KNPB dan OKP Cipayung Besok Turunkan Massa di Kantor DPR Papua Pegunungan, Protes Situasi Kemanusian di Papua

PIMPINAN DAN ANGGOTA BESERTA SEKRETARIAT DPRD KABUPATEN TANGERANG Mengucapkan: DIRGAHAYU REPUBLIK I

KNPB dan OKP Cipayung Besok Turunkan Massa di Kantor DPR Papua Pegunungan, Protes Situasi Kemanusian di Papua

Agustus 14, 2026 | Agustus 14, 2026 WIB Last Updated 2026-08-14T12:46:01Z
Wamena,detiksatu.com || komite Nasional Papua Barat (KNPB) wilayah adat Lapago bersama organisasi (OKP) Cipayung besok akan mengelar aksi 15 Agustus 2026, aksi tersebut bertujuan untuk memprotes situasi darurat militer dan kemanusiaan ditanah Papua. Hal ini disampaikan oleh ketua KNPB Mardi Hiluka di sekretariat KNPB baliem usai mediasi dengan pihak Kapolres Jayawijaya, Papua pegunungan pada (14/8/2026)

Mardi mengatakan telah memastikan besok akan turunkan massa aksi menyampaikan informasi zona Darurat militer dan Kemanusiaan ditanah Papua. Menurutnya KNPB sudah melakukan pertemuan dengan pihak keamanan Kasad Kapolres Jayawijaya dan semua pihak menjelang aksi tanggal 15 besok 

"Kami sudah pertemuan dengan kasad Jayawijaya, besok akan turun seperti biasa, apapun konsekuensi keamanan, KNPB sebagai media rakyat akan turun". Tegasnya 

Mardi juga menjelaskan dalam perjanjian politik internasional yang dikenal dengan New York greement, mereka tidak melibatkan orang asli Papua sebagai subjek Hukum. Menurutnya orang Papua korban  dari perjanjian politik tersebut sejak tahun 1961 hingga hari ini. 

Memprotes Perjanjian politik tersebut KNPB dan OKP Cipayung bersama rakyat Papua besok akan turunkan massa aksi ke kantor DPR Papua pegunungan untuk minta mempertanggung jawabkan negara kolonial Indonesia terhadap Perjanjian politik internasional yang menurutnya, dinilai cacat hukum dan orang Papua jadikan sebagai objek hukum ". Kata Mardi 

Sementara itu, Komite  Nasional Pemuda Indonesia KNPI DPD II Jayawijaya  Hengki Hilapok menjelaskan dirinya mewakili OKP Cipayung wilayah kabupaten Jayawijaya bahwa aksi damai tanggal 15 telah disampaikan beberapa bulan lalu sehingga kami semua akan menjadi keamanan Mengakomodir massa mengawal aspirasi masyarakat 


Ia tegaskan bahwa bersama Organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP) Cipayung wilayah kabupaten Jayawijaya Provinsi Papua pegunungan akan bertanggung jawab dan menjamin menjaga keamanan  dan ketertiban di wilayahnya, mengawal warganya membawa aspirasi ke kantor DPR Papua pegunungan.

Ia juga mengatakan Aksi besok murni aksi damai kemanusiaan, bagi siapapun warga pendatang ataupun warga asli  Papua datang untuk menyampaikan berpendapat dimuka umum kantor DPR Papua pegunungan., ujar Hengki


Selanjutnya, Ketua KNPB Pusat Agus Kossay menjelaskan bahwa 15 Agustus dipandang KNPB sebagai momentum untuk memperingati dan memprotes dugaan pelanggaran hak asasi manusia terhadap bangsa Papua. Menurut Kossay, persoalan tersebut bermula dari proses politik yang berlangsung pada 15 Agustus 1962, yang menurutnya melibatkan praktik diskriminasi dan tidak melibatkan bangsa Papua dalam sejumlah perjanjian internasional terkait Papua.

Kossay mengajak warga sipil Pribumi maupun Non Papua yang berkedudukan di kabupaten Jayawijaya segera konsultasi diri dan terhadap semua pihak, besok bergabung dengan organisasi OKP Cipayung, akan bicarakan tentang kemanusiaan tanpa memandang ras, suku maupun bangsa 

Kossay tegaskan aksi besok dilakukan secara damai dan bermartabat, rakyat jangan terpengaruh dengan isu-isu yang tidak bertanggung jawab oleh oknum tertentu 
" Oleh karena itu, rakyat bangsa Papua dan non Papua yang ada di atas tanah ini jangan takut, panik, kami akan aksi secara damai, bermartabat, jangan terpengaruh dengan isu-isu yang dibangun oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dengan menghasut dari kelompok lain". Tegas kossay 

Ia mengatakan akan memprotes situasi darurat militer dan kemanusiaan pelanggaran hak asasi manusia ditanah Papua. Selain itu kossay Menyoroti 125.931 warga sipil mengungsi internal akibat dari konflik bersenjata pihak TNI polri dan TPNPB OPM. 

Kossay mengimbaukan bahwa besok massa aksi kita menjaga keamanan dan ketertiban selama aksi berlangsung. Ia juga mengimbau massa agar tetap bersikap sopan ketika berhadapan dengan pihak yang melakukan pengambilan gambar maupun masyarakat yang melintas di lokasi aksi.

“Kita orang Baliem, kita orang Nduga, kita orang Lani, kita orang Yali, kita orang Yahukimo, kita orang Pegunungan Bintang, kita punya harga diri dan wibawa. Kita tetap tunjukkan nilai-nilai adat kita sebagaimana yang ada di tempat ini. Kita sampaikan dengan terhormat" ujar kossay 

Ia juga tegaskan Massa aksi tidak boleh menunjukkan sikap kekerasan, kami akan menunjukkan sikap penghormatan terhadap nilai-nilai budaya sebagai anak adat yang lahir dari kota Baliem 
“Jangan pandang kita sebagai orang gunung dengan istilah kekerasan. Kami tunjukkan bahwa kita sebagai anak adat dari tempat ini,” katanya.


Reporter Inggi Kogoya
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • KNPB dan OKP Cipayung Besok Turunkan Massa di Kantor DPR Papua Pegunungan, Protes Situasi Kemanusian di Papua

Trending Now