Etika Halawa, S.E., kobarkan semangat sumpah pemuda, siapkan generasi muda nias berintegritas menuju indonesia emas 2045.

Etika Halawa, S.E., kobarkan semangat sumpah pemuda, siapkan generasi muda nias berintegritas menuju indonesia emas 2045.

Oktober 28, 2026 | Oktober 28, 2026 WIB Last Updated 2026-10-28T05:38:40Z
Jawa Tengah, detiksatu.com || Momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober menjadi pengingat penting bagi seluruh elemen bangsa untuk memperkuat persatuan sekaligus mempersiapkan generasi muda yang berkualitas, mandiri, dan berintegritas dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

Ketua Yayasan Pelita Terang Nusantara, Etika Halawa, S.E., mengajak generasi muda memaknai Sumpah Pemuda bukan sekadar peristiwa sejarah, melainkan sebagai semangat perjuangan yang harus diwujudkan melalui tindakan nyata, terutama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan memperluas akses pendidikan tinggi.

Semangat yang lahir pada 28 Oktober 1928 melalui ikrar bertumpah darah satu, berbangsa satu, dan menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia, dinilai tetap relevan sebagai landasan membangun generasi penerus bangsa yang mampu menghadapi tantangan zaman.

Salah satu langkah nyata yang dikembangkan Etika Halawa melalui Yayasan Pelita Terang Nusantara adalah program kerja sambil kuliah, yang memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk bekerja di perusahaan garmen di Semarang, Jawa Tengah, sekaligus menempuh pendidikan tinggi melalui kelas karyawan pada akhir pekan di sejumlah universitas.

Program tersebut memiliki tiga tujuan utama, yakni meningkatkan kualitas SDM, membantu meringankan beban orang tua yang memiliki keterbatasan ekonomi dalam membiayai pendidikan anak, serta berkontribusi mengurangi pengangguran di daerah.

Melalui pola tersebut, peserta didorong untuk memperoleh pengalaman kerja, mengembangkan kemampuan profesional, dan meraih gelar sarjana tanpa harus sepenuhnya bergantung pada kemampuan finansial keluarga.

berawal dari kepedulian, kini ratusan mahasiswa dipersiapkan menjadi sarjana

Program kerja sambil kuliah ini mulai dikembangkan sejak 2020, setelah Etika Halawa memasuki masa pensiun dari Bank Central Asia (BCA). Pada periode tersebut, ia mendirikan yayasan dan menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi untuk membuka kesempatan pendidikan bagi generasi muda.

Perjalanan program ini tidak terlepas dari berbagai tantangan. Namun, melalui kegigihan dan komitmen yang berkelanjutan, program tersebut terus dikembangkan sebagai salah satu upaya membantu generasi muda memperoleh pendidikan tinggi sekaligus mempersiapkan diri memasuki dunia kerja.

Hasilnya, pada 2025, sebanyak 45 mahasiswa angkatan pertama telah diwisuda. Sementara itu, pada 5 November 2026, sekitar 125 mahasiswa dijadwalkan mengikuti wisuda dari berbagai program studi, meliputi Akuntansi, Manajemen, Perpajakan, dan Sistem Informasi.

Capaian tersebut menjadi dorongan untuk terus memperluas kesempatan bagi generasi muda, khususnya mereka yang menghadapi keterbatasan ekonomi tetapi memiliki semangat kuat untuk melanjutkan pendidikan.

“pantang pulang sebelum pakai toga”

Untuk membangun mentalitas dan motivasi peserta, program ini mengusung semboyan “Pantang Pulang Sebelum Pakai Toga” dan “Pantang Pulang Sebelum Berhasil.”

Semboyan tersebut menggambarkan tekad untuk tidak menyerah menghadapi tantangan dalam menjalani pekerjaan maupun pendidikan. Peserta diharapkan mampu membangun kedisiplinan, tanggung jawab, daya juang, serta komitmen menyelesaikan pendidikan hingga meraih gelar sarjana.

Lebih dari sekadar memperoleh ijazah, pendidikan diharapkan membentuk generasi muda yang memiliki kompetensi, integritas, etos kerja, dan tanggung jawab sosial.

Dalam konteks pembangunan nasional, upaya peningkatan kualitas SDM menjadi bagian penting dari persiapan menuju Indonesia Emas 2045. Generasi muda tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik, tetapi juga harus mampu menciptakan peluang, beradaptasi dengan perkembangan teknologi, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

sumpah pemuda harus diwujudkan melalui tindakan nyata

Peringatan Sumpah Pemuda tahun ini sepatutnya menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, yayasan pendidikan, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam membuka akses pendidikan yang lebih luas.

Program kerja sambil kuliah yang dijalankan Yayasan Pelita Terang Nusantara menjadi salah satu contoh inisiatif yang berupaya menghubungkan kebutuhan pendidikan dengan kesempatan kerja. Keberlanjutan program semacam ini tentu membutuhkan pengelolaan yang baik, kerja sama kelembagaan, serta dukungan berbagai pihak agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.

Semangat Sumpah Pemuda pada akhirnya tidak cukup berhenti pada seremoni dan penghormatan terhadap sejarah. Semangat tersebut perlu diterjemahkan menjadi langkah konkret dalam membangun manusia Indonesia yang unggul, mandiri, dan berdaya saing.

Melalui program kerja sambil kuliah, Etika Halawa bersama Yayasan Pelita Terang Nusantara berupaya mengambil bagian dalam perjuangan tersebut, dengan harapan semakin banyak generasi muda memperoleh kesempatan menjadi sarjana, meningkatkan taraf hidup keluarga, dan kelak berkontribusi bagi pembangunan bangsa.

Sebab, mempersiapkan Indonesia Emas 2045 bukan hanya tentang membangun infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, melainkan juga tentang memastikan generasi mudanya memperoleh kesempatan untuk belajar, bekerja, berkembang, dan menjadi pemimpin masa depan yang berintegritas. (Red) Gaba'atulo W.
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Etika Halawa, S.E., kobarkan semangat sumpah pemuda, siapkan generasi muda nias berintegritas menuju indonesia emas 2045.

Trending Now