Tanjab Barat, detiksatu.com || Transparansi penggunaan anggaran Dana Alokasi Umum (DAU) di Kelurahan Sriwijaya, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat), menjadi perhatian setelah Lurah Sriwijaya, M. Amin, mengaku belum mengetahui secara pasti jumlah kegiatan yang dilaksanakan melalui anggaran tersebut saat dikonfirmasi awak media di kantor kelurahan.
Konfirmasi dilakukan untuk memperoleh penjelasan mengenai pelaksanaan program yang bersumber dari DAU, termasuk jumlah kegiatan, rincian penggunaan anggaran, serta besaran dana yang dialokasikan untuk setiap program.
Namun, ketika ditanya mengenai jumlah item kegiatan yang dilaksanakan menggunakan anggaran DAU, M. Amin belum dapat memberikan jawaban secara terperinci.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai keterbukaan informasi dan sejauh mana rincian pelaksanaan kegiatan serta penggunaan anggaran telah diketahui oleh pihak kelurahan. Padahal, informasi mengenai pengelolaan anggaran publik merupakan hal penting yang perlu disampaikan secara terbuka sebagai bagian dari prinsip transparansi dan akuntabilitas pemerintahan.
Istri Lurah Sebut Anggaran Rp200 Juta
Dalam proses konfirmasi tersebut, awak media juga mendapati seorang perempuan berada di ruang kerja lurah tanpa mengenakan seragam dinas. Perempuan itu kemudian turut menanggapi pertanyaan awak media mengenai besaran anggaran DAU dengan menyebut angka Rp200 juta.
Saat ditanya mengenai identitas perempuan tersebut, M. Amin menjawab, "Ini istri saya."
Pernyataan tersebut menambah sejumlah pertanyaan yang memerlukan penjelasan lebih lanjut, terutama mengenai kapasitas kehadiran yang bersangkutan di ruang kerja kelurahan serta keterlibatannya dalam memberikan keterangan terkait anggaran pemerintahan.
Awak media belum memperoleh penjelasan lebih lanjut mengenai dasar penyebutan angka Rp200 juta tersebut, termasuk apakah angka itu merupakan total alokasi DAU, anggaran untuk kegiatan tertentu, atau merujuk pada komponen anggaran lainnya.
Sumber Sebut Istri Lurah Kerap Berada di Kantor
Seorang sumber di lingkungan kelurahan yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan menyebut perempuan tersebut kerap terlihat berada di kantor kelurahan.
"Memang selalu ada di kantor. Ditanya apa kapasitasnya sering di kantor, kita tidak tahu juga," ungkap sumber tersebut.
Keterangan itu masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut dari pihak terkait. Kehadiran seseorang di lingkungan kantor pemerintahan, termasuk pihak keluarga pejabat, tidak dengan sendirinya menunjukkan adanya pelanggaran. Namun, penjelasan mengenai kapasitas, tugas, dan kewenangan yang bersangkutan diperlukan agar tidak menimbulkan persepsi maupun spekulasi di tengah masyarakat.
Menunggu Penjelasan Resmi Pihak Kelurahan
Hingga berita ini disusun, informasi mengenai jumlah kegiatan yang didanai melalui DAU Kelurahan Sriwijaya, rincian penggunaan anggaran, serta dasar penyebutan angka Rp200 juta tersebut masih memerlukan penjelasan lebih lanjut
Keterbukaan informasi mengenai perencanaan, pelaksanaan, dan realisasi anggaran menjadi bagian penting dalam memastikan penggunaan dana publik dapat dipahami dan dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
Oleh karena itu, pihak Kelurahan Sriwijaya diharapkan dapat memberikan penjelasan secara terperinci mengenai total anggaran DAU, daftar kegiatan yang dilaksanakan, besaran anggaran masing-masing kegiatan, serta realisasi penggunaannya.
Awak media tetap membuka ruang bagi Lurah Sriwijaya, M. Amin, untuk menyampaikan klarifikasi dan memberikan penjelasan lebih lanjut atas hal-hal yang menjadi pertanyaan dalam konfirmasi tersebut. Klarifikasi dari pihak kelurahan akan menjadi bagian penting untuk melengkapi informasi dan menghadirkan pemberitaan yang berimbang.(Hen)