HUT ke-22 Cipanas, Camat dan Kades Sepakat Perkuat Akses Pendidikan hingga Perguruan Tinggi

HUT ke-22 Cipanas, Camat dan Kades Sepakat Perkuat Akses Pendidikan hingga Perguruan Tinggi

Oktober 10, 2026 | Oktober 10, 2026 WIB Last Updated 2026-10-10T07:43:43Z

CIANJUR,DETIKSATU.COM || Peringatan Hari Jadi ke-22 Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menjadi momentum bagi pemerintah kecamatan dan pemerintah desa untuk memperkuat akses pendidikan, perlindungan anak, serta pelayanan publik. Salah satu langkah yang didorong ialah kolaborasi lintas sektor agar anak-anak tetap memperoleh kesempatan bersekolah hingga jenjang perguruan tinggi.

Peringatan yang digelar pada Sabtu (10/10/2026) itu untuk pertama kalinya diselenggarakan secara terpusat oleh Pemerintah Kecamatan Cipanas. Kegiatan tersebut juga diisi pemberian santunan kepada 350 anak yatim dan piatu serta berbagai agenda sosial, pendidikan, dan kebudayaan.

Kepala Desa Cipanas, M. Agus Sahputra, S.Sy., mengatakan peringatan hari jadi tahun ini mengusung semangat ngahiji atau bersatu. Semangat tersebut, menurut dia, perlu diterapkan dalam penyelenggaraan pelayanan masyarakat dan pembangunan di seluruh wilayah Kecamatan Cipanas.

“Segala sesuatu menyangkut pelayanan masyarakat, kita satu pintu, satu visi, dan satu misi, bagaimana memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat,” ujar Agus.

Menurut Agus, pendidikan tidak dapat dibebankan hanya kepada guru dan sekolah. Pemerintah, orang tua, tokoh masyarakat, serta seluruh pemangku kepentingan perlu mengambil bagian untuk memastikan anak-anak memperoleh akses pendidikan yang layak.

Ia mengatakan, pemerintah desa dan kecamatan perlu berkolaborasi untuk mendorong masyarakat menyekolahkan anak sejak pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga sekolah menengah atas (SMA), bahkan perguruan tinggi.

Agus mengakui, persoalan pendidikan di masyarakat membutuhkan penanganan bersama. Karena itu, ia menyebut adanya komitmen untuk membentuk satuan tugas pendidikan bersama pihak kecamatan dan tenaga pendidik.

“Pendidikan ini bukan hanya menjadi beban guru. Ada tanggung jawab pemerintah, orang tua, tokoh masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan yang ada di Kecamatan Cipanas,” katanya.

Desa dorong pendataan anak yang putus sekolah

Agus menjelaskan, sosialisasi pentingnya pendidikan harus dilakukan mulai dari lingkungan terkecil, seperti RT, RW, desa, hingga kecamatan. Koordinasi juga perlu melibatkan Koordinator Pendidikan (Kordik), guru PAUD, serta tenaga pendidik pada jenjang yang lebih tinggi.

Di Desa Cipanas, pemerintah desa berencana mengidentifikasi anak-anak yang membutuhkan akses sekolah maupun anak yang tidak melanjutkan pendidikan. Pendataan tersebut diharapkan dapat membantu pemerintah mengetahui penyebab persoalan, termasuk kendala ekonomi keluarga.

“Kalau ada anak yang tidak sekolah karena tidak ada bekal, kita akan lihat status ekonominya seperti apa. Nanti kita carikan orang tua asuh. Minimal desa hadir di situ,” ujar Agus.

Bagi anak yang tidak dapat menempuh pendidikan formal, Agus menyebut pendidikan kesetaraan melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) sebagai salah satu alternatif. Program tersebut dapat menjadi pilihan untuk melanjutkan pendidikan sekaligus memperoleh keterampilan, termasuk kewirausahaan.

Ia menegaskan, pendekatan terhadap anak yang tidak bersekolah perlu disesuaikan dengan penyebab persoalannya. Dengan demikian, intervensi pemerintah tidak berhenti pada pendataan, tetapi juga diarahkan pada pencarian solusi.

Buka peluang kerja sama dengan perguruan tinggi

Selain mendorong pendidikan dasar dan menengah, Pemerintah Desa Cipanas juga membuka peluang kerja sama dengan perguruan tinggi untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.

Agus mengatakan, Desa Cipanas telah menjadi proyek percontohan dalam penjajakan kolaborasi tersebut. Menurut dia, peluang kerja sama juga terbuka bagi desa-desa lain di Kecamatan Cipanas.

“Kita membuka peluang untuk universitas, baik yang terdekat maupun yang jauh, agar bisa berkolaborasi dengan desa, sekolah, ataupun pihak lainnya,” katanya.

Di luar sektor pendidikan, Agus menyebut dukungan pengusaha di wilayah Cipanas, termasuk dari sektor makanan dan perhotelan, sebagai potensi yang dapat dilibatkan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ia berharap peringatan hari jadi tidak berhenti sebagai kegiatan tahunan, tetapi menghasilkan tindak lanjut dalam bentuk peningkatan kualitas pelayanan publik dan program yang manfaatnya dirasakan langsung oleh warga.

Sementara itu, Camat Cipanas Dindin Amaludin sebelumnya menegaskan pembangunan di tujuh desa di wilayahnya akan berfokus pada tiga sektor, yakni pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.

Rangkaian peringatan hari jadi juga diisi sarasehan pendidikan, pentas seni Talenta Desa, pertunjukan dakwah wayang, senam bersama, jalan santai, serta lomba mewarnai yang melibatkan lebih dari 1.500 anak PAUD, RA, dan TK.

Pemerintah Kecamatan Cipanas berharap keterlibatan pemerintah desa, sekolah, keluarga, dan dunia usaha dapat memperkuat upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia. Keberhasilan agenda tersebut selanjutnya bergantung pada pelaksanaan program, pendataan kebutuhan warga, serta keberlanjutan kerja sama antarpihak. (Bet)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • HUT ke-22 Cipanas, Camat dan Kades Sepakat Perkuat Akses Pendidikan hingga Perguruan Tinggi

Trending Now