Jakarta,detiksatu.com || Indonesia Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Yang Mulia Ueno Atsushi, menerima kunjungan Natalia Tjahja, Pendiri Maria Monique Last Wish Foundation (MMLWF) sekaligus pencetus 100 CTFP (100 Celebrities Talk for Para Athletes), dalam sebuah pertemuan di kediaman Duta Besar Jepang di Jakarta menjelang Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026.
Duta Besar Ueno menerima Natalia sebagai bentuk apresiasi atas perannya sebagai pencipta lagu anthem Asian Paralympic Committee (APC), yang akan diperdengarkan pada upacara pembukaan Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 pada 18 Oktober 2026.
Natalia menyampaikan rasa terima kasih kepada Duta Besar Ueno dan Kedutaan Besar Jepang atas kesediaan mereka menyimpan buku tentang Maria Monique Last Wish Foundation selama 15 tahun.
Sebagai pencipta, sutradara, dan produser film nirlaba Movie Boccia, Natalia memperkenalkan film tersebut, yang menyoroti perjuangan dan pencapaian atlet boccia dari 10 negara, termasuk Jepang. Ia juga menyampaikan apresiasi atas prestasi luar biasa Indonesia dalam cabang olahraga boccia, termasuk keberhasilannya menjadi juara dunia. Duta Besar Ueno turut menyampaikan apresiasinya atas pencapaian Indonesia dalam olahraga boccia.
Natalia juga memperkenalkan sejumlah tokoh terkemuka yang telah mendukung 100 CTFP, di antaranya:
- Suryo Pratomo ( mantan Duta Besar Indonesia untuk Singapura) , duta besar pertama di dunia yang mendukung dan turut meluncurkan 100 CTFP bersama Natalia di Singapura.
- Abdulla Rafiu, Menteri Olahraga Maladewa, yang menjadi menteri pertama di dunia yang meluncurkan 100 CTFP di negaranya.
-Kementrian pertama di dunia yang mendukung 100 CTFP adalah Kementrian Kebudayaan RI dibawah kepemimpinan Fadli Zon.
Tiga Pokok Penting yang Disampaikan Natalia
1. Mengapresiasi Tokyo sebagai Kota Inklusif yang Luar Biasa
Natalia menyampaikan ucapan selamat kepada Tokyo atas pencapaiannya yang luar biasa dalam bidang inklusi. Ia menyoroti penilaian 10,5 dari 10 yang diberikan oleh Andrew Parsons, Presiden International Paralympic Committee (IPC), terhadap Tokyo.
2. Mengenang Kesuksesan Paralimpiade Tokyo 2020 di Bawah Kepemimpinan Andrew Parsons
Natalia mengenang upaya tanpa kenal lelah Andrew Parsons, Presiden IPC, dalam memperjuangkan kebahagiaan dan pencapaian para atlet Paralimpiade di tengah pandemi COVID-19.
Meskipun ditunda selama satu tahun, Paralimpiade Tokyo 2020 akhirnya terselenggara dengan kesuksesan luar biasa. Ajang tersebut berlangsung tanpa penonton umum dan diikuti oleh para atlet dari 162 negara, dengan dukungan dari Kaisar Naruhito dan Jepang sebagai negara tuan rumah.
Pada Mei 2025, Kaisar Naruhito menganugerahkan Grand Cordon of the Order of the Rising Sun kepada Andrew Parsons sebagai pengakuan atas kontribusi luar biasanya dalam menciptakan sejarah bagi gerakan Paralimpiade.
3. Memperkenalkan 100 CTFP melalui Dua Kartu Pesan tokoh dunia.
Natalia memperkenalkan dua kartu 100 CTFP yang menampilkan pesan dari tokoh-tokoh terkemuka dalam gerakan Paralimpiade dunia, yaitu kartu Andrew Parsons, Bapak 100 CTFP di Seluruh Dunia (Father of 100 CTFP Worldwide), dan kartu Miki Matheson.
Miki Matheson merupakan anggota Dewan Pimpinan IPC (IPC Governing Board), peraih medali emas Paralimpiade asal Jepang, serta salah satu tokoh penting dalam gerakan Paralimpiade Jepang melalui keterlibatannya di Japan Paralympic Committee.
Melalui kedua kartu tersebut, Natalia memperkenalkan semangat 100 CTFP, yaitu berbagi pesan dari para tokoh dunia atas dedikasi dan perjuangan para atlet Paralimpiade di seluruh dunia.
“Terima kasih, Tuhan, karena telah menjadikan pertemuan ini begitu luar biasa,” ujar Natalia Tjahja saat mengakhiri wawancara.
(Nina)