Drs. Faatulo Gulo Tegaskan Pemugaran Cagar budaya HO Bukan Kepentingan Politik, Kelompok, dan Peribadi

Drs. Faatulo Gulo Tegaskan Pemugaran Cagar budaya HO Bukan Kepentingan Politik, Kelompok, dan Peribadi

September 24, 2026 | September 24, 2026 WIB Last Updated 2026-09-24T06:49:57Z
Nias Lahemo,detiksatu.com || Upaya pemugaran dan pelestarian Cagar Budaya HO di Desa Lahemo, Kecamatan Gido, Kabupaten Nias, terus didorong sebagai bagian dari menjaga warisan sejarah dan budaya masyarakat Nias. ( 24-09-2026 )

Ketua Konservasi Cagar Budaya HO, Drs. Faatulo Gulo atau yang akrab disapa Ama Firman, menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak berkaitan dengan kepentingan politik maupun kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.

Menurutnya, tujuan utama konservasi adalah menjaga keberadaan makam HO beserta lingkungan sekitarnya agar tetap terpelihara dan dapat dikenali oleh generasi mendatang.

“Tujuan kita adalah melakukan pemugaran makam HO serta lingkungannya. Bukan manuver politik ataupun kepentingan pribadi atau kelompok tertentu. Kepentingannya hanya untuk melestarikan Cagar Budaya HO,” ujar Ama Firman dalam keterangannya, sebagaimana diberitakan pada September 2026.

Ia menjelaskan, kegiatan pembersihan kawasan telah dilakukan bersama unsur panitia. Penataan lingkungan tersebut diharapkan dapat mendukung pengembangan kawasan sebagai potensi wisata sejarah dan budaya, sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat sekitar dan pelaku UMKM.

Dorong Kejelasan Penetapan Nama CUADA HO

Selain kegiatan konservasi, pembahasan mengenai penyatuan pemahaman dan usulan penetapan nama CUADA HO juga menjadi perhatian.

Ama Firman menyampaikan bahwa pembahasan Forum Komunikasi Publik (FKP) masih perlu dilanjutkan sebelum proses penetapan nama jalan dilakukan sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.

Sejumlah ruas jalan yang disebut dalam pembahasan antara lain jalur dari Jalan Nasional Hiliweto Gido melalui Desa Lahemo, Desa Dekha, Desa Siwalubanua, Desa Sisarahili Ma’u, Desa Balodano, Desa Sifaoroasi, Hilifalawu, Soliga hingga jalur provinsi Huruna.

Menurut Ama Firman, kejelasan mengenai penetapan nama CUADA HO diperlukan agar memiliki dasar yang jelas dan tidak menimbulkan keraguan dalam pengembangan kawasan ke depan.

Warisan Sejarah untuk Generasi Mendatang

Pelestarian Cagar Budaya HO tidak hanya berkaitan dengan pemeliharaan sebuah situs, tetapi juga menyangkut upaya menjaga nilai sejarah, budaya dan identitas masyarakat Nias.

Karena itu, proses konservasi diharapkan dapat melibatkan berbagai unsur masyarakat secara terbuka dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Jika ditata dan dikelola secara berkelanjutan, kawasan tersebut berpotensi dikembangkan sebagai destinasi wisata sejarah dan budaya, sekaligus menjadi ruang edukasi bagi generasi muda mengenai sejarah leluhur dan warisan budaya Nias.

Pemugaran Cagar Budaya HO diharapkan menjadi bagian dari gerakan bersama untuk menjaga warisan sejarah agar tetap hidup, terawat dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya. (Gaba'atulo Waruwu)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Drs. Faatulo Gulo Tegaskan Pemugaran Cagar budaya HO Bukan Kepentingan Politik, Kelompok, dan Peribadi

Trending Now