Kades Nanga Kalis Dituding Bekingi PETI, Boy Angkat Suara: Kami Tak Pernah Dikonfirmasi, Warga Cari Emas karena Ekonomi Sulit!

Kades Nanga Kalis Dituding Bekingi PETI, Boy Angkat Suara: Kami Tak Pernah Dikonfirmasi, Warga Cari Emas karena Ekonomi Sulit!

September 14, 2026 | September 14, 2026 WIB Last Updated 2026-09-14T13:31:56Z
Kapuas hulu,detiksatu.com || Pemberitaan terkait dugaan aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Desa Nanga Kalis, Kecamatan Kalis, Kabupaten Kapuas Hulu, menuai bantahan dari pihak keluarga Kepala Desa Nanga Kalis,14 September 2026.

Fahrul Eka Saksi alias Boy, yang mewakili pihak keluarga, angkat bicara dan membantah sejumlah tudingan yang dikaitkan dengan Kepala Desa Nanga Kalis, termasuk dugaan pembekingan aktivitas PETI, dugaan aliran pungutan atau setoran, serta narasi mengenai krisis air bersih.

Boy menilai pemberitaan tersebut perlu diluruskan karena menurutnya pihak keluarga maupun Kepala Desa Nanga Kalis tidak pernah dimintai konfirmasi secara langsung sebelum pemberitaan diterbitkan.

“Kami sangat menyayangkan pemberitaan tersebut. Ada nama kepala desa dan keluarga yang dikaitkan dengan sejumlah tudingan, tetapi kami tidak pernah dikonfirmasi. Seharusnya pihak yang disebut diberikan kesempatan untuk memberikan penjelasan agar pemberitaan berimbang,” ujar Boy.

Bantah Kades Bekingi PETI

Boy secara tegas membantah tudingan bahwa Kepala Desa Nanga Kalis membekingi aktivitas PETI ataupun menerima aliran dana dari kegiatan tersebut.

“Kami membantah tudingan bahwa kepala desa membekingi PETI atau menerima setoran. Kalau memang ada yang menuduh demikian, silakan dibuktikan dengan data dan fakta yang jelas,” tegasnya.

Boy: Isu Aliran Dana dan Setoran Tidak Benar

Lebih jauh, Boy secara khusus membantah informasi mengenai adanya aliran dana atau setoran dari aktivitas mencari emas kepada Kepala Desa Nanga Kalis maupun oknum aparat penegak hukum, termasuk pihak Polsek Kalis.

Menurut Boy, informasi mengenai adanya setoran tersebut tidak benar dan tidak pernah terjadi.

“Soal isu adanya aliran dana atau setoran kepada kepala desa maupun oknum aparat penegak hukum, dalam hal ini pihak Polsek Kalis, kami tegaskan itu tidak benar. Itu hoaks. Tidak ada setoran seperti yang disebut-sebut dalam pemberitaan,” ujar Boy.

Ia meminta agar informasi mengenai dugaan aliran dana tersebut tidak disebarkan tanpa adanya bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Kalau memang ada bukti adanya setoran kepada kepala desa atau pihak kepolisian, silakan tunjukkan bukti dan siapa yang memberikan. Jangan sampai informasi yang tidak benar kemudian berkembang menjadi seolah-olah sebuah fakta,” katanya.

Boy juga menegaskan bahwa pihak keluarga tidak pernah mengetahui adanya mekanisme setoran sebagaimana yang dituduhkan.

“Kami tidak pernah melihat atau mengetahui adanya setoran kepada kepala desa maupun kepada pihak Polsek Kalis terkait aktivitas masyarakat tersebut,” tegasnya.

Aktivitas Masyarakat Disebut Murni karena Faktor Ekonomi

Menurut Boy, adanya masyarakat yang mencari emas tidak dapat serta-merta dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya keterlibatan Kepala Desa Nanga Kalis.

Ia menjelaskan, sebagian masyarakat melakukan aktivitas mencari emas atas kehendak sendiri untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.

“Kondisi ekonomi sekarang sulit. Masyarakat tentu berusaha mencari penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Ada yang mencari emas menggunakan alat tradisional dan ada juga yang menggunakan mesin Robin seperti JEK,” jelasnya.

Boy menegaskan aktivitas tersebut bukan merupakan program, perintah maupun arahan Kepala Desa Nanga Kalis.

“Ini murni usaha masyarakat masing-masing. Jangan sampai masyarakat yang sedang berusaha mencari nafkah justru dijadikan dasar untuk menuduh kepala desa membekingi kegiatan tersebut,” ujarnya.

