam penanganan kebakaran di kawasan tersebut.

Kondisi cuaca di sekitar Cibodas, Cianjur, dilaporkan mengalami hujan lebat pada 15 Agustus 2026 sekitar pukul 13.29 WIB. Sementara itu, berdasarkan pemantauan tim di Pos Kandang Badak pada pukul 13.46 WIB, terdapat rintik hujan yang berlangsung tidak konstan.

Seiring kondisi cuaca yang mulai menunjukkan tanda-tanda hujan, tim yang bertugas di sekitar Kawah Wadon ditarik mundur pada pukul 15.00 WIB sebagai langkah antisipasi untuk memastikan keselamatan personel.

Berdasarkan konfirmasi kondisi cuaca di Kandang Badak melalui saluran radio ORARI Lokal Kabupaten Cianjur pada pukul 16.44 WIB dan 17.08 WIB, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih turun di kawasan tersebut.

BBTNGGP berharap kondisi hujan dapat terus berkembang menjadi hujan di sekitar Kawah Wadon sehingga membantu proses pendinginan dan penanganan di lokasi.

Di tengah medan yang sulit dan kondisi lapangan yang terus berubah, BBTNGGP menyatakan penanganan dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur, termasuk masyarakat, relawan, komunitas, organisasi, RSUD Cimacan, jajaran pemerintah daerah dan desa, serta unsur TNI dan Polri.

BBTNGGP menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah membantu melalui tenaga, waktu, komunikasi, pemantauan, maupun dukungan logistik dalam penanganan kebakaran di kawasan TNGGP.

Kepala Balai Besar TNGGP, Sadarta Noor Adirahmanta, mengatakan upaya penanganan dan pemantauan terus dilakukan dengan menyesuaikan perkembangan kondisi di lapangan.

Hingga siaran pers tersebut diterbitkan pada 15 Agustus 2026, BBTNGGP masih melakukan pemantauan terhadap kondisi kawasan Kawah Wadon, termasuk perkembangan titik asap, titik panas, kondisi cuaca, serta luasan area yang terdampak.(Bet)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Kebakaran Kawah Wadon Gunung Gede Dipantau Drone Thermal, Tujuh Titik Asap Terdeteksi

Trending Now