Jelang TEMUNAS IV, PEREMPUAN AMAN Tegaskan Perempuan Adat Berhak Tentukan Masa Depan

Jelang TEMUNAS IV, PEREMPUAN AMAN Tegaskan Perempuan Adat Berhak Tentukan Masa Depan

September 29, 2026 | September 29, 2026 WIB Last Updated 2026-09-29T14:17:56Z
Jakarta,detiksatu.com || Persekutuan Perempuan Adat Nusantara (PEREMPUAN AMAN) menyoroti masih terbatasnya ruang bagi Perempuan Adat dalam pengambilan keputusan terkait pembangunan, tanah, dan wilayah adat.

Padahal, Perempuan Adat memiliki peran penting dalam menjaga sumber pangan, merawat pengetahuan, serta mengelola ruang hidup komunitas. Persoalan tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam pertemuan PEREMPUAN AMAN dengan media di Jakarta, Selasa (29/9/2026).

Anggota Steering Committee TEMUNAS IV sekaligus Pengurus Harian Komunitas PEREMPUAN AMAN Sawesuma, Novilla Aru, mengatakan suara Perempuan Adat masih sering tidak didengar ketika menyampaikan pandangan mengenai pembangunan maupun perluasan lahan di wilayahnya.

Menurutnya, berbagai tekanan masih membuat perempuan kesulitan menyuarakan kepentingan untuk mempertahankan tanah dan wilayah adat.

Hal senada disampaikan anggota Steering Committee TEMUNAS IV sekaligus Dewan Pakar PEREMPUAN AMAN, Arimbi Heroepoetri. Ia menyoroti pandangan yang masih menempatkan perempuan sekadar sebagai pelengkap dalam kegiatan adat.

“Perempuan sering dianggap hanya sebagai pelengkap dalam upacara. Ketika pemimpin Perempuan Adat dibutuhkan, barulah perempuan dicari-cari,” ujarnya.

TEMUNAS IV Digelar Oktober

Untuk memperkuat kepemimpinan Perempuan Adat, PEREMPUAN AMAN akan menggelar Temu Nasional IV atau TEMUNAS IV pada 15–20 Oktober 2026 di Sentul, Bogor.

TEMUNAS IV mengusung tema “Memperkokoh Kepemimpinan Transformatif Perempuan Adat: Merawat Pengetahuan Menuju Kehidupan yang Berdaulat.”

Lebih dari 200 Perempuan Adat dari berbagai wilayah pengorganisasian di Nusantara dijadwalkan hadir untuk membawa pengalaman dan pandangan dari wilayah masing-masing.

Sejumlah isu akan dibahas melalui empat sarasehan, yakni kedaulatan pangan dan ekonomi rumah tangga; pengetahuan Perempuan Adat dan kedaulatan wilayah adat; resiliensi menghadapi kekerasan berbasis gender; serta hak kolektif Perempuan Adat dalam tata kelola pemerintahan Masyarakat Adat.

Selain itu, akan digelar dialog publik mengenai kepemimpinan Perempuan Adat dalam mendorong perubahan.

Tentukan Arah Organisasi

TEMUNAS IV juga menjadi forum pengambilan keputusan tertinggi PEREMPUAN AMAN. Dalam forum tersebut, anggota akan merefleksikan perjalanan organisasi, menentukan arah perjuangan bersama, merumuskan resolusi, mengukuhkan Dewan Nasional, serta memilih Ketua Umum untuk periode berikutnya.

Ketua Umum PEREMPUAN AMAN Devi Anggraini menegaskan pentingnya menempatkan Perempuan Adat sebagai pemegang hak yang memiliki ruang untuk menentukan keputusan terkait kehidupan dan wilayahnya.

“Selama ini Perempuan Adat masih dilihat sebagai objek, belum sebagai subjek pemegang hak,” kata Devi.

Saat ini, PEREMPUAN AMAN menghimpun 5.075 anggota individu yang tersebar di 120 Wilayah Pengorganisasian di tujuh region Nusantara. Organisasi tersebut merupakan organisasi sayap Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) yang bersifat otonom dan nirlaba.
(Nina)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Jelang TEMUNAS IV, PEREMPUAN AMAN Tegaskan Perempuan Adat Berhak Tentukan Masa Depan

Trending Now