CIANJUR,DETIKSATU.COM || Pemerintah Kabupaten Cianjur bersama Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Jawa Barat memperketat pembinaan dan pengawasan pelajar setelah terjadi keributan yang melibatkan siswa SMK Siliwangi dan SMKN 1 Cilaku.
Langkah itu dibahas dalam audiensi yang melibatkan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) dan sekolah terkait di Aula Kecamatan Cilaku, Rabu, 12 Agustus 2026.
Bupati Cianjur dr. Muhamad Wahyu Ferdian mengatakan pembinaan dilakukan untuk menjaga lingkungan pendidikan tetap aman dan mencegah konflik antarkelompok pelajar. Ia meminta sekolah tidak membiarkan perbedaan antarsiswa berkembang menjadi kekerasan.
"Kami ingin suasana pendidikan dan masyarakat di Kabupaten Cianjur bisa berjalan aman, nyaman dan tertib. Kami tidak ingin ada perbedaan pendapat di golongan siswa yang satu dengan siswa yang lain," kata Wahyu.
Menurut dia, pembinaan karakter dan kedisiplinan menjadi bagian penting dalam mencegah kekerasan verbal maupun fisik. Pemerintah daerah juga mendukung langkah Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam memperkuat pembinaan terhadap pelajar.
Setelah pembinaan dan evaluasi selesai, Pemkab Cianjur berencana memperbanyak kegiatan yang melibatkan siswa dari berbagai sekolah. Kegiatan itu antara lain bakti sosial, bakti lingkungan dan kegiatan keagamaan.
"Sudah tidak zamannya berkompetisi, sekarang zamannya kolaborasi. Kami akan menjadi katalis untuk hal tersebut," ujarnya.
Kepala KCD Pendidikan Wilayah V Jawa Barat Nonong Winarni mengatakan pengawasan terhadap sekolah di Kabupaten Cianjur akan diperkuat melalui pengawas sekolah. Kepala sekolah juga diminta meningkatkan pembinaan dan pengawasan terhadap peserta didik.
"Kami akan menguatkan pengawasan melalui para pengawas sekolah ke seluruh sekolah yang ada di Kabupaten Cianjur. Kepala sekolah juga kami minta terus melakukan pembinaan dan pengawasan kepada peserta didik," kata Nonong.
KCD juga akan memperkuat komunikasi dengan orang tua siswa serta koordinasi dengan kepolisian dan pemerintah daerah. Menurut Nonong, kegiatan bersama antarsekolah perlu diperbanyak untuk membangun interaksi positif di kalangan pelajar.
Kegiatan itu dapat berupa jambore, kemah bersama, olahraga hingga kegiatan keagamaan.
"Kuncinya adalah memperbanyak kegiatan bersama-sama," ujarnya.
KCD belum menjatuhkan sanksi terhadap sekolah dalam audiensi tersebut. Nonong mengatakan pemberian sanksi baru dapat dilakukan setelah ada hasil investigasi mengenai kemungkinan kelalaian dalam pembinaan dan pengawasan siswa.
"Jika memang ditemukan kelalaian pihak sekolah dan lain-lain, bukan tidak mungkin ada sanksi yang akan kita berikan," kata dia.
Sementara itu, penanganan terhadap pelajar yang sebelumnya diamankan masih berada di tangan kepolisian. Selanjutnya, pihak sekolah akan menindaklanjuti pembinaan sesuai kewenangannya.
Audiensi tersebut diarahkan sebagai langkah penyelesaian dan pencegahan agar keributan antarpelajar tidak kembali terjadi.(Bet)