Meski demikian, Boy mengatakan pihaknya tetap menghormati seluruh aturan hukum yang berlaku.

Apabila terdapat aktivitas yang diduga melanggar ketentuan perizinan maupun aturan lingkungan, menurutnya, persoalan tersebut merupakan kewenangan instansi terkait untuk melakukan pemeriksaan dan mengambil tindakan sesuai ketentuan hukum.

Bantah Narasi Krisis Air Bersih

Selain tudingan pembekingan PETI dan dugaan setoran, pihak keluarga juga membantah narasi mengenai krisis air bersih di Nanga Kalis.

Menurut Boy, kondisi di lapangan tidak seharusnya digambarkan secara sepihak tanpa pemeriksaan dan data yang jelas.

“Kami membantah kalau kondisi masyarakat di Nanga Kalis disebut mengalami krisis air bersih seperti yang diberitakan. Kalau memang ada persoalan air, mari kita lihat fakta di lapangan. Kalau perlu dilakukan pemeriksaan atau pengujian oleh pihak yang berwenang,” katanya.

Boy menilai persoalan lingkungan harus dibuktikan secara objektif dan tidak boleh langsung diarahkan kepada pihak tertentu tanpa dasar yang dapat dipertanggungjawabkan.

Tidak Tepat Mengaitkan Aktivitas Warga dengan Kepala Desa

Boy meminta agar aktivitas masyarakat mencari emas dengan dugaan keterlibatan kepala desa dipisahkan secara jelas.

“Kalau memang ada masyarakat yang melakukan kegiatan yang diduga melanggar aturan, silakan aparat yang berwenang melakukan pemeriksaan. Tetapi jangan kemudian aktivitas masyarakat tersebut langsung dikaitkan dengan kepala desa tanpa bukti keterlibatan,” katanya.

Ia menegaskan pihak keluarga tidak mempunyai kepentingan untuk membenarkan kegiatan yang melanggar hukum. Namun, menurutnya, setiap tudingan harus didukung bukti yang jelas.

Minta Media Berikan Hak Jawab

Pihak keluarga Kades Nanga Kalis menegaskan tetap menghormati kebebasan pers dan fungsi media sebagai kontrol sosial.

Namun, mereka meminta agar prinsip keberimbangan tetap dikedepankan, terutama ketika sebuah pemberitaan memuat tudingan terhadap seseorang atau kelompok tertentu.

“Kami tidak anti kritik. Silakan media melakukan kontrol sosial. Tetapi kami juga memiliki hak untuk memberikan klarifikasi. Jangan hanya satu pihak yang diberitakan, sementara pihak yang namanya disebut tidak pernah dimintai keterangan,” tutur Boy.

Ia berharap persoalan tersebut tidak berkembang menjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat.

“Kami berharap masyarakat bisa melihat persoalan ini secara jernih. Kalau memang ada pelanggaran, silakan dibuktikan dan diproses sesuai hukum. Tetapi kalau belum ada bukti, jangan sampai tudingan tersebut dianggap sebagai sebuah fakta,” pungkas Fahrul Eka Samsi alias Boy.

Pihak keluarga menyatakan siap memberikan keterangan kepada aparat penegak hukum maupun instansi terkait apabila diperlukan untuk menjelaskan persoalan aktivitas masyarakat, dugaan PETI, kondisi lingkungan, maupun tudingan mengenai dugaan aliran dana yang dikaitkan dengan Kepala Desa Nanga Kalis dan pihak Polsek Kalis.

Catatan Redaksi:

Berita ini merupakan bentuk klarifikasi dan hak jawab pihak keluarga Kepala Desa Nanga Kalis melalui Fahrul Eka Samsi alias Boy terhadap pemberitaan sebelumnya.

Pernyataan mengenai tidak adanya setoran atau aliran dana kepada Kepala Desa Nanga Kalis maupun pihak Polsek Kalis merupakan bantahan dari Fahrul Eka Samsi alias Boy. Redaksi tidak menyimpulkan benar atau tidaknya dugaan tersebut di luar keterangan para pihak. 

Seluruh informasi tetap terbuka untuk diverifikasi secara independen berdasarkan fakta lapangan, bukti, dan keterangan pihak berwenang.
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Kades Nanga Kalis Dituding Bekingi PETI, Boy Angkat Suara: Kami Tak Pernah Dikonfirmasi, Warga Cari Emas karena Ekonomi Sulit!

Trending Now