Jeritan Batang Sikabau, Fahrur Rozi Kenang Tempat Bermain Masa Kecil yang Kini Memprihatinkan

Jeritan Batang Sikabau, Fahrur Rozi Kenang Tempat Bermain Masa Kecil yang Kini Memprihatinkan

Oktober 21, 2026 | Oktober 21, 2026 WIB Last Updated 2026-10-21T15:22:32Z

Pasaman Barat, detiksatu.com || Kondisi Batang Sikabau yang tampak keruh kecoklatan dan perubahan bentang sungai memantik keprihatinan Fahrur Rozi. Melalui unggahan di akun Facebook pribadinya, Rozi menyuarakan keresahan terhadap dugaan kerusakan lingkungan yang dikaitkannya dengan aktivitas pertambangan di kawasan tersebut. Rabu (21/10/2026)

Dalam unggahan berjudul “Jeritan Batang Sikabau: Di Mana Nurani Kita?”, Rozi mengenang Batang Sikabau sebagai tempat bermain dan mandi ketika masih sekolah, sekaligus sumber air yang mendukung kehidupan masyarakat dan mengairi sawah.
“Saya tag video karena pergerakan hati saya melihat tempat bermain ketika dulu zaman sekolah hancur porak-poranda begitu saja,” tulis Rozi.

Baginya, kondisi sungai yang kini terlihat berbeda dari masa lalu bukan sekadar persoalan lingkungan, tetapi juga menyangkut kenangan masa kecil dan keberlanjutan alam yang akan diwariskan kepada generasi mendatang.

Soroti Dugaan Dampak Aktivitas Pertambangan

Dalam tulisannya, Rozi menyoroti aktivitas pertambangan yang menggunakan alat berat dan diduga berdampak terhadap kondisi Batang Sikabau. Ia menggambarkan pengerukan dasar sungai dan perubahan bentang alam sebagai ancaman bagi kelestarian lingkungan.

Rozi juga mengkhawatirkan potensi gangguan terhadap kehidupan ikan dan biota perairan, pendangkalan akibat endapan material, kerusakan tebing, serta hilangnya vegetasi di sepanjang sempadan sungai.

Ia mempertanyakan nasib masyarakat apabila kerusakan lingkungan terus berlangsung, terutama terkait kualitas air dan keselamatan warga ketika hujan deras turun. Rozi turut mengingatkan potensi banjir bandang dan krisis air bersih jika kerusakan tidak ditangani secara serius.

Namun, penyebab kekeruhan air, dugaan pencemaran, serta keterkaitan aktivitas pertambangan dengan risiko bencana masih memerlukan pemeriksaan lapangan dan kajian teknis.

Minta Perhatian Pemerintah

Rozi menegaskan bahwa Batang Sikabau bukan sekadar aliran air, melainkan bagian dari kehidupan dan warisan bagi generasi mendatang.

“Batang Sikabau adalah martabat tanah kelahiran kita,” tulisnya dalam unggahan tersebut.

Ia berharap pemerintah dan pihak berwenang memberikan perhatian serius terhadap kondisi sungai, termasuk menelusuri dugaan aktivitas pertambangan yang berpotensi merusak lingkungan.

Pemeriksaan kualitas air dan kondisi sungai diperlukan untuk memastikan penyebab kekeruhan serta tingkat dampak yang terjadi. Instansi terkait juga perlu menjelaskan langkah pengawasan terhadap aktivitas pertambangan di kawasan tersebut.

Rozi Sebut Warga Kesulitan Menggunakan Air

Saat dihubungi media pada Rabu (21/10/2026), Fahrur Rozi menegaskan bahwa keresahannya berangkat dari kepedulian terhadap masyarakat dan kondisi lingkungan Batang Sikabau.

Ia menyampaikan bahwa masyarakat Jorong Pasar Lama telah mengalami kesulitan menggunakan air sungai selama lima hari terakhir. Menurut Rozi, kondisi tersebut menjadi salah satu alasan dirinya menyuarakan persoalan Batang Sikabau agar mendapat perhatian lebih luas.

Bagi Rozi, kepedulian terhadap sungai tersebut berangkat dari kenangan masa kecil yang kini membuatnya tergerak untuk bersuara. Ia berharap kondisi Batang Sikabau mendapat perhatian serius agar sungai tetap menjadi bagian dari sumber kehidupan masyarakat dan terjaga untuk generasi mendatang. (R.Habibi)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Jeritan Batang Sikabau, Fahrur Rozi Kenang Tempat Bermain Masa Kecil yang Kini Memprihatinkan

Trending Now