Wabup Puspawati Dorong STBM Menjadi Budaya Hidup Bersih di Luwu Timur

Wabup Puspawati Dorong STBM Menjadi Budaya Hidup Bersih di Luwu Timur

September 24, 2026 | September 24, 2026 WIB Last Updated 2026-09-24T06:44:01Z
Malili,detiksatu.com || Menjelang pelaksanaan verifikasi lapangan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Award Tahun 2026 oleh Tim Kementerian Kesehatan RI, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur terus mematangkan segala persiapan.
 
Rapat pemantapan digelar di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Malili, pada Kamis (24/09/2026), sebagai tindak lanjut surat Kementerian Kesehatan Nomor: KL.01.04/C.VI/2323/2026.
 
Pertemuan dipimpin langsung Wakil Bupati Luwu Timur, Dra. Hj. Puspawati Husler, dan dihadiri Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan, Alimuddin Bachtiar, beserta jajaran OPD terkait, para Camat, Kepala Puskesmas, Kepala Sekolah, hingga Kepala Desa se-Kabupaten Luwu Timur.
 
Bukan Sekadar Penghargaan, Tapi Membudayakan Hidup Bersih
 
Dalam arahannya, Wakil Bupati menegaskan bahwa persiapan ini bukan sekadar menyambut kedatangan tim penilai — melainkan upaya nyata menanamkan perilaku hidup bersih dan sehat ke dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
 
"Yang paling penting bukan hanya bagaimana kita menghadapi verifikasi, tetapi bagaimana kebiasaan hidup bersih dan sehat ini benar-benar menjadi budaya di masyarakat." — ujar Hj. Puspawati Husler.
 
Keberhasilan sanitasi, lanjutnya, memerlukan gotong royong seluruh elemen: pemerintah daerah, desa, sekolah, fasilitas kesehatan, hingga warga itu sendiri. Ia meminta semua pihak memastikan indikator STBM terpenuhi dengan baik, serta melakukan pembinaan yang berkelanjutan di wilayah masing-masing.
 
Perhatikan Hal Sederhana, Wujudkan Perubahan Nyata
 
Sementara itu, Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan, Alimuddin Bachtiar, mengingatkan agar persiapan dilakukan secara menyeluruh — bahkan pada hal-hal yang tampak sederhana.
 
Salah satunya, penyajian makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus dilakukan dengan higienis: makanan tidak diletakkan di lantai, melainkan di atas meja.
 
Selain itu, masyarakat didorong mengelola sampah organik menjadi kompos, dan pemerintah desa diminta memperkuat sosialisasi — termasuk memasang spanduk dan umbul-umbul STBM di lingkungan kantor desa sebagai bentuk edukasi sekaligus dukungan terbuka terhadap gerakan ini.
 
"Yang kita harapkan adalah perubahan perilaku. Karena itu, pembinaan ke rumah tangga harus terus berjalan dan dilakukan secara konsisten," tegas Alimuddin.
 
Bergerak Bersama untuk Luwu Timur yang Lebih Sehat
 
Melalui rapat ini, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur mengajak seluruh pihak bergerak serentak memastikan kesiapan menghadapi verifikasi. Lebih dari sekadar meraih penghargaan, STBM diharapkan menjadi gerakan bersama yang kekal — mewujudkan lingkungan bersih, sehat, aman, dan berkelanjutan bagi seluruh warga Luwu Timur.

(ANDI MARWAN T.L)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Wabup Puspawati Dorong STBM Menjadi Budaya Hidup Bersih di Luwu Timur

Trending Now