Pasaman Barat,detiksatu.com || Lima calon Wali Nagari Air Bangis, Kecamatan Sungai Beremas, Kabupaten Pasaman Barat, sepakat menjaga persatuan dan kedamaian selama pelaksanaan Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) 2026.
Komitmen tersebut dituangkan melalui penandatanganan Deklarasi Pilwana Damai oleh Ketua Panitia Pemilihan Wali Nagari (PPWN) Air Bangis, Rinanda, bersama lima calon Wali Nagari, Bamus, tokoh masyarakat, niniak mamak, alim ulama, cadiak pandai serta unsur masyarakat, Kamis (27/8/2026).
Penandatanganan dilakukan setelah pengambilan nomor urut calon.
Lima calon tersebut yakni Yudia Warman, S.Hum. nomor urut 1; Ermonsyah, S.E., Ak. nomor urut 2; Fitriadi nomor urut 3; Khairul Anami, S.H. nomor urut 4; dan Erhamsyah nomor urut 5.
Deklarasi menjadi komitmen bersama agar seluruh tahapan Pilwana berlangsung aman, tertib, damai, jujur dan berintegritas. Perbedaan pilihan juga diharapkan tidak berkembang menjadi konflik maupun perpecahan di tengah masyarakat.
Ketua PPWN Air Bangis, Rinanda, saat dihubungi detiksatu.com, Jumat (28/8/2026), mengatakan deklarasi tersebut merupakan pengingat bahwa Pilwana merupakan bagian dari proses demokrasi di tingkat nagari yang harus dijalankan dengan kedewasaan.
“Perbedaan pilihan adalah hal biasa dalam demokrasi, tetapi jangan sampai menjadi alasan untuk memutus tali silaturahmi. Kita ingin seluruh tahapan Pilwana Air Bangis berjalan aman, tertib dan damai,” ujar Rinanda.
Lima Komitmen Pilwana Damai
Dalam deklarasi tersebut, terdapat lima komitmen yang disepakati bersama.
Pertama, menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
Kedua, mengutamakan kerukunan dan tidak menjadikan perbedaan pilihan sebagai alasan untuk memutus tali silaturahmi.
Ketiga, bersama-sama mewujudkan Pilwana yang Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur dan Adil (LUBER JURDIL).
Keempat, melaksanakan kampanye secara aman, tertib, damai dan berintegritas dengan menolak penyebaran hoaks, politisasi SARA serta praktik politik uang.
Kelima, tidak menggunakan tempat ibadah maupun fasilitas pemerintah untuk kegiatan kampanye politik praktis.
Rinanda menegaskan, kelima poin tersebut bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi komitmen moral seluruh pihak agar persaingan lima calon Wali Nagari tetap berlangsung secara sehat dan kondusif.
Ia juga mengajak para calon dan masyarakat menjadikan Pilwana sebagai momentum untuk menunjukkan kedewasaan dalam berdemokrasi serta menghormati perbedaan pilihan.
“Pemilihan Wali Nagari adalah panggung demokrasi di nagari. Mari kita tunjukkan kedewasaan dalam memilih, menjaga kedamaian dan menghormati setiap perbedaan. Siapapun pilihan kita, persatuan dan persaudaraan masyarakat Air Bangis harus tetap menjadi yang utama,” tutupnya.
Riski Habibi