Tangerang Selatan,detiksatu.com || Dari budaya menuju pendidikan, dari berbagi menuju persaudaraan kemanusiaan. Semangat solidaritas yang digaungkan melalui Budayantara Fest 2026 kini berlanjut ke lingkungan pendidikan. Budayantara Media Digital Nusantara (BMDN) bersama AVR Performa menghadirkan kegiatan “Berbagi Bersama: Persaudaraan & Persahabatan Indonesia–Palestina” di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Muqriyah, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Senin (26/10/2026).
Kegiatan ini menjadi upaya membawa pesan diplomasi budaya lebih dekat kepada generasi muda. Solidaritas Indonesia–Palestina tidak hanya disuarakan melalui panggung kebudayaan, tetapi juga ditanamkan melalui pendidikan karakter, kepedulian sosial, dan penguatan nilai-nilai kemanusiaan sejak dini.
Renee Partina, inisiator diplomasi budaya Budayantara Fest 2026 sekaligus CEO AVR Performa, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperluas pesan persaudaraan dan perdamaian melalui dunia pendidikan.
“Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperluas pesan diplomasi budaya dan solidaritas kemanusiaan, dengan menjadikan sekolah sebagai ruang untuk menanamkan nilai kepedulian, persaudaraan, dan perdamaian sejak dini,” kata Renee.
Menurut dia, semangat yang dibangun melalui Budayantara Fest 2026 perlu diteruskan dalam berbagai bentuk kegiatan yang menyentuh kehidupan masyarakat, termasuk lingkungan sekolah. Dengan begitu, pesan kemanusiaan tidak berhenti sebagai slogan dalam sebuah festival, tetapi dapat tumbuh menjadi kesadaran dan tindakan nyata.
Melalui tema Berbagi Bersama, BMDN dan AVR Performa mengajak masyarakat memaknai solidaritas terhadap Palestina sebagai bagian dari kepedulian yang lebih luas terhadap sesama manusia. Persahabatan lintas bangsa, dalam konteks ini, dibangun melalui sikap saling menghormati, kesediaan membantu, dan penghargaan terhadap martabat setiap orang.
Visual kegiatan yang menampilkan anak-anak Indonesia dan Palestina dengan bendera kedua negara menjadi simbol persahabatan yang melampaui batas geografis. Pesannya sederhana: perbedaan bangsa dan budaya bukan penghalang untuk membangun persaudaraan.
Dari diplomasi budaya menuju pendidikan kemanusiaan
Masdjo Arifin, Founder Budayantara Media Digital Nusantara (BMDN), menegaskan bahwa kebudayaan memiliki peran lebih luas daripada sekadar mempertahankan seni dan tradisi.
“Budayantara Fest 2026 mengusung gagasan bahwa kebudayaan bukan sekadar warisan seni dan tradisi, melainkan juga sarana membangun dialog, mempererat hubungan antarmanusia, serta menumbuhkan solidaritas lintas bangsa,” ujarnya.
Gagasan tersebut menjadi landasan untuk memperluas peran kebudayaan dalam membangun hubungan antarmanusia. Melalui kegiatan sosial dan pendidikan, nilai-nilai yang tumbuh dari kebudayaan dapat diterjemahkan menjadi kepedulian yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Dunia pendidikan memiliki posisi strategis dalam proses tersebut. Sekolah tidak hanya menjadi tempat anak-anak memperoleh pengetahuan, tetapi juga ruang untuk membangun kepekaan sosial, menghargai perbedaan, serta memahami pentingnya keadilan dan perdamaian.
Solidaritas terhadap Palestina pun dapat diperkenalkan melalui pendekatan edukatif yang sesuai dengan usia anak, dengan menekankan empati, persaudaraan, gotong royong, dan penghormatan terhadap hak setiap manusia.
Humankind, nilai universal yang menyatukan
Semangat kegiatan ini sejalan dengan gagasan humankind yang diusung Budayantara, yakni menempatkan kemanusiaan sebagai titik temu di tengah perbedaan identitas, kebudayaan, dan kebangsaan.
Dalam perspektif tersebut, berbagi tidak semata-mata berarti memberikan bantuan material. Lebih dari itu, berbagi merupakan cara menumbuhkan kepedulian, memperkuat hubungan sosial, dan menunjukkan bahwa penderitaan sesama manusia layak mendapatkan perhatian.
Persahabatan Indonesia–Palestina dapat dirawat melalui berbagai ruang, mulai dari diplomasi, kebudayaan, kegiatan sosial, hingga pendidikan. Sekolah menjadi salah satu ruang penting untuk mengenalkan nilai-nilai tersebut kepada generasi muda melalui pesan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Dengan menanamkan nilai kemanusiaan sejak dini, anak-anak diharapkan tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya menghargai identitas bangsanya sendiri, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap kehidupan dan martabat manusia di berbagai belahan dunia.
Merawat persaudaraan, menumbuhkan harapan
Renee Partina menegaskan bahwa kolaborasi BMDN dan AVR Performa menjadi salah satu upaya meneruskan semangat Budayantara Fest 2026 ke ruang sosial dan pendidikan.
Dari panggung festival budaya hingga lingkungan sekolah, pesan yang dibawa tetap sama: kebudayaan dapat menjadi jembatan persahabatan, sementara kegiatan berbagi dapat memperkuat solidaritas dan kepedulian terhadap sesama.
H.Komarudin.S.Pdi selaku Kepala sekolah apresiasi “terima kasih atas silahturahmi ini.Persahabatan Indonesia–Palestina, dengan demikian, tidak cukup berhenti pada simbol dan slogan. Semangat tersebut perlu dirawat melalui tindakan nyata, pendidikan yang menumbuhkan empati, serta komitmen untuk menghormati martabat setiap manusia.”tegasnya.
(Nina)