TANA TORAJA,DETIKSATU.COM || Api membakar kawasan hutan dan lahan di Ba'ba-Ba'ba, Kelurahan Mebali, Kecamatan Gandang Batu Sillanan, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, Senin, 24 Agustus 2026. Luas area yang terbakar diperkirakan mencapai tiga hektare.
Tim gabungan pemadam kebakaran, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, dan masyarakat dikerahkan untuk mengendalikan kobaran tersebut.
Medan menjadi persoalan pertama. Lokasi kebakaran berada di kawasan perbukitan dengan kemiringan yang cukup curam. Mobil pemadam kebakaran tidak dapat mendekati seluruh titik api.
Petugas akhirnya berjalan menuju lokasi dan melakukan pemadaman secara manual dengan peralatan yang tersedia.
Dandim 1414 Tana Toraja, Letkol Inf Armal, mengatakan pihaknya mengerahkan personel Babinsa Koramil 1414-07 Mengkendek dan Bhabinkamtibmas untuk membantu petugas pemadam kebakaran.
“Kami mengerahkan personel Babinsa Koramil 1414-07 Mengkendek dan personel Bhabinkamtibmas untuk membantu petugas pemadam kebakaran,” kata Armal, Senin (24/8/2026).
Persoalan belum selesai setelah api berhasil dipukul mundur. Angin membuat bara yang sebelumnya padam kembali menyala. Petugas harus berpindah dari satu titik ke titik lain untuk memastikan api tidak merambat kembali.
“Angin juga menjadi kendala karena bara api yang telah dipadamkan kembali menyala ketika petugas berpindah ke titik api lain,” ujarnya.
Kondisi medan membuat proses pemadaman berlangsung lebih lama. Petugas hanya dapat menjangkau bagian-bagian tertentu dengan peralatan yang dibawa secara manual.
Setelah kobaran utama berhasil dikendalikan, tim melakukan pendinginan. Langkah ini penting untuk memastikan bara yang tersisa tidak kembali menjadi api dan merambat ke kawasan lain.
Kerja bersama antara BPBD, pemadam kebakaran, TNI, Polri, dan masyarakat membuat api dapat dikendalikan. Namun, peristiwa tersebut sekaligus memperlihatkan betapa sulitnya menangani kebakaran lahan di kawasan berbukit.
Api Bisa Berawal dari Hal Kecil
Dandim Tana Toraja Letkol Inf Armal mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan menggunakan api, terutama ketika membuka lahan perkebunan atau membersihkan lingkungan.
Pembakaran lahan dan tumpukan sampah, kata dia, dapat menjadi sumber masalah ketika api tidak terkendali. Dalam kondisi angin dan vegetasi yang kering, bara kecil dapat dengan cepat berubah menjadi kebakaran yang lebih luas.
Ia meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran secara sembarangan, terlebih sengaja membakar kawasan hutan atau lahan.
“Jangan melakukan pembakaran saat membuka lahan kebun atau tumpukan sampah secara sembarang di lingkungan tempat tinggal, apalagi membakar lahan atau hutan secara sengaja karena itu bisa terkait pidana,” kata Armal.
Kebakaran di Ba'ba-Ba'ba menjadi pengingat bahwa penanganan karhutla tidak selalu dimulai dari mobil pemadam yang datang ke lokasi. Pada medan tertentu, petugas justru harus berjalan mendekati api dan memadamkannya dengan tenaga manusia. (yul/yus)