Bukan Sekadar Dialog, Gus Fawait Gaspol Benahi Pasar Tanjung: Satgas Dibentuk, Jalan Samanhudi Direkayasa

Bukan Sekadar Dialog, Gus Fawait Gaspol Benahi Pasar Tanjung: Satgas Dibentuk, Jalan Samanhudi Direkayasa

September 22, 2026 | September 22, 2026 WIB Last Updated 2026-09-22T12:11:59Z
Jember , detiksatu.com || Polemik penataan Pasar Tanjung tak berhenti di meja dialog. Pemerintah Kabupaten Jember langsung menyiapkan langkah konkret untuk membenahi salah satu pusat perdagangan terbesar di daerah tersebut.

Bupati Jember Gus Fawait menerima ratusan pedagang yang tergabung dalam Masyarakat Peduli Pasar Tanjung bersama elemen mahasiswa di Pendopo Wahyawibawagraha, Selasa (22/9/2026).
Menariknya, forum tersebut tidak berlangsung kaku. 

Massa aksi yang sebelumnya berada di luar pendopo justru diarahkan masuk dan duduk lesehan bersama bupati untuk membahas langsung persoalan yang terjadi di Pasar Tanjung.

Keluhan pedagang pun disampaikan secara terbuka. Salah satu persoalan yang menjadi sorotan adalah kondisi penataan lapak di area bawah pasar yang dinilai semrawut dan berpengaruh terhadap aktivitas serta keberlangsungan usaha pedagang lama.

Gus Fawait tak ingin persoalan tersebut berhenti menjadi bahan perdebatan. Pemkab Jember langsung menawarkan sejumlah langkah yang akan diuji di lapangan.

Di antaranya uji coba rekayasa lalu lintas di Jalan Samanhudi, pembentukan Satgas Gabungan Penataan Pasar, hingga pengaturan waktu aktivitas pedagang.
Kesepakatan tersebut rencananya mulai diterapkan Rabu (23/9/2026). 

Namun, Pemkab Jember menegaskan kebijakan itu masih terbuka untuk dievaluasi apabila dalam pelaksanaannya ditemukan persoalan baru.

"Pasar tradisional adalah benteng ekonomi warga dan tempat wong cilik mengadu nasib. Apa yang menjadi harapan para pedagang dan mahasiswa, itu pula yang menjadi komitmen kami di Pemkab Jember," tegas Gus Fawait.

Menurutnya, Pasar Tanjung tidak sekadar persoalan bangunan dan lapak. Pasar tersebut menyangkut denyut ekonomi masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas perdagangan setiap hari.

Karena itu, penataan harus dilakukan dengan mempertemukan kepentingan pedagang, pengguna jalan, pemerintah, dan masyarakat.

Gus Fawait juga mengapresiasi keberanian mahasiswa menyampaikan kritik sekaligus menawarkan gagasan. Sejumlah masukan yang muncul dalam forum, termasuk rekayasa lalu lintas, pembentukan satgas hingga penataan trotoar, akan diakomodasi dalam proses pembenahan.

"Saya bangga dengan pemikiran kritis teman-teman mahasiswa. Semua gagasannya, mulai dari rekayasa lalu lintas, Satgas, sampai penataan trotoar kami akomodasi. Mari kawal bersama prosesnya di lapangan," ujarnya.

Bupati menyebut pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari komitmennya sekitar sepekan sebelumnya untuk mencari solusi atas persoalan Pasar Tanjung.

Kini, tantangannya bukan lagi sekadar merumuskan solusi, tetapi memastikan kesepakatan tersebut benar-benar berjalan di lapangan.

Pemkab Jember juga memastikan pembenahan tidak hanya menyasar Pasar Tanjung. Pola serupa akan diterapkan pada pasar-pasar tradisional lainnya dengan membuka ruang dialog langsung bersama pedagang.

Targetnya jelas: pasar tetap hidup, pedagang tetap berjualan, tetapi kawasan juga harus semakin tertib dan nyaman.

(Wiwik)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Bukan Sekadar Dialog, Gus Fawait Gaspol Benahi Pasar Tanjung: Satgas Dibentuk, Jalan Samanhudi Direkayasa

Trending Now