MEDAN,DETIKSATU.COM || Teror kembali dilakukan orang tak dikenal (OTK) dikediaman mantan calon Walikota Sibolga M.Fadhil Hutagalung, Jumat (11/9/26) dini hari sekitar pukul 04.31 WIB. Tepatnya dijalan merpati no 85 b Medan sunggal perumahan green house, kota Medan, Sumatera Utara.
Aksi itu terekam kamera pengawas atau CCTV yang terpasang di sekitar kediaman Fadhil. Dalam rekaman terlihat satu unit sepeda motor yang ditumpangi dua orang berhenti di sekitar rumah.
Dua orang berboncengan tersebut kemudian berhenti didepan kediaman rumah fadhil dan satu orang turun dari sepeda motor dan berjalan menuju garasi mobil milik Fadhil Thoib Hutagalung.
Tanpa terlihat adanya percakapan, pria tersebut diduga langsung melakukan pelemparan ke arah garasi.
Dalam rekaman CCTV, aksi pelemparan tampak dilakukan sebanyak dua kali, pelaku kembali menuju sepeda motor dan melarikan diri bersama rekannya.
Akibat aksi tersebut, kaca depan mobil milik Fadhil Thoib Hutagalung pecah.
“Peristiwa ini bukan kali pertama menjadi sasaran aksi kekerasan. Kejadian serupa sebelumnya juga pernah terjadi menjelang Pilkada Sibolga,”Ucap Fadhil kepada awak media.
Insiden ini pertama terjadi pada 29 Oktober 2023 sekitar pukul 09.32 WIB. Saat itu, seorang pria yang mengenakan jaket dan helm terekam CCTV berada di sekitar kediamannya.
Dalam rekaman tersebut, pria itu diduga menyiramkan bahan bakar minyak (BBM) ke mobil milik Fadhil yang berada di garasi, sebelum kemudian terjadi kebakaran.
Kejadian ini sudah dilaporkan ke polsek helvetia medan, sedangkan untuk peristiwa pelemparan mobil kami sudah buat laporan ke polres dan saat ini masih proses."Ucapnya.
Peristiwa tersebut menyebabkan mobil mengalami kerusakan, Sejumlah fasilitas dirumah dibagian rumah ikut terdampak.
Aksi tersebut terjadi saat suasana dini hari ketika lingkungan sekitar relatif sepi. Terlihat dari CCTV Pelaku datang berboncengan dan langsung meninggalkan lokasi setelah melakukan aksi pelemparan.
Fadhil berharap aparat kepolisian segera mengusut kejadian tersebut secara serius dengan memeriksa rekaman CCTV dan mengidentifikasi pelaku.
Ia juga berharap kejadian tersebut tidak dianggap sebagai aksi kriminal biasa, mengingat kediamannya tersebut telah dua kali menjadi sasaran dalam rentang waktu yang berbeda.Aksi pelemparan terbaru ini kini kembali menyisakan keresahan sekaligus pertanyaan siapa pelakunya? (Rinaldi)