CIANJUR,DETIKSATU.COM || Dewan Pimpinan Cabang Serikat Pekerja Nasional (DPC SPN) Kabupaten Cianjur menggelar Rapat Kerja Cabang (Rakercab) di salah satu hotel kawasan Cipanas-Puncak, Desa Ciloto, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (26/9/2026).
Rakercab tersebut dibuka Bupati Cianjur dr. M. Wahyu Ferdian dan dihadiri perwakilan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Cianjur, Kodim 0608/Cianjur yang diwakili Danramil 04 Cipanas, jajaran pengurus SPN serta tamu undangan lainnya.
Ketua DPC SPN Kabupaten Cianjur Deni Furkon mengatakan organisasi SPN terus melakukan penguatan di Jawa Barat. Ia menyebut saat ini terdapat delapan pimpinan cabang yang menjadi bagian dari perkembangan organisasi tersebut.
Deni juga menyinggung agenda perjuangan SPN terkait perlindungan pekerja dan kebijakan ketenagakerjaan. Ia mengatakan pihaknya masih melakukan berbagai upaya agar perlindungan tenaga kerja menjadi bagian dari kebijakan yang diterapkan pemerintah. Dalam sambutannya, Deni turut menyinggung putusan Mahkamah Konstitusi terkait Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023.
Sekretaris Umum DPP SPN Catur mengatakan investasi di Indonesia perlu tetap memperhatikan hak-hak pekerja. Ia menyampaikan pekerja merupakan bagian dari masyarakat yang memiliki kepentingan terhadap kemajuan bangsa serta memiliki hak untuk menyampaikan gagasan dan mengkritisi kebijakan yang berdampak terhadap masyarakat.
Sementara itu, Bupati Cianjur dr. M. Wahyu Ferdian menyoroti perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang dinilai membawa perubahan terhadap dunia kerja. Ia mencontohkan pekerjaan desain visual yang kini dapat dilakukan dengan bantuan teknologi AI.
Menurut Wahyu, perkembangan teknologi tersebut perlu diantisipasi melalui peningkatan kompetensi tenaga kerja, khususnya generasi muda. Ia berharap lulusan pendidikan di Kabupaten Cianjur memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia kerja.
"Saya berpesan untuk mengisi kompetensi agar anak-anak kita, pemuda-pemudi kita di Kabupaten Cianjur memiliki kompetensi yang cukup dan juga relevan dengan yang dibutuhkan dunia usaha dan dunia kerja pada saat ini," kata Wahyu.
Wahyu juga menyampaikan harapan agar masyarakat Cianjur memiliki kesempatan kerja yang memadai. Ia menilai peningkatan kompetensi menjadi bagian penting dalam menghadapi perubahan kebutuhan tenaga kerja seiring perkembangan teknologi. (Bet)