Polytron Latih UMKM Kuliner Naik Level, Bekali Pelaku Usaha dengan Strategi Bisnis Berbasis Data

Polytron Latih UMKM Kuliner Naik Level, Bekali Pelaku Usaha dengan Strategi Bisnis Berbasis Data

Agustus 21, 2026 | Agustus 21, 2026 WIB Last Updated 2026-08-21T12:37:37Z

Jakarta,detiksatu.com || Polytron memperkuat komitmennya dalam memberdayakan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui program “UMKM Naik Level bareng Polytron”. Tidak hanya menghadirkan produk pendukung usaha, Polytron juga memberikan pelatihan dan edukasi agar pelaku UMKM mampu mengelola bisnis secara lebih profesional, efisien, dan berkelanjutan.

Langkah tersebut diperkuat melalui kolaborasi Polytron dengan platform riset Populix yang meluncurkan “UMKM Handbook: Panduan UMKM Naik Level”. Buku panduan tersebut merangkum hasil riset lapangan mengenai kondisi UMKM kuliner Indonesia sekaligus memberikan gambaran mengenai tantangan yang harus dihadapi pelaku usaha ketika ingin mengembangkan bisnis.

Public Relations Manager Polytron, Kenny Meigar, mengatakan banyak UMKM masih terhambat oleh asumsi yang kurang tepat mengenai cara mengembangkan usaha.

Salah satunya anggapan bahwa bisnis harus segera memiliki banyak cabang. Berdasarkan riset, justru 25 persen pelaku usaha masih menghadapi persoalan sistem dan SOP yang belum tertata. Bahkan, 48 persen UMKM masih mencatat transaksi secara manual.

“Karena itu, naik level bukan sekadar memperbesar omzet atau membuka cabang. Yang lebih penting adalah membangun fondasi bisnis yang kuat,” ujar Kenny.

Polytron kemudian menerjemahkan temuan tersebut ke dalam program pelatihan yang menyasar kebutuhan nyata pelaku UMKM. Materinya mencakup pengelolaan keuangan, sistem operasional, manajemen sumber daya manusia, pemilihan peralatan usaha hingga strategi pengembangan bisnis.

Dalam “UMKM Naik Level bareng POLYTRON” Seri 4 di Jakarta, pelaku usaha mendapatkan edukasi finansial dari Learning & Development Lead MWX Indonesia, Kreshna Manggala.

Peserta dibekali pemahaman untuk membedakan omzet, profit dan uang tunai, termasuk pentingnya memberikan gaji kepada diri sendiri agar keuangan pribadi tidak tercampur dengan keuangan bisnis.

Pelatihan juga membahas pengendalian biaya bahan baku yang idealnya berada di kisaran 30-35 persen, pencegahan hidden cost akibat ketidakkonsistenan takaran produk, serta efisiensi penggunaan peralatan listrik melalui perawatan secara berkala.

Selain aspek finansial, Polytron menghadirkan Co-Founder Pipiltin Cocoa, Tissa Aunilla, untuk membagikan pengalaman membangun bisnis cokelat lokal berbasis kakao Nusantara. Kisah tersebut menjadi contoh bahwa identitas produk, kualitas, keberlanjutan dan pemberdayaan petani dapat menjadi fondasi untuk membawa produk lokal ke pasar yang lebih luas.

Empat Pilar UMKM Naik Level

Berdasarkan hasil riset bersama Populix, Polytron merumuskan empat pilar utama dalam pengembangan UMKM, yakni Konsep, Sistem, Aset dan Ekspansi.

Konsep menekankan pentingnya membangun identitas usaha dan pengalaman pelanggan. Sistem diarahkan untuk mengurangi pekerjaan manual melalui proses yang lebih terstruktur dan digital.

Sementara Aset menekankan pentingnya memilih peralatan yang tepat dan memiliki daya tahan sehingga dapat menjadi investasi jangka panjang. Adapun Ekspansi dilakukan setelah fondasi bisnis cukup kuat sehingga pertumbuhan tidak justru membebani operasional yang sudah berjalan.

Program tersebut juga dilengkapi dengan dukungan perangkat usaha seperti chest freezer, showcase, dispenser, oven dan rice cooker yang disesuaikan dengan kebutuhan pelaku UMKM.

Tidak berhenti pada pelatihan, Polytron juga membuka peluang bagi UMKM binaan untuk mendapatkan dukungan promosi melalui pembuatan video dan kunjungan top food vlogger. Pelaku usaha dengan perkembangan terbaik juga berkesempatan memperoleh prioritas menjadi tenant dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan Polytron.

Melalui ekosistem tersebut, Polytron ingin mendorong UMKM agar tidak hanya berorientasi pada peningkatan penjualan, tetapi juga memiliki kemampuan mengelola bisnis secara terukur.

Para pelaku UMKM yang mengikuti program didorong menerapkan empat langkah, yakni Aktif Digital, Partisipasi Komunitas, Berkembang Bareng, serta menggunakan produk yang mendukung efisiensi operasional.

Dengan pendekatan tersebut, Polytron menempatkan pelatihan dan pendampingan sebagai bagian penting dalam membantu UMKM kuliner Indonesia berkembang dari usaha yang dikelola secara sederhana menjadi bisnis yang lebih profesional, efisien dan siap melakukan ekspansi.
(Nina)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Polytron Latih UMKM Kuliner Naik Level, Bekali Pelaku Usaha dengan Strategi Bisnis Berbasis Data

Trending Now