Manado,detiksatu.com || Puluhan mahasiswa asal Kabupaten Nduga yang sedang menempuh pendidikan di Kota Manado, Sulawesi Utara, menyampaikan aspirasi terkait persoalan tempat tinggal yang mereka hadapi.senin 21 September 2026.
Mahasiswa menyebut kondisi ekonomi yang sulit membuat mereka kesulitan memenuhi pembayaran kontrakan. Dari empat kontrakan yang selama ini digunakan mahasiswa Nduga, sejumlah kontrakan disebut telah dikosongkan karena persoalan pembayaran.
Ketua Asrama Kota Studi Manado, Semian Nirigi, mengatakan mahasiswa Nduga yang berada di Kota Studi Manado berjumlah sekitar 55 orang, terdiri dari 37 mahasiswa putra dan 18 mahasiswa putri.
“Dari empat kontrakan, dua kontrakan sudah dikeluarkan. Sementara dua kontrakan lainnya masih dalam proses negosiasi,” ujar Semian.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat sebagian mahasiswa harus mencari tempat tinggal sementara. Bahkan, ada mahasiswa yang disebut tidur di luar karena tidak memiliki tempat tinggal yang memadai.
Semian meminta Pemerintah Kabupaten Nduga, khususnya Dinas Pendidikan, memberikan perhatian terhadap persoalan tersebut.
“Kami meminta kepada Bapak Otomi Gwijangge selaku Kepala Dinas Pendidikan agar memberikan respons terhadap kondisi kami,” katanya.
Ia menegaskan persoalan tempat tinggal tersebut dinilai mendesak karena berkaitan langsung dengan keberlangsungan pendidikan mahasiswa Nduga di Kota Manado.
Mahasiswa Minta Pemerintah Serius
Mewakili pemuda gereja dan anggota Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Nduga (HPMN), Ainus Karunggu, turut menyampaikan aspirasi terkait kondisi yang dialami mahasiswa.
Ainus mengatakan mahasiswa Nduga di Manado merupakan bagian dari sumber daya manusia daerah yang sedang menjalani pendidikan. Karena itu, persoalan tempat tinggal dinilai perlu mendapatkan perhatian serius dari pemerintah daerah.
“Kami ini SDM Nduga yang dikirim untuk menempuh pendidikan. Tolong berbicara serius mengenai tempat tinggal kami,” ujar Ainus.
Ia mengatakan mahasiswa selama ini berupaya bertahan dengan kondisi yang ada, termasuk menanggung kebutuhan tempat tinggal dengan cara berutang.
Menurut Ainus, mahasiswa memberikan waktu sekitar tiga hingga empat hari agar pemerintah memberikan tanggapan terhadap persoalan tersebut.
“Kalau tidak ada jawaban, kami akan membawa barang-barang yang ada ini untuk dikembalikan,” katanya.
HPMN Minta Pemkab Turun Langsung
Sementara itu, Badan Pengurus HPMN Sulawesi Utara, Yasenut Kogeya, yang menyebut dirinya sebagai penanggung jawab Kota Studi Manado HPMN, meminta Pemerintah Kabupaten Nduga segera memberikan kepastian mengenai tempat tinggal mahasiswa.
Ia meminta persoalan tersebut menjadi perhatian Bupati Nduga, Dinas Pendidikan, serta DPRK Nduga.
“Bapak Kepala Dinas Pendidikan, Bupati Nduga dan DPRK Nduga, tolong perhatikan kami yang ada di Kota Studi Manado,” ujar Yasenut.
Yasenut juga menyampaikan bahwa menurut informasi yang diterimanya terdapat anggaran yang telah direalisasikan sekitar April atau Mei. Namun, ia meminta pemerintah melakukan pengecekan terhadap data mahasiswa, jumlah kamar, serta kebutuhan kontrakan yang ada di Manado.
“Data sudah ada di tangan tenaga kerja dan Dinas Pendidikan. Jadi jangan molor untuk data anggota berapa, kamar berapa,” katanya.
Ia juga menyebut harga kontrakan di Kota Manado saat ini mengalami perubahan sehingga kebutuhan biaya tempat tinggal mahasiswa perlu disesuaikan dengan kondisi aktual.
Yasenut mengatakan mahasiswa memberikan waktu sekitar dua hingga tiga hari untuk mendapatkan respons dari pemerintah daerah.
“Kalau tidak ada respons, hari Senin kami akan membawa persoalan ini ke kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Nduga bersama Bupati dan DPRK,” ujarnya.
Selain meminta penyelesaian administratif, mahasiswa juga mempersilakan pemerintah daerah datang langsung ke Kota Manado untuk melihat kondisi tempat tinggal serta memverifikasi jumlah mahasiswa dan kebutuhan kontrakan.
“Kami berharap pemerintah datang melihat langsung situasi kontrakan dan jumlah anggota mahasiswa yang ada di sini,” kata Yasenut.
Para mahasiswa berharap Pemerintah Kabupaten Nduga segera memberikan kepastian mengenai tempat tinggal sehingga kegiatan perkuliahan mereka di Kota Manado dapat tetap berjalan dengan baik.
Reporter,Ejayo kamarigi