‎Dalam Sabutan Syukuran Dan Komitmen Perwakilan Kabupaten Nduga Di DPR-P Dewan Perwakilan Rakyat Papua Pengunungan

‎Dalam Sabutan Syukuran Dan Komitmen Perwakilan Kabupaten Nduga Di DPR-P Dewan Perwakilan Rakyat Papua Pengunungan

Oktober 19, 2026 | Oktober 19, 2026 WIB Last Updated 2026-10-19T14:40:54Z
‎Wamena,detiksatu.Com II Perwakilan masyarakat Kabupaten Nduga yang kini duduk sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Papua Pegunungan (DPR-P) menyampaikan ucapan syukur dan komitmen perjuangannya untuk rakyat.
‎Dalam pernyataannya,Menianus Kogeya Anggota DPR-P perwakilan Kabupaten Nduga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Tuhan Yesus Kristus, atas berkat dan penyertaan-Nya. Firman Tuhan yang disampaikan oleh (Ibu Yakoba) , dalam ibadah syukur pelantikan menjadi berkat besar, bukan hanya bagi orang Nduga, tetapi juga berkat bagi,8 Kabupaten, yang ada di Provinsi Papua Pegunungan.
‎
‎"Kami berterima kasih banyak kepada Tuhan, karena Firman Tuhan yang disampaikan Ibu Yakoba itu menjadi berkat bagi kita. Berkat untuk orang Nduga, berkat untuk 8 kabupaten yang ada di sini," ungkapnya, Senin.19/10/2026 
‎
‎Ia menegaskan bahwa jabatan dan pekerjaan sebagai wakil rakyat adalah amanah dari Tuhan,Oleh sebab itu, dalam menjalankan tugas, harus berlandaskan kejujuran, keadilan, dan ketakutan akan Tuhan, bukan untuk kepentingan pribadi atau untuk membohongi publik.
‎
‎"Kita hanya punya Ayah dan Ibu, yaitu Tuhan Yesus itu sendiri yang menciptakan kita, sehingga kita patuh. Pekerjaan sekarang ini, sesuai dengan kemampuan kita, kita harus jujur, kita harus adil. Jangan kita menghalangi, apalagi kita membohongi publik. Sesuai dengan harapan Tuhan, kita berjalan selamat daripada sengsara di tangan orang lain," tegas. "Menianus".
‎
‎KOMITMEN BAWA ASPIRASI NDUGA
‎
‎"Perwakilan Nduga tersebut berkomitmen untuk membawa seluruh aspirasi masyarakat Kabupaten Nduga sampai ke pimpinan DPR-P dan Pemerintah Provinsi, tanpa menutup-nutupi atau menyembunyikan apa yang menjadi keluhan rakyat di lapangan.
‎
‎Ia juga meluruskan stigma di publik yang sering menyebut masyarakat Nduga sebagai pengungsi dan anak yatim piatu. Melalui Firman Tuhan yang telah disampaikan, ia menegaskan bahwa kehidupan orang Nduga sudah diketahui oleh Tuhan dan mereka bukanlah anak yatim piatu, karena Tuhan Yesus sendiri adalah Bapa bagi mereka"Ungkap Menianus".
‎
‎"Kita bukan anak yatim piatu,Di publik mengatakan bahwa kita masyarakat Nduga pengungsi,Sudah disampaikan melalui Firman, semua perumpamaan tentang kehidupan kita orang Nduga tadi sudah menyatakan bahwa dalam Firman Tuhan kita sudah mengetahui," jelasnya.
‎
‎PELANTIKAN 56 ANGGOTA DPR PAPUA PEGUNUNGAN:
‎
‎"Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan rincian pelantikan anggota DPR Papua Pegunungan yang baru saja dilaksanakan di Wamena.
‎
‎Adapun anggota yang dilantik hari ini terdiri dari 8 Kabupaten Provinsi Papua Pengunungan:
‎1.Wamena / Jayawijaya: 2 Orang
‎2.Lani Jaya: 2 Orang
‎3.Yahukimo: 2 Orang
‎4.Nduga: 1 Orang
‎5.Yalimo: 1 Orang
‎6.Tolikara: 1 Orang
‎7.Pegunungan Bintang: 1 Orang
‎8.maberamoh 1 orang 
‎
Dengan pelantikan tersebut, maka total komposisi DPR Papua Pegunungan yang saat ini bekerja adalah (45 anggota jalur pengangkatan politik ditambah 11 anggota jalur pengangkatan Otonomi Khusus (Otsus), sehingga menjadi total 56 orang.
‎
‎"Ia menegaskan bahwa kekuatan DPR Papua Pegunungan saat ini luar biasa, karena seluruhnya adalah *Anak-Anak Asli Papua (OAP). Dengan kekuatan tersebut, apapun yang diperjuangkan adalah sesuai dengan kemampuan dan untuk kepentingan rakyat Papua Pegunungan.
‎
‎"Sehingga kekuatan kita memang luar biasa, di antaranya semua anak-anak Asli Papua. Sehingga apapun yang kami berjuang, itulah kemampuan dengan kita,
‎
‎Ia ingin mengingatkan kepada seluruh masyarakat Papua Pegunungan, khususnya masyarakat Nduga, bahwa sesuatu yang berharga, sesuatu yang baik, dan sesuatu yang besar untuk masa depan tidak akan datang secara instan, Semua membutuhkan proses, kesabaran, air mata, dan waktu yang panjang.
‎
‎Pada poin yang paling tegas, ia melayangkan protes keras kepada siapapun di ruang publik, di media sosial, dan di pemerintahan yang masih menyebut orang Nduga sebagai pengungsi.
‎
‎"Jadi hari ini, jangan mengatakan bahwa orang Nduga pengungsi, Jangan sekali-kali orang lain membicarakan tentang orang Nduga itu orang pengungsi!" tegasnya.
‎
‎Menurutnya, sebutan "pengungsi" telah melukai harga diri, merendahkan martabat, dan membuat orang Nduga seolah-olah bukan pemilik negeri ini, Padahal, orang Nduga adalah pemilik sah tanah Papua Pegunungan.
‎
‎Saya bukan orang pendatang, Siapa usir siapa? Saya adalah orang Nduga, saya adalah orang Wamena, orang Provinsi Papua Pegunungan. Orang Nduga juga mau kerja di sini!"
‎
‎Ia menegaskan bahwa , Wamena adalah rumah bagi orang Nduga, Orang Nduga berhak untuk hidup, bekerja, sekolah, dan membangun masa depan di Wamena dan di seluruh wilayah Provinsi Papua Pegunungan.
‎
‎"Siapapun, siapapun yang tidak ada tuan rumah di sini, kita semua tuan rumah Provinsi Papua Pegunungan. Kita semua tuan rumah!"
‎
‎Ia mengatakan, sudah cukup penderitaan orang Nduga ditindas oleh orang lain dari luar,Jangan sampai luka itu bertambah karena ditindas oleh saudara sendiri sesama Papua.
‎
‎"Cukup orang lain yang menindas saya, daripada orang saya sendiri yang menindas saya."Tutupnya 
‎
‎
‎Repoter.Andi Kogoya
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • ‎Dalam Sabutan Syukuran Dan Komitmen Perwakilan Kabupaten Nduga Di DPR-P Dewan Perwakilan Rakyat Papua Pengunungan

Trending Now