Pemuda Papua Dipandang Jadi Motor Perubahan Lewat Cara Damai

Pemuda Papua Dipandang Jadi Motor Perubahan Lewat Cara Damai

Selasa, 04 Agustus 2026 | Selasa, Agustus 04, 2026 WIB Last Updated 2026-08-04T08:01:42Z
Mataram,detiksatu.com || Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat Papua, sejumlah pemuda memilih untuk tetap peduli dan berdiri bersama rakyat yang mengalami penderitaan. Mereka menolak diam ketika melihat persoalan yang dianggap sebagai bentuk ketidakadilan di tanah Papua.

Dengan keberanian dan keyakinan, para pemuda itu terus menyuarakan aspirasi dan harapan masyarakat melalui cara-cara damai sesuai hati nurani. 

Tindakan tersebut merupakan bagian dari hak konstitusional warga negara yang dijamin dalam *Pasal 28E ayat (3) UUD 1945* yang menyatakan setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat. Selain itu, *Pasal 19 UU No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia* juga menegaskan setiap orang berhak menyampaikan pendapat di muka umum. 

Penyampaian pendapat di muka umum sendiri telah diatur lebih lanjut dalam *UU No. 9 Tahun 1998*, yang menjamin kebebasan tersebut sepanjang dilakukan secara tertib dan bertanggung jawab.

Generasi muda seperti inilah yang diyakini dapat menjadi bagian dari lahirnya perubahan di tanah Papua. Perubahan yang dimaksud bukan hanya pada kondisi sosial, tetapi juga pada tumbuhnya kesadaran akan pentingnya keadilan, penghormatan terhadap martabat manusia, serta perlindungan terhadap hak-hak setiap orang Papua.

Mereka berupaya mempertahankan martabat, jati diri, dan identitas kebangsaan yang diyakini, tanpa kehilangan rasa kemanusiaan terhadap sesama. 

"Kepedulian, keberanian menyampaikan pendapat secara bertanggung jawab, dan komitmen memperjuangkan nilai-nilai keadilan merupakan bagian penting dalam membangun masa depan Papua yang lebih baik," demikian disampaikan dalam pernyataan tertulis yang diterima media, selasa (4/8/2026).

Para pemuda tersebut juga menekankan bahwa perubahan yang bermakna hanya dapat terwujud apabila lahir dari kesadaran kolektif, persatuan, dialog terbuka, penghormatan terhadap hak asasi manusia, dan semangat untuk memanusiakan setiap manusia tanpa membedakan latar belakang.


Report. Saranus kogoya
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Pemuda Papua Dipandang Jadi Motor Perubahan Lewat Cara Damai

Trending Now