Jakarta,detiksatu.com || Aktivis Pemuda Kepulauan Nias, Juli E. Restu War, C.L., C.P.S., yang akrab dikenal dengan sebutan Hendra War, menyampaikan apresiasi terhadap upaya pengelolaan dan pelestarian Cagar Budaya HO di Desa Lahemo, Kecamatan Gido, Kabupaten Nias,24 September 2026
Menurut Hendra War, keberadaan dan pengelolaan Cagar Budaya HO memiliki arti penting dalam menjaga kesinambungan sejarah, adat dan budaya masyarakat Nias agar tetap dikenal serta diwariskan kepada generasi mendatang.
Ia menilai, pelestarian situs sejarah tidak semata-mata berbicara mengenai pembangunan fisik kawasan, tetapi juga menyangkut tanggung jawab bersama dalam merawat identitas dan warisan leluhur.
> “Kami mengapresiasi seluruh pihak yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian Cagar Budaya HO. Ini merupakan bagian penting dari upaya menjaga sejarah, adat dan budaya Nias agar tidak terputus dari generasi ke generasi,” ujar Hendra War.
Pelestarian Harus Menjadi Gerakan Bersama
Hendra War berharap pengelolaan Cagar Budaya HO dapat terus dilakukan secara terbuka, terarah dan melibatkan berbagai unsur masyarakat, tokoh adat, tokoh budaya, pemerintah serta generasi muda.
Menurutnya, generasi muda Kepulauan Nias memiliki tanggung jawab moral untuk ikut mengenal, menjaga dan memperkenalkan berbagai peninggalan sejarah leluhur.
Ia juga mengapresiasi gagasan menjadikan kawasan tersebut sebagai bagian dari potensi wisata sejarah dan budaya, sepanjang pengembangannya tetap memperhatikan nilai-nilai adat serta prinsip pelestarian cagar budaya.
Dorong Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat
Hendra War menekankan bahwa keberlanjutan pelestarian membutuhkan kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah.
“Cagar budaya bukan hanya milik satu kelompok. Ia merupakan bagian dari warisan sejarah yang harus dijaga bersama. Karena itu, semangat gotong royong, persatuan dan penghormatan terhadap adat harus menjadi dasar dalam pengelolaannya,” katanya.
Sebagai aktivis pemuda, Hendra War selama ini aktif menyuarakan aspirasi masyarakat Nias di tingkat nasional dan mendorong komunikasi antara masyarakat dengan berbagai pemangku kepentingan.
Ia juga dikenal aktif dalam kegiatan persatuan pemuda Kepulauan Nias serta menjalankan peran dalam bidang konsolidasi persatuan suku Nias di Jakarta.
Menurutnya, pelestarian Cagar Budaya HO dapat menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran generasi muda bahwa kemajuan tidak harus menghilangkan akar sejarah dan budaya.
“Kita boleh bergerak menuju masa depan, tetapi jangan pernah kehilangan sejarah dan jati diri. Merawat Cagar Budaya HO berarti merawat ingatan, adat dan identitas masyarakat Nias,” tutup Hendra War. (Setiaman Z.)