Wamena,detiksatu.com || Sebanyak 141,9 ton bantuan pangan beras dari Presiden RI Prabowo Subianto disalurkan untuk masyarakat terdampak bencana kekeringan di Wilayah Papua Pegunungan. Penyaluran bantuan dilakukan di Kompleks Pergudangan Bulog Wamena Kota, Minggu (21/09/2026).
Hadir langsung dalam penyerahan tersebut Anggota DPR RI Yan Permenas Mandenas, Wakil Gubernur Papua Pegunungan Dr. Ones Pahabol, SE.,MM, Bupati Jayawijaya Atenius Murib, Kepala DOLOG Papua Pegunungan, serta jajaran Forkopimda.
Dalam sambutannya, Anggota DPR RI Yan Permenas Mandenas menegaskan kedatangannya ke Wamena untuk memastikan bantuan pangan pemerintah pusat tepat sasaran dan tidak tertahan di gudang.
"Hadir di Kabupaten Jayawijaya sekaligus ingin memastikan bantuan pangan pemerintah pusat dari Presiden Prabowo untuk masyarakat terdampak bencana kekeringan sesuai dengan perjuangan panjang pak Wakil Gubernur. Pada hari ini kami serahkan kurang lebih 141 ton 900 kilo untuk Kabupaten Jayawijaya. Saya berharap distribusinya dipercepat tepat sasaran dan masyarakat penerima segera mendapatkan pertolongan," ujar Yan Mandenas.
Yan menyebut bencana kekeringan dan kebakaran lahan yang melanda wilayah Papua Pegunungan merupakan dampak dari fenomena El Nino yang telah ditetapkan statusnya secara nasional. Ia mengaku telah berkoordinasi dengan pimpinan Fraksi Gerindra, Menteri Pertanian, Bappenas, Badan Pangan Nasional, hingga Panglima TNI dan Kapolri agar bantuan segera disalurkan dan tidak ditahan.
Sementara itu, Wakil Gubernur Papua Pegunungan Dr. Ones Pahabol dalam sambutannya mengungkapkan bantuan ini merupakan jawaban atas tangisan masyarakat Papua Pegunungan dan 7 kabupaten lainnya yang terdampak kekeringan parah.
"Satu bulan yang lalu kami turun dan menangis bersama mereka. Lihat kondisi mereka tidak pernah kami lihat sebelumnya. Ini bukan surat Wakil Gubernur, tapi aspirasi masyarakat yang saya teruskan. Saya hanya WhatsApp biasa ke pusat, tapi puji Tuhan hari ini dijawab. Ini jawaban Tuhan yang tidak bisa dikemas dengan kepentingan lain," tegas Ones Pahabol.
Ones Pahabol menjelaskan, beras 141,9 ton ini merupakan pengganti makanan sementara, sambil masyarakat mempersiapkan kembali kebun dalam 5-6 bulan ke depan agar tidak kembali terjadi kelaparan masyarakat Papua Pegunungan
Ia juga menegaskan bahwa pengusulan bantuan ini sah secara hierarki pemerintahan. "Tidak ada yang tidak sah kalau tidak ada undang-undang yang melarang. Secara hierarki Gubernur dan Wakil Gubernur itu sama haknya," ujarnya menjawab isu yang beredar.
Ia pun meminta semua pihak untuk tidak mengganggu, kekompakan antara Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Pegunungan.
"Kami dua ini orang tua yang memberi contoh yang baik untuk Papua Pegunungan. Jangan diganggu dengan anak-anak yang kiri kanan beri masukan yang salah. Kita berdiri di rumah perut ini, rumah perut semua orang," tambahnya.
Bupati Jayawijaya Atenius Murib dalam kesempatan itu menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo, Badan Pangan Nasional, Bulog, Kementerian Sosial, Kementerian Pertanian, serta DPR RI yang telah memperhatikan masyarakat Papua Pegunungan. Ia berkomitmen akan menyalurkan bantuan melalui kepala distrik dan kepala kampung dengan pendampingan TNI-Polri dan Bulog agar tepat sasaran.
Selain Jayawijaya, Pemprov Papua Pegunungan juga telah mengusulkan bantuan serupa untuk 7 kabupaten lain di wilayah pegunungan yang mengalami kekeringan dengan kemiringan lahan yang terjal.
Acara penyerahan ditandai dengan penyerahan simbolis karung beras berlogo Bantuan Pangan Pemerintah di depan spanduk bertuliskan:
"Bantuan Kemanusiaan Presiden Republik Indonesia Bapak Parabowo Subianto Kepada Masyarakat Terdampak bencana Di Wilayah Papua Pegunungan".
Reporter. Saranus Kogeya