TPNPB Klaim 10 Warga Sipil Di tembak Di Yahukimo 6 Orang Luka: Minta Akses Tim Kemanusiaan Dibuka

TPNPB Klaim 10 Warga Sipil Di tembak Di Yahukimo 6 Orang Luka: Minta Akses Tim Kemanusiaan Dibuka

September 23, 2026 | September 23, 2026 WIB Last Updated 2026-09-23T03:12:00Z
Yahukimo,detiksatu.com || Manajemen Markas Pusat Komando Nasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (KOMNAS TPNPB) merilis siaran pers terkait peristiwa penembakan yang diklaim terjadi di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.

Dalam siaran pers yang diterima awak media detiksatu.com pada Senin (21/9/2026), Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom menyampaikan laporan yang diterima dari PIS TPNPB Yahukimo.

Pihak TPNPB mengklaim bahwa aparat militer Indonesia telah melakukan penembakan terhadap 10 orang warga sipil di Kampung Samboga, Distrik Seredala, Kabupaten Yahukimo, pada 18 September 2026 sekitar pukul 24.00 WIT.

Menurut laporan tersebut, para korban saat itu baru keluar dari lokasi pendulangan emas menuju Kampung Samboga dan telah dipantau menggunakan drone. Aparat kemudian disebut melakukan siaga di jalan umum di Kampung Samboga, sebelum melakukan penembakan tanpa tembakan peringatan.

"Seluruh korban saat keluar dari tempat pendulangan emas ke Kampung Samboga sekitar pukul 24.00 malam, mereka sudah dipantau oleh aparat militer Indonesia menggunakan drone sehingga aparat langsung melakukan siaga di jalan umum di Kampung Samboga," tulis laporan PIS TPNPB yang dikutip Sebby Sambom.

TPNPB mengklaim, akibat kejadian tersebut 6 orang mengalami luka tembak. Adapun identitas korban yang disebutkan adalah:
1. Yonas Aje (22)
2. Pilatus Porpom (25)
3. Daniel Timuka (19)
4. Kani Borpom (20)
5. Yanus Patika (28)
6. Elli Timuka (28)

Dalam siaran persnya, TPNPB juga mengklaim bahwa sejak 18 hingga 21 September 2026, para korban belum dievakuasi oleh pihak gereja maupun lembaga kemanusiaan di Yahukimo, dan lokasi kejadian masih dikuasai aparat militer.

Atas kejadian tersebut, Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB meminta kepada Presiden RI Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, dan Panglima TNI Agus Subiyanto untuk membuka akses bagi tim kemanusiaan guna mengevakuasi korban ke rumah sakit.

Pihak TPNPB mengaku belum dapat mengambil bukti foto maupun video karena wilayah tersebut masih dikuasai aparat. Mereka juga menduga aparat menyembunyikan jenazah korban untuk menghilangkan barang bukti.

"Kami menduga bahwa para korban ditembak sejak 18 September 2026 dan hingga sekarang belum dievakuasi, maka kami menduga aparat militer Indonesia sedang menyembunyikan jasad korban untuk menghilangkan barang bukti," tulis siaran pers tersebut.

TPNPB menegaskan bahwa dalam insiden tersebut tidak terjadi kontak senjata antara aparat militer Indonesia dengan pasukan TPNPB Kodap XVI Yahukimo, dan seluruh korban adalah warga sipil para pendulang emas.

Hingga berita ini ditayangkan, awak media detiksatu.com masih berupaya melakukan konfirmasi dan verifikasi kepada pihak TNI-Polri dan Pemerintah Daerah Yahukimo terkait klaim tersebut.

Siaran pers tersebut ditandatangani oleh Penanggungjawab Nasional Komando Markas Pusat TPNPB-OPM Jenderal Goliath Tabuni, Panglima Tinggi TPNPB-OPM Letnan Jenderal Melkisedek Awom, Kepala Staf Umum Mayor Jenderal Terianus Satto, dan Komandan Operasi Umum Mayor Jenderal Lekagak Telenggen.

Reporter. Saranus Kogeya
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • TPNPB Klaim 10 Warga Sipil Di tembak Di Yahukimo 6 Orang Luka: Minta Akses Tim Kemanusiaan Dibuka

Trending Now