PABPDSI (persatuan Anggota Badan Permusyawaratan Desa Seluruh Indonesia) Kabupaten Bangka menggelar Kegiatan Penguatan Peran BPD Dalam Tata Kelola Desa yang Demokratis, Akuntabel dan Selaras dengan PP No. 16 Tahun 2026 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Desa,dengan mengambil tempat di Hotel Novila Selasa pagi (7/10/2026)
Kegiatan yang diikuti 97 peserta dari 62 desa se-Kabupaten Bangka ini bersumber dari APBDes Tahun 2026 masing-masing desa.dengan menghadirkan Nara sumber dari Kejari Bangka, Polres Bangka, Dinas Pemdes Kabupaten Bangka, Inspektorat, dan Dinas Pemdes Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Ketua PABPDSI Kabupaten Bangka Susantri mengatakan kegiatan ini merupakan wadah belajar bersama untuk memperkuat peran BPD sebagai pelaku pengawasan di tingkat desa agar selaras dengan peraturan pemerintah.
"Kita berkumpul tidak lain untuk belajar bersama, melakukan hal-hal yang perlu kita lakukan sebagai BPD, sebagai pelaku pengawasan di tingkat desa," ujar Susantri
Ditempat yang sama Sekretaris Daerah Kabupaten Bangka Hariyadi memberikan apresiasi atas inisiatif BPD menggelar bimtek tersebut.
Menurutnya, kegiatan ini sangat relevan dengan fokus Pemkab Bangka saat ini, yakni menjaga keuangan daerah, termasuk keuangan desa agar dikelola secara akuntabel dan transparan.
"Saya mengapresiasi teman-teman BPD. Peran BPD ini sangat vital, sama seperti peran legislatif di kabupaten. BPD adalah mitra kepala desa, sekaligus pengawas penggunaan APBDes. Kalau BPD-nya kuat, paham aturan, desa pasti akuntabel," ujar Hariyadi.
Sekda yang baru dilantik tersebut menegaskan, Pemkab Bangka melalui Dinas Pemdes dan Inspektorat akan terus bersinergi dengan BPD dan kepala desa dalam pembinaan tata kelola desa.
"PP No. 16 Tahun 2026 ini harus kita pahami bersama. Jangan sampai ada desa yang salah dalam tata kelola karena tidak paham regulasi. Makanya kehadiran Kejari dan Polres sebagai narasumber ini penting, untuk pencegahan, bukan penindakan," tegasnya.
Hariyadi juga berpesan agar APBDes 2026 yang menjadi sumber dana kegiatan ini benar-benar digunakan untuk peningkatan kapasitas aparatur desa tutupnya.(Hry)