Pasaman barat,detiksatu.com || Kabar duka datang dari dunia seni dan musik Pasaman Barat. Guslian, penyanyi slow rock Melayu asal Air Bangis, berpulang pada Kamis (10/9/2026) dalam usia 49 tahun.
Guslian mengembuskan napas terakhir di RSUD Jambak, Pasaman Barat. Kabar kepergiannya menyebar menjelang siang dan mengundang ucapan duka dari sejumlah musisi, masyarakat serta kaum kerabat yang mengenal almarhum.
Almarhum diketahui berasal dari Nagari Air Bangis, Kecamatan Sungai Beremas, Pasaman Barat. Kediamannya berada di Kampung Jao Muaro, Air Bangis.
Sejumlah musisi Pasaman Barat menyampaikan duka mendalam. Mereka mengenang Guslian sebagai penyanyi yang telah memberikan warna dalam perjalanan musik slow rock Melayu.
Ucapan selamat jalan, doa, hingga permohonan maaf atas segala kesalahan dan kekhilafan almarhum semasa hidup juga ramai disampaikan melalui media sosial.
Nama Guslian dikenal melalui sejumlah lagu slow rock Melayu, di antaranya Melati Yang Pergi, Dalam Pasrah Yang Tak Rela, Debu di Atas Kaca, Akhir Cinta Luka, Mengulang Cinta, Lembaran Terakhir, dan Walau Seribu Tahun. Lagu Mengulang Cinta, misalnya, kemudian dinyanyikan kembali oleh Nita Viorell dan disebut sebagai lagu yang sebelumnya dipopulerkan Guslian.
Perjalanan Guslian di dunia musik telah dimulai sejak 1996 melalui album perdana Sabuah Namo bersama Lastri. Dalam perjalanan kariernya, ia kemudian melahirkan sejumlah album dan terus berkarya di jalur musik Melayu.
Kecintaan terhadap daerah asal juga terlihat dari karyanya berjudul Nalayan Aia Bangih (Lagu Pasaman Barat) yang dirilis pada 21 Maret 2023.
Jejak karyanya bahkan masih tercatat hingga 2026. Sejumlah rilisan Guslian tercatat pada tahun ini, di antaranya Sholawat Al-Ghazali, Sholawat Ibrahim, Renovasi, Bias Mentari, Mabuak Cinto, dan Bukan Dalam Mimpi.
Kepergian Guslian menjadi duka bagi keluarga, kaum kerabat, sahabat, sesama musisi dan masyarakat Pasaman Barat, khususnya para penikmat karya-karyanya.
Selamat jalan, Guslian. Semoga almarhum mendapat husnul khatimah, diampuni segala dosa dan kekhilafannya, serta ditempatkan di tempat terbaik di sisi Allah SWT. Karya dan suaranya akan tetap dikenang.
(Riski Habibi)