CIANJUR,DETIKSATU.COM || Puskesmas Sukanagalih, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, berhasil menembus empat besar Lomba Inovasi Daerah Kabupaten Cianjur 2026 melalui program “Kampung Emas Mentari”.
Program yang merupakan akronim dari Eliminasi Masalah Anemia, Stunting, dan Menuju Target Nol Kematian Ibu dan Anak itu menjadi inovasi pelayanan kesehatan yang diusung Puskesmas Sukanagalih dalam kompetisi inovasi tingkat Kabupaten Cianjur.
Capaian tersebut diperoleh setelah tim Puskesmas Sukanagalih melewati tahapan seleksi administrasi dan evaluasi lanjutan berupa presentasi serta wawancara di Badan Perencanaan Pembangunan dan Riset Daerah (Bapperida) Kabupaten Cianjur, Selasa (11/8/2026).
Kepala Puskesmas Sukanagalih, Utari Doriomos, S.Keb., Bdn., mengatakan tahapan presentasi dan wawancara menjadi bagian penting dalam proses penilaian untuk menentukan peserta yang berhak melaju ke tahap berikutnya.
«“Alhamdulillah, setelah dinyatakan lolos seleksi administrasi, kami baru saja menyelesaikan tahapan presentasi dan wawancara di Bapperida. Seluruh proses berjalan lancar berkat kolaborasi tim inovator dan penanggung jawab kluster,” ujar Utari, Selasa (11/8/2026).»
Menurut dia, proses evaluasi dilakukan melalui penilaian oleh dewan juri lintas instansi yang melibatkan unsur Bapperida dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Program Kampung Emas Mentari dikembangkan Puskesmas Sukanagalih dengan fokus pada persoalan kesehatan masyarakat, khususnya pencegahan dan penanganan anemia serta stunting. Program tersebut juga diarahkan untuk memperkuat upaya perlindungan kesehatan ibu dan anak.
Masuknya Kampung Emas Mentari ke empat besar membuat Puskesmas Sukanagalih kini berpeluang melaju ke tiga besar Lomba Inovasi Daerah Kabupaten Cianjur 2026. Penetapan peringkat selanjutnya masih menunggu pengumuman resmi panitia penyelenggara.
Bukan Sekadar Mengejar Penghargaan
Utari mengatakan keikutsertaan dalam kompetisi inovasi daerah bukan semata-mata ditujukan untuk memperoleh penghargaan. Menurut dia, kompetisi tersebut menjadi ruang untuk mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik, khususnya di bidang kesehatan.
“Ini merupakan tahun ketiga saya mengawal keikutsertaan dalam kompetisi inovasi daerah. Fokus utama kami bukan sekadar meraih penghargaan, melainkan membangun budaya kerja yang adaptif, kreatif, dan berorientasi pada solusi nyata,” katanya.
Ia menilai perubahan kebutuhan masyarakat menuntut sektor pelayanan kesehatan untuk terus beradaptasi. Karena itu, inovasi di tingkat pelayanan kesehatan primer dinilai perlu diarahkan pada penyelesaian persoalan yang benar-benar dihadapi masyarakat.
“Di tengah perubahan zaman yang cepat, sektor kesehatan harus terus bergerak maju agar pelayanan masyarakat tetap optimal,” ujar Utari.
Rekam Jejak di Ajang Inovasi Daerah
Keikutsertaan Utari dalam Lomba Inovasi Daerah Kabupaten Cianjur 2026 juga melanjutkan rekam jejaknya dalam kompetisi inovasi pelayanan publik.
Pada dua edisi sebelumnya, yakni 2024 dan 2025, Utari disebut berhasil mengantarkan Puskesmas Cijagang meraih juara pertama secara berturut-turut. Setelah itu, ia mendapat amanah memimpin Puskesmas Sukanagalih.
Pada 2026, inovasi Kampung Emas Mentari menjadi program yang diandalkan untuk membawa Puskesmas Sukanagalih bersaing dalam kompetisi inovasi daerah tingkat kabupaten.
Lomba Inovasi Daerah Kabupaten Cianjur 2026 sendiri diikuti berbagai unsur, mulai dari organisasi perangkat daerah, institusi pendidikan hingga elemen masyarakat.
Dengan masuknya Kampung Emas Mentari ke empat besar, Puskesmas Sukanagalih kini tinggal menunggu hasil penilaian untuk memastikan apakah inovasi tersebut mampu menembus tiga besar.
Pengumuman resmi mengenai penetapan peringkat tiga besar Lomba Inovasi Daerah Kabupaten Cianjur 2026 dijadwalkan disampaikan panitia penyelenggara dalam waktu dekat.(Bet